Walaupun Tolak Jadi Calon Gubernur DKI, Dukungan Untuk Risma Berdatangan
Sekalipun Risma tidak ada dalam nama-nama yang sudah mendaftar untuk proses penjaringan cagub dan cawagub oleh DPD PDI-P DKI.
Cover image via 108jakarta.comNama Walikota Surabaya, Tri Rismaharini atau lebih akrab disapa Risma, disebut-sebut akan maju dalam Pilkada DKI Jakarta
Walaupun berbagai dukungan untuk maju dalam Pilkada 2017 berdatangan **Risma sendiri sudah dari bulan April silam menyatakan tidak akan mencalonkan diri menjadi gubernur tahun depan**. Kepada [JakartaGlobe] (http://jakartaglobe.beritasatu.com/news/risma-commits-surabaya-wont-take-basuki-jakarta/) bulan lalu, Risma menegaskan, "**Saya tidak ambil formulirnya. Saya harus tepati janji kepada masyarakat Surabaya. Tidak bisa saya lepas.**" pada hari Jumat, 22 April 2016 silam.
Walaupun begitu, akun Twitter dan poster yang mendukung pencalonannya bermunculan
Image via twitter/Karisma_Jakarta
Sebuah akun twitter yang mengatasnamakan Karisma_Jakarta muncul dan **sejauh ini sudah membuat lebih dari seribu cuitan tentang dukungan kepada Risma** untuk maju menjadi Gubernur DKI Jakarta. Akun ini juga mempopulerkan tagar #BekerjaDgnHati dalam cuitan dukungannya.
Selain akun twitter, poster dukungan yang bertuliskan Karisma Jakarta, Risma for DKI 1 juga muncul.
Hingga saat ini, nama Risma tidak ada dalam daftar penjaringan dan pengurusan calon Gubernur DKI Jakarta yang diusung PDI-P
**PDI-P adalah satu-satunya partai yang dapat mengajukan calonnya sendiri dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 nanti** karena memiliki 28 kursi di DPRD DKI, lebih dari minimal 22 kursi yang dipersyaratkan.
Setelah DPD PDI-P DKI menutup pendaftaran seleksi penjaringan calon yang akan diusung, **terdapat 34 nama yang mendaftar untuk diseleksi dan nama Risma tidak ada di dalamnya**. Beberapa diantara nama-nama yang sudah mendaftar adalah Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana atau Lulung, pengusaha Sandiaga Uno, serta pengacara Farhat Abbas.
Namun, anggota internal PDI-P menyatakan kesempatan bagi Risma untuk diusung menjadi calon gubernur masih terbuka
Kepada [Kompas.com] (http://megapolitan.kompas.com/read/2016/05/09/09045891/Akankah.Risma.Maju.pada.Pilkada.DKI.2017.?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Khlwp), Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPD PDI-P DKI Jakarta **Gembong Warsono menyatakan bahwa untuk urusan yang sifatnya strategis, ketua umum partai dapat menggunakan hak prerogatifnya**. Pemilihan Gubernur DKI Jakarta, menurutnya, merupakan urusan strategis yang artinya ketua umum PDI-P, **Megawati Soekarnoputri, dapat memilih kader partai manapun yang dianggap berkualitas untuk diusung**.
"Beliau punya pintu strategis yaitu pintu penugasan. Itu wewenang Ketum dengan hak prerogatif yang mereka miliki. Peluang Risma sangat terbuka," ujar Gembong di Gedung Joeang, Jakarta Pusat, Minggu 8 Mei 2016 kemarin kepada [Kompas.com] (http://megapolitan.kompas.com/read/2016/05/09/09045891/Akankah.Risma.Maju.pada.Pilkada.DKI.2017.?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Khlwp).
Gembong juga menambahkan **jika memang dipilih oleh Ketua Umum PDI-P, Risma harus siap dan bersedia maju** dalam Pilkada Pilkada DKI tahun depan. "Sebagai kader partai kalau ditugasin, siap enggak siap harus siap. Itu prinsipnya. Harus mau, orang kader partai," tambahnya.
Lalu, jika Risma mencalonkan diri menjadi Gubernur DKI Jakarta, pilihan Anda?
Atau tuliskan pendapat Anda di kolom komentar, dan ikuti [Facebook] (https://www.facebook.com/SAYSIndonesia/) dan [Twitter] (https://twitter.com/SAYS_ID) SAYS Indonesia untuk berita terbaru lainnya
Image via giphy

