Sandiaga Uno Angkat Bicara Dan Kabar Panama Paper Terkini Lainnya
Sandiaga Uno yang namanya disebutkan dalam dokumen Panama Paper memastikan bahwa tidak ada perusahaan *offshore* miliknya yang digunakan untuk tindakan ilegal. Uni Eropa mengancam akan menjatuhkan sangsi kepada Panama.
Cover image via beritasatuSandiaga Uno menyatakan bahwa grup bisnis miliknya tidak terlibat dalam tindakan ilegal
Sandiaga Uno mematahkan tanggapan bahwa perusahaan miliknya digunakan untuk tindakan ilegal. Melalui kunjungannya ke kantor [Media BeritaSatu] (http://jakartaglobe.beritasatu.com/news/sandiaga-uno-says-panama-offshore-accounts-not-used-illegal-acts/), pendiri PT Saratoga Investama Sedaya ini menegaskan bahwa **perusahaan miliknya tidak pernah digunakan untuk melakukan tindakan yang melanggar hukum.**
Dalam kunjungan yang sama, Sandiaga juga menegaskan bahwa **dia membayar pajaknya** dan **tidak memiliki akun di Panama, tidak satu sen pun**.
Sandiaga juga mengatakan bahwa Panama Paper bisa dijadikan pelajaran dalam urusan investasi bisnis dan investasi untuk infrastruktur
Melalui wawancara terpisah dengan [Metro TV] (https://www.youtube.com/watch?v=mkb7zxIpMOM), Sandiaga menyatakan bahwa **kita bisa menjadikan Panama Paper sebagai pelajaran untuk urusan investasi**. Lebih jauh, Sandiaga menjelaskan bahwa banyak sekali dana investasi yang masuk ke dalam negeri melalui penyedia jasa perusahaan *offshore*. Menurut Sandiaga, **kita dapat menangkap peluang ini untuk menjadikan proses penyediaan jasa ini langsung di Indonesia** tanpa melalui perantara penyedia perusahaan *offshore*.
Berikut wawancara lengkap Sandiaga dengan Metro TV
**"Kalau dunia usaha bersama pemerintah dan aparat pajak berkolaborasi lebih banyak, jasa-jasa ini bisa justru diselenggarakan di Indonesia."**
Di lain pihak, Uni Eropa mengancam akan memberikan sangsi kepada Panama, dan negara tax haven lainnya
Salah seorang pejabat Uni Eropa mengancam akan menjatuhkan sanksi kepada negara Panama dan negara *tax haven* (tempat yang biasa digunakan untuk mendirikan perusahaan *offshore* untuk menghindari pajak) lainnya. Pierre Moscovici, Kepala Urusan Finasial Uni Eropa, mengatakan bahwa Uni Eropa dapat menjatuhkan sanksi kepada Panama jika negara tersebut tidak bersedia bekerjasama dalam memerangi pencucian uang dan penghindaran pajak.
Presiden Panama, Juan Carlos Varela: Ini adalah "serangan media" terhadap Panama
Walaupun Panama mengatakan bahwa ini adalah serangan media, Panama setuju untuk lebih bekerjasama dalam memerangi pencucian uang dan pengindaran pajak. Presiden Panama, Juan Varela mengumumkan pembentukan komite internasional untuk perbaikan industri perusahaan *offshore* Panama. Komite ini beranggotakan para ahli yang akan memberikan rekomendasi metode dalam memperbaiki industri ini.
Perusahaan offshore terbanyak di Panama justru dari Eropa dan Amerika
Ramon Fonseca, salah satu pendiri Mossack Fonseca mengatakan bahwa sumber terbesar perusahaan *offshore* ini adalah perusahaan-perusahaan Eropa dan Amerika. Menurutnya, satu-satunya hukum yang dilanggar Mossack Fonseca adalah pelanggaran hak kerahasiaan kliennya.
Lebih jauh Fonseca mengatakan dalam wawancara dengan Associated Press dan dikutip oleh [TheJakartaPost] (http://www.thejakartapost.com/news/2016/04/08/eu-threatens-to-put-sanctions-on-panama-other-tax-havens-.html), **"Jika perusahaan di Inggris bermasalah, tidak ada yang menjelekkan Inggris, tapi ketika (masalah) terjadi pada perusahaan Panama, masalahnya menjadi besar dan semua orang menjelekkan Panama."**
Fonseca menjelaskan lebih jauh bahwa setiap tahunnya perusahaannya membantu mendirikan 200.000 perusahaan, namun juga menolak 70%-80% klien karena tidak lolos proses uji tuntas (*diligence*). Menurutnya perusahaannya memang tidak sempurna dan tentu saja ada perusahaan bermasalah yang lolos, namun Mossack Fonseca sejauh ini belum pernah mendapat tuntutan hukum di pengadilan.
Ikuti [Facebook] (https://www.facebook.com/SAYSIndonesia) dan [Twitter] (https://twitter.com/saysindonesia) kami untuk update berita terbaru lainnya!
Image via teen.com

