Saat Yang Ditunggu Pun Tiba, Ahok Akhirnya Meminta Maaf
Phewww, semoga Pilkada DKI damai-damai terus ya, guys
Cover image via Tempo[Pernyataan kontroversial Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)] (http://says.com/id/news/terkait-al-maidah-51-ini-pernyataan-ahok-sebenarnya-yang-tidak-dipotong-potong) di Kepulauan Seribu, Selasa lalu (27/9) memancing debat dan opini.
"Bapak-Ibu nggak bisa pilih saya, ya 'kan. **Dibohongi pakai surat Al-Maidah 51 macam-macam itu**. Itu hak Bapak-Ibu ya. Jadi kalau Bapak-Ibu perasaan nggak bisa pilih nih, karena saya takut masuk neraka, dibodohin 'gitu ya. Gak 'papa, karena ini kan panggilan pribadi Bapak-Ibu. Program ini jalan saja. Jadi Bapak-Ibu nggak usah merasa nggak enak dalam nuraninya nggak bisa milih Ahok."
Al-Maidah:51 merupakan ayat Alquran yang bicara soal preferensi memilih pemimpin. Dalam hubungannya ke isu DKI 1, Ahok–yang bukan seorang muslim–dianggap menghina ayat suci tersebut dan menistakan Islam secara umum.
Walau begitu, pernyataan Ahok dianggap masih 'aman' dan tak menghina oleh sebagian pihak, alih-alih Ahok justru mengonfirmasi bahwa dia tak pernah bermaksud memolitisasi ayat, seperti dilansir [Metro TV News] (http://news.metrotvnews.com/metro/0KvVa6GK-ahok-saya-tidak-berniat-melecehkan-ayat-al-quran).
Image via TV One/Tenor
Pagi ini, Ahok menyampaikan permintaan maafnya terkait statement kontroversialnya tersebut.
Sebelumnya, statement Ahok terkait Al-Maidah mendapatkan reaksi serius.
Selain laporan polisi yang dibuat sejumlah pengacara dari Advokat Cinta Tanah Air (ACTA), netizen pun membuat petisi khusus di Change.org yang mengharuskan Ahok untuk meminta maaf gara-gara ucapannya di Kepulauan Seribu, dikutip dari [Detik] (http://news.detik.com/berita/3315162/37-ribu-orang-teken-petisi-ahok-jangan-lecehkan-ayat-alquran).
Seperti dilaporkan [Tempo] (https://m.tempo.co/read/news/2016/10/09/078810788/dianggap-lecehkan-ayat-al-quran-ahok-dituntut-minta-maaf), Ketua Bidang Agama DPP Partai Demokrat Khatibul Umam Wiranu menganggap bahwa pernyataan Ahok adalah naif dan sama sekali menunjukkan ketidakpahamannya terhadap sejarah umat Islam di Indonesia.
Terlepas dari isu ayat Alquran ini, Pak Gubernur DKI Ahok memang dikenal dengan ceplas-ceplosnya yang bikin penduduk internet di Indonesia deg-degan.

