Penelitian: Indonesia Termasuk Negara Paling Tidak Toleran Dengan Kebebasan Berpendapat
Baik itu kritikmu pada kebijakan pemerintah, atau pendapatmu tentang isu agama.
Cover image via SAYS IndonesiaApakah kamu pernah mengungkapkan pendapat baik di sosial media maupun secara langsung tapi dianggap pendukung 'Mamarika'? Atau pendukung 'Wahyudi'? Atau dianggap menyimpang, tidak cinta tanah air, dan berbagai label lainnya?
Image via SAYS Indonesia
Tidak aneh jika kamu pernah mengalaminya, karena menurut penelitian oleh [Pew Research Center] (http://www.pewglobal.org/2015/11/18/appendix-a-3/) Indonesia berada di bawah rata-rata untuk urusan toleransi terhadap kebebasan berpendapat
Di dalam survey yang dilakukan pada akhir tahun 2015 lalu ini, perilaku masyarakat dari 38 negara diukur untuk menentukan tingkat toleransi mereka terhadap kebebasan berpendapat.
Dari 38 negara yang disurvey, Indonesia berada di urutan 26 dengan nilai di bawah rata-rata
Malaysia tidak termasuk di dalam indeks karena salah satu pertanyaan tidak ditanyakan ke responden. Akibatnya hanya 37 negara yang ada di indeks.
Image via Pew Research Center
**Nilai toleransi** terhadap kebebasan berpendapat masyarakat **Indonesia hanya 3,46**. Angka ini berada **di bawah rata-rata** semua negara responden **yakni 4,07**. Negara tetangga, Filipina, bahkan mendapat nilai 4,60 atau lebih tinggi dari nilai rata-rata.
Dari hasil survey ini terlihat bahwa sebagian masyarakat Indonesia tidak terlalu toleran terhadap pembahasan isu-isu sensitif
Di dalam survey ini, responden diberikan 8 [pertanyaan substansial] (http://www.pewglobal.org/files/2015/11/Pew-Research-Center-Democracy-Report-FINAL-TOPLINE-FOR-RELEASE-November-18-2015-.pdf) yang mencerminkan pandangan mereka tentang kebebasan berpendapat.
**Para responden ditanya apakah sebaiknya masyarakat memiliki kebebasan berpendapat terhadap berbagai isu sensitif** atau sebaiknya pemerintah membatasi hal tersebut.
**Sebagian besar beranggapan sebaiknya ada batasan dari pemerintah** untuk isu berikut:
1. Kritik terhadap kebijakan pemerintah (23% setuju)
2. Pernyataan sensitif menyangkut kaum minoritas (69% setuju)
3. Pernyataan sensitif tentang agama (67% setuju)
4. Pernyataan yang dapat menimbulkan protes anarkis (69% setuju)
5. Pernyataan yang mengandung unsur seksual (69% setuju)
Florence Sihombing dihukum penjara 2 bulan setelah dianggap menghina Yogyakarta Sementara Ahok baru-baru ini menuai protes karena ucapannya yang dianggap menistakan agama
Image via SAYS Indonesia
Sebagian masyarakat juga berpendapat pergerakan media sebaiknya dibatasi pemerintah
Di dalam survey, responden juga diminta memberikan pendapat **apakah sebaiknya pemerintah dapat membatasi media untuk melaporkan 3 hal ini**:
a. Protes politik besar-besaran (36% setuju)
b. Isu ekonomi yang dapat mengganggu kestabilan negara (35% setuju)
c. Isu sensitif terkait keamanan negara (48% setuju)
Agustus lalu, beberapa jurnalis mendapat tindak kekerasan saat meliput bentrokan antara TNI AU dengan warga di Sarirejo, Polonia Medan
Image via news.okezone.com

