Nama Ketua BPK Muncul Di Panama Papers Usai ‘Tempur’ Dengan Ahok
Setelah sebelumnya BPK menilai Pemprov DKI Jakarta merugikan negara hingga 191 miliar rupiah, nama Ketua BPK muncul di Panama Papers sebagai pemilik perusahaan di negara surga pajak. Melalui sosial media maupun petisi online, netizen pun menuntut Ketua BPK mundur.
Cover image via SAYS IndonesiaKetua BPK, Harry Azhar Aziz, mengakui memiliki perusahaan di negara surga pajak (tax haven)
Melalui [sindonews] (http://ekbis.sindonews.com/read/1100361/33/ketua-bpk-akui-punya-perusahaan-di-negara-surga-pajak-1460450681), Ketua Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK), Harry Azhar Aziz, membenarkan bahwa **dirinya pernah mendirikan Sheng Yue International Limited di British Virgin Island yang merupakan salah satu daerah surga pajak**. Kendati demikian, Harry Aziz menegaskan bahwa semenjak dua tahun silam, dirinya tidak lagi menjabat di perusahaan tersebut.
"Saya tidak lagi jabat direktur, tidak ada lagi sama sekali. Semenjak terpilih sebagai Ketua BPK, Desember 2014, waktu itu tidak sempat mengurus. Per 1 Desember 2015 tidak lagi milik saya, sudah milik orang lain," ujar Harry Aziz melalui wawancara dengan [sindonews] (http://ekbis.sindonews.com/read/1100361/33/ketua-bpk-akui-punya-perusahaan-di-negara-surga-pajak-1460450681) pada Selasa, 12 April 2016.
Adanya nama Ketua BPK di Panama Papers ramai dibicarakan setelah sebelumnya BPK menilai Pemprov DKI merugikan negara senilai 191 miliar rupiah
Sebelumnya BPK melakukan audit terhadap pembelian lahan milik Yayasan Kesehatan Sumber Waras dibeli oleh Pemprov DKI Jakarta untuk dibangun menjadi Rumah Sakit Sumber Waras seharga 800 Miliar. **BPK menilai bahwa harga ini** terlalu mahal dan **mengakibatkan kerugian negara mencapai 191 miliar rupiah**.
Karenanya, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, atau biasa disapa Ahok dipanggil oleh KPK
**Selasa, 12 April 2016 kemarin, Ahok memenuhi panggilan dengan mendatangi kantor KPK sebagai saksi.**
Ahok menyatakan bahwa pembelian lahan tersebut tidak menyebabkan kerugian apapun kepada negara. Melalui [BBC Indonesia] (http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/04/160412_indonesia_ahok_sumber_waras), Ahok mengatakan, "**KPK dan BPK sudah pernah minta audit investigasi. Sekarang saya justru ingin tahu KPK mau nanya apa? Orang jelas BPK-nya ngaco begitu kok**."
Sementara itu, netizen pun meminta Ketua BPK mundur dari jabatan terkait namanya yang disebutkan di Panama Papers
Image via SAYS Indonesia
Image via SAYS Indonesia
Image via SAYS Indonesia
Bahkan petisi untuk menurunkan Ketua BPK dari jabatannya pun sudah diinisiasi
Image via change.org
Petisi yang meminta Ketua BPK mundur dari jabatannya ini diinisiasi oleh A. Setiawan Abadi dan hingga saat ini **sudah ditandatangani 829 pendukung, hanya kurang 171 tanda tangan lagi untuk mencapai 1.000 tanda tangan**.

