PPP Ingin BPJS Dipakai Untuk Sembuhkan LGBT, Tapi Menurut Kami Ini Tidak Akan Berhasil

Apalagi menurut WHO, LGBT itu bukan penyakit.

Enlarge text
Cover ImageCover image via SAYS Indonesia
Logo

Musyawarah Nasional (Munas) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang dilaksanakan senin 14 November kemarin merekomendasikan penyembuhan LGBT ditanggung BPJS

Waketum PPP, Tamam Achda mengatakan bahwa **penyembuhan LGBT sebaiknya ditanggung pemerintah melalui BPJS**.

"Kami merekomendasikan kepada pemerintah agar program penyembuhan LGBT ini juga dapat ditanggung oleh BPJS," jelasnya seperti dikutip [Tribunnews] (http://www.tribunnews.com/nasional/2016/11/14/rapimnas-ppp-rekomendasikan-penyembuhan-lgbt-masuk-dalam-program-bpjs-).

Munas PPP merekomendasikan penyembuhan LGBT ditanggung BPJS

Image via JakartaPost

Meski begitu, PPP tidak menjelaskan seperti apa proses penyembuhan LGBT itu seharusnya dilakukan

PPP hanya menjelaskan bahwa tindakan ini dianggap perlu karena LGBT adalah perbuatan haram dan melanggar hukum.

"Ini tegas, **karena LGBT adalah haram bagi Islam dan juga telah menyalahi hukum di Indonesia**," kata Tamam.

Waketum PPP, Tamam Achda

Image via LinkedIn/Tamam Achda

Tapi benarkah LGBT itu penyakit? World Health Organization (WHO) [menyatakan tidak] (https://en.wikipedia.org/wiki/Homosexuality).

[ICD-10] (https://en.wikipedia.org/wiki/ICD-10), dokumen daftar klasifikasi medis oleh **WHO menyatakan homoseksualitas bukan penyakit kejiwaan**.

Asosiasi Psikiater Amerika (American Psychiatric Association) juga menyatakan bahwa "**homoseksualitas tidak menunjukkan adanya pelemahan pengambilan keputusan, stabilitas, keandalan, atau keahlian sosial dan kejuruan**."

[Kepala Operasional Korps Dinas Kesehatan Amerika] (https://en.wikipedia.org/wiki/Surgeon_General_of_the_United_States) bahkan merilis laporan yang menyatakan "tidak ada bukti ilmiah bahwa orientasi seksual dapat diubah."

Di berbagai negara maju seperti Islandia (kiri), Belgia (tengah), dan Luxemburg (kanan) penyuka sesama jenis bahkan dapat menjalankan tugas sebagai Perdana Menteri

Image via SAYS Indonesia

Berbagai metode sebenarnya pernah dicoba namun tidak efektif. Salah satu yang paling ekstrem adalah metode bedah testikel oleh [Sigmund Freud] (https://en.wikipedia.org/wiki/Sigmund_Freud).

Dalam metode ini, Sigmund membedah dan mengambil testikel dari laki-laki heteroseksual dan ditanamkan pada laki-laki homoseksual dengan harapan orientasi seksual si pasien berubah. Hasilnya? Tentu saja gagal.

Sigmund Freud

Image via hannaharendtcenter.org

Metode lain adalah dengan sengat listrik

[Sebuah rumah sakit di Cina] (http://www.mirror.co.uk/news/world-news/barbaric-electric-shock-therapy-being-6803050) yang mengklaim dapat menyembuhkan homosekualitas ternyata menggunakan cara yang tidak manusiawi.

Salah satu **metodenya adalah dengan menunjukkan foto yang menarik bagi homoseksual lalu menyetrumnya dengan sengatan listrik**.

Dokter di rumah sakit tersebut bahkan mengatakan, '**Refleksmu adalah jika kamu melihat orang dengan jenis kelamin yang sama, kamu merasa suka. Sekarang saya ingin kamu merasa takut**."

Metode ini juga sempat populer di Amerika sebelum akhirnya pada tahun 1994 Asosiasi Psikiater Amerika menyatakan [metode ini berbahaya dan tidak memberikan efek] (https://en.wikipedia.org/wiki/Sexual_orientation_change_efforts).

Terapi sengat listrik di Cina

Image via SBS/Mirror.co.uk

Proses terapi sengat listrik pada tahun 1949

Image via Herbert Gehr/tumblr.commiepinkofag

Bagaimana dengan terapi dan konseling? Menurut Asosiasi Psikiater Amerika (APA), [tidak berhasil juga] (http://www.hrc.org/resources/the-lies-and-dangers-of-reparative-therapy).

Menurut laporan APA, dari semua penelitian tentang terapi perubahan orientasi seksual, "hasil dari **penelitian ilmiah yang valid menunjukkan mengurangi ketertarikan dengan sesama jenis** dan meningkatkan ketertarikan dengan lawan jenis **tidak dapat dihasilkan dengan terapi perubahan orientasi seksual**."

Bagaimana menurutmu? Apakah BPJS untuk penyembuhan LGBT itu perlu atau cuma buang anggaran? Beritahu kami di kolom komentar ya.

Dan jangan lupa like [Facebook] (http://bit.ly/saysidfb), follow [Twitter] (http://bit.ly/saysidtwitter), dan [Subscribe] (http://bit.ly/saysidsubscribe) SAYS Indonesia untuk berita komprehensif lainnya

Berita ini mengingatkan kami pada Tragedi Orlando yang ironisnya didukung sebagian masyarakat Indonesia

Baca juga berita lainya

Read more trending stories on SAYS

You may be interested in: