Dua Bapak Hebat Yang Sukses Jadi Penyebar ‘Virus Literasi’ Dengan Kuda Dan Jamu
Bukan hebat karena sering masuk pemberitaan, tapi karena apa yang mereka perjuangkan. Salut!
Cover image via www.says.com/idSebuah [studi] (http://nationalgeographic.co.id/berita/2016/03/finlandia-negara-paling-terpelajar-di-dunia-indonesia-peringkat-ke-60) menempati Indonesia di peringkat ke 60 dalam kategori negara dengan perilaku terpelajar dan sumber daya yang mendukungnya.
Penelitian dilakukan oleh John Miller, presiden Universitas Central Connecticut State di New Britain, menempatkan Finlandia sebagai negara paling terpelajar di dunia. Selain berfokus pada karakter sikap terpelajar seperti ketersediaan perpustakaan dan koran, penelitian ini juga menekankan pada tingkat literasi negara yang diteliti.
Menempati urutan tersebut menunjukkan Indonesia masih memiliki banyak pekerjaan rumah dalam persoalan tingkat literasi bangsa yang menjadi salah satu tolak ukur riset tersebut
Muncul di tengah permukaan sosok [Ridwan Sururi] (https://www.facebook.com/kudapustaka/?fref=ts) dan [Fauzi Baim] (https://www.facebook.com/profile.php?id=100001805918750), dua dari mereka yang berjuang berkontribusi menjadi solusi
Image via Facebook
1. Ridwan Sururi dengan Luna bersama menjelajah kawasan Lereng Gunung Slamet menjalankan perpustakaan keliling
Sejak awal Januari 2015, Ridwan Sururi menunggangi kuda bermuatan buku-buku untuk dinikmati dan dipinjam oleh warga khususnya anak-anak di Lereng Gunung Slamet, desa Serang, Purbalingga, Jawa Tengah.
Luna, kuda yang kerap menemani Ridwan Sururi, pun saat ini dikenal dengan julukan 'Kuda Pustaka' karena kontribusinya bersama Sururi mewujudkan terciptanya perpustakaan berjalan yang sudah mendunia dengan masuk hingga ke berbagai pemberitaan media asing.
Ide bermula dari kesehariannya sebagai perawat kuda profesional. Muncul suatu keinginan untuk memanfaatkan kuda-kuda yang dititipkan untuk hal yang positif. Ide menjalankan perpustakaan keliling pun muncul didukung dengan kian banyaknya bantuan berupa sumbangan buku dari teman-temannya.
Ridwan juga bercerita kepada rekan media bahwa suatu hari pemilik kuda menghubunginya karena mereka mengetahui dari pemberitaan bahwa Ridwan sudah jadi sorotan media dengan kudanya. Menurut Ridwan, mereka tidak keberatan dan justru malah mendukung apa yang Ridwan lakukan dalam misi baiknya itu.
Image via Facebook / Kudapustaka
Image via Facebook / Kudapustaka
Image via Facebook / Kudapustaka
Image via Facebook / Kudapustaka
Image via Facebook / Kudapustaka
Image via Facebook / Kudapustaka
2. Fauzi Baim yang meracuni para pelanggan jamunya virus membaca dengan menyertakan sejumlah buku di sepeda motor yang biasa ia kendarai untuk berjualan
Warga Sidoarketo Kecamatan Buduran itu rutin meletakkan sejumlah buku di sepeda motor jamu kawannya berkeliling memasarkan dagangannya dari pagi hingga sore. Pembeli bisa membaca di tempat atau meminjamnya secara gratis.
Tidak berhenti disitu, **Fauzi juga menitipkan sejumlah koleksi bukunya di warung-warung yang biasa ia lewati untuk memaksimalkan upayanya menularkan hobinya membaca.** Dia memiliki cita-cita untuk mewujudkan program *buku masuk 1000 warung.*
Belum lama ini, Fauzi juga kembali menjadi sorotan atas inovasinya memberikan jamu gratis bagi siapapun yang hafal Al-Quran.
Image via Facebook / Fauzi Baim
Image via Facebook / Fauzi Baim
Image via Facebook / Fauzi Baim
Image via Facebook / Fauzi Baim
Image via Facebook / Fauzi Baim
Image via Facebook / Fauzi Baim
Simak video yang mengisahkan secara singkat sosok inspiratif penggerak perpustakaan berjalan berikut ini
Ikuti [Facebook] (https://www.facebook.com/SAYSIndonesia/) dan [Twitter] (https://twitter.com/SAYS_ID) kami untuk update berita terbaru!
Image via Youtube

