Inilah Kronologi Penampakan Indonesia Dalam Film Dokumenter Terbaru Leonardo DiCaprio
Jangan bangga dulu.
Cover image via Before the Flood"Saya tidak pernah melihat yang seperti ini sebelumnya"
Ungkapan Leonardo DiCaprio saat menyaksikan tebalnya kabut asap akibat kebakaran hutan yang berasal dari lahan hutan di bawah helikopter yang ia tumpangi.
Image via BeforeTheFlood
Demikian komentar pertama Leo di menit pertama saat penampakan Indonesia muncul dalam film dokumenter terbarunya berjudul **Before The Flood** yang rilis pada Minggu, 30 Oktober 2016 lalu.
Film arahan sutradara pemenang Academy Awards Fisher Stevens ini mengangkat isu pemanasan global yang semakin mengkhawatirkan. Film memunculkan Leonardo DiCaprio yang melakukan perjalanan ke berbagai belahan dunia untuk terjun langsung melihat dampak dari pemanasan global. Leo juga berkesempatan untuk bertemu tokoh-tokoh besar seperti Barack Obama, Bill Clinton, Pope Francis dan (kini) mantan SekJen PBB Ban Ki-moon untuk memperbincangkan isu ini.
**Indonesia muncul di menit ke-46 selama total kurang lebih 10 menit dalam film berdurasi 1 jam 35 menit tersebut.**
Adegan pertama yang memunculkan Indonesia dalam film menyorot Leo tengah memperhatikan pemandangan hutan di Sumatera yang tertutup kabut asap tebal akibat kebakaran hutan
"Ini alami (wajar)?", tanya Leo terperangah pada Farwiza, aktivis hijau Indonesia yang mendampingi dan menjadi narasumber Leo selama kunjungannya ke Indonesia.
"Tidak. Ini sama sekali tidak alami (wajar)", jawab Farwiza.
Image via BeforeTheFlood
Narator kemudian memperkenalkan Indonesia sebagai negara yang memiliki satu dari tiga hutan hujan tropis yang tersisa di dunia
Hutan yang menjadi rumah bagi setengah populasi flora dan fauna di dunia tersebut berada di Congo Basin di Afrika, Amazon di Amerika bagian Selatan, dan hutan hujan tropis di kawasan Asia Tengara dengan Ekosistem Leuser yang membentang di Sumatera Utara sebagai salah satu yang terbesar dan terkaya.
Di Indonesia, hamparan hutan tersebut sengaja dibakar untuk menyediakan lahan bagi perkebunan kelapa sawit, demikian narasi berlanjut
Narator menjelaskan bagaimana kelapa sawit menjadi sumber dari produksi minyak sayur yang kemudian dapat ditemui di minyak untuk memasak, makanan olahan, kosmetik, serta produk deterjen.
**Sumber murah yang mengorbankan bentangan lahan hutan ini memberikan profit dalam jumlah sangat besar bagi perusahaan yang berada di balik jalannya perkebunan kelapa sawit.**
Adegan selanjutnya menampilkan kunjungan Leo dan tim ke Ekosistem Leuser
"We are standing in the last place on earth that still has Elephant, Rhino, Orangutan, and Tiger together in the wild."
*"Kita berdiri di satu-satunya tempat di dunia yang masih memiliki Gajah, Badak, Orangutan, dan Macan (hidup) bersama-sama di alam liar."*
Image via BeforeTheFlood
Farwiza kemudian menjelaskan bahwa ekspansi perkebunan kelapa sawit sudah mengambil alih 80% dari lahan hutan di Indonesia
"Perusahaan (kelapa sawit) menyogok pemerintah untuk mengeluarkan izin bagi mereka untuk mulai membakar lahan", ujar aktivis perempuan peraih penghargaan *Whitley Awards* atau *Green Oscars* tersebut kepada Leo.
Pesan selanjutnya yang disampaikan adalah bagaimana pembakaran lahan yang masih terus berlanjut ini mengancam keberlangsungan hidup manusia terutama mereka yang tinggal di kawasan hutan juga ekosistem hewan termasuk spesies langka seperti Gajah, Orangutan, Badak, dan Macan.
Image via BeforeTheFlood
Film kemudian menyorot Leonardo DiCaprio mengunjungi sekawanan Orangutan di balik kandang konservasi.
Mereka terpaksa menjadi 'pengungsi' karena telah kehilangan rumah di alam liar akibat aktivitas pembakaran hutan untuk lahan kelapa sawit.
"Apa yang terjadi dengan Orangutan lainnya?", tanya Leo pada Ian Singleton, pimpinan konservasi dari Paneco Foundation.
*"Mereka tidak terselamatkan."*
Bagian akhir dari porsi Indonesia dalam film ditutup dengan sebuah pertanyaan:
"Mengapa pemerintah tidak membuat larangan untuk mencegah perusahaan-perusahaan besar ini menghancurkan planet (Bumi) hanya demi menghemat biaya produksi mereka?"
Berikut keseluruhan film yang dapat disaksikan di akun Youtube resmi [National Geographic] (https://www.youtube.com/watch?v=90CkXVF-Q8M)
Selamat menyaksikan dan merenungkan 🙂
Pantau terus [Facebook] (http://bit.ly/saysidfb), [Twitter] (http://bit.ly/saysidtwitter) dan [Subscribe] (http://bit.ly/saysidsubscribe) SAYS Indonesia untuk berita terhangat lainnya
Image via SAYS

