Seorang Dosen Tewas Di Tangan Mahasiswanya Sendiri Usai Berdebat

Pelaku mengaku sudah siapkan martil dan pisau dari rumah untuk melakukan pembunuhan berencana tersebut.

Enlarge text
Cover ImageCover image via sindonews.net
Logo

Peristiwa berdarah ini terjadi di Medan, tepat di Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2016

Roymardo Sah Siregar, 20 tahun, nekat melukai leher dan menebas tangan dosennya sendiri hingga nyawanya tidak dapat tertolong saat hendak dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Peristiwa terjadi di depan kamar mandi Gedung B Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Menurut berita yang beredar, saat itu keduanya tengah berada dalam sebuah perdebatan terkait skripsi. Korban pergi ke kamar mandi untuk mengambil wudhu dan menurut dugaan Roy mengikuti untuk kemudian menikamnya.

Roymardo Sah Siregar, mahasiswa yang menikam dosennya sendiri hingga meregang nyawa

Image via Tribun Medan

Korban yang akrab dipanggil Bunda sempat menjerit meminta tolong sampai akhirnya tumbang di halaman kampus

Dosen yang menjadi korban bernama Nur Ain Lubis, 63 tahun, dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Bunda, begitu Nur Ain akrab disapa, dikenal sebagai dosen yang baik kepada mahasiswa.

Dosen yang juga pernah menjadi Dekan tersebut harus meregang nyawa setelah mengalami luka tusuk di leher, tepat di tenggorokan, serta luka sayat di bagian kanan leher. Banyak dugaan, pelaku sudah merencanakan aksinya karena sudah membawa pisau saat kejadian.

(Kiri) Nur Ain Lubis, akrab disapa Bunda, tewas dengan luka tusuk di lehernya

Image via Tribun Medan

Pelaku dikenal sebagai pembuat ulah di kampusnya

Dikutip dari wawancara kepada seorang mahasiswa bernama Doni melalui [Tribun Medan] (http://medan.tribunnews.com/2016/05/02/dosen-umsu-ditikam-saat-berwudu?page=2), sebelumnya antara pelaku dan korban sudah ada sejarah tidak baik. Korban pernah memergoki pelaku berpacaran di kamar mandi. Menurutnya selain dugaan bahwa ada masalah yang memicu kekesalan pelaku terhadap korban saat berdebat sesaat sebelum kejadian, pelaku memang sudah memupuk kekesalan kepada korban.

Doni menambahkan, keseharian Roy si pelaku memang terkenal 'sok preman' dan hal itu lah yang semakin menambah alasan para mahasiswa mencoba menghakimi Roy sesaat setelah kejadian.

Ratusan mahasiswa tersulu emosi dan berniat menghajar habis pelaku yang dikenal 'sok preman' di kampus

Image via Kompas

Pelaku sudah merencanakan pembunuhan ini sebelumnya

"Hasil pemeriksaan sejak tadi malam terhadap tersangka Roy, dia mengaku telah mempersiapkan martil dan pisau yang dibawanya dari rumah," kata Kepala Polresta Medan Komisaris Besar Polisi Mardiaz Kusin Dwihananto di Medan, Sumatera Utara seperti dikutip dari [Metro TV News.com] (http://sumatera.metrotvnews.com/peristiwa/1bVXXDXK-pembunuh-dosen-umsu-mengaku-siapkan-martil-dan-pisau).

Tersangka dikenai Pasal 340 KUHPidana tentang Pembunuhan Berencana, Pasal 338 KUHPidana tentang Pembunuhan, dan Pasal 351 Ayat (3) KUHPidana tentang Penganiayaan yang mengakibatkan kematian.

Ikuti [Facebook] (https://www.facebook.com/SAYSIndonesia/) dan [Twitter] (https://twitter.com/SAYS_ID) kami untuk update berita terbaru!

Image via tumblr

Juga di SAYS Indonesia hari ini:

Read more trending stories on SAYS

You may be interested in: