Heboh ‘Lelaki Kardus’, Sebagian Masyarakat Dukung Pemerintah Blokir Penyebaran Video Ini
"Tapi lantaran Pro-Perlindungan Anak atau Pro-Poligami, nih?"
Cover image via SAYS IndonesiaLagu 'Lelaki Kardus' saat ini sedang viral dan diperbincangkan netizen Indonesia karena pesan dan lirik yang dianggap tidak sesuai dinyanyikan oleh penyanyinya yang saat itu masih berusia belasan tahun
Lirik:
*Bapakku kawin lagi, aku ditinggalin
Aku sakit hati, ibuku diduain
Ibuku minta cerai tapi dipukulin
Bapakku pengkhianat, Ibuku dibohongin…*
Lalu muncul bagian mengumpat kepada sosok bapak yang sedang diceritakan dalam lagu:
*Lelaki kerdus, lelaki karpet, lelaki kencrot, lelaki bangkrut, lelaki mencret, lelaki karbet, lelaki bang**t…*
Adalah Nova Rizki Romadhon yang pada saat lagu ini diproduksi beberapa tahun silam umurnya masih sangat belia
Saat ini Nova sudah menginjak umur 15 tahun. Melansir laporan wawancara eksklusif oleh [Detik.com] (http://news.detik.com/berita/3245131/ibunda-nova-penyanyi-cilik-lelaki-kerdus-memang-kenapa-ini-kisah-nyata), Ibu kandung dari Nova mengaku tidak mempermasalahkan anaknya menyanyikan lagu tersebut. Ujarnya, sudah menjadi keinginannya untuk melihat anaknya berkembang sebagai penyanyi. Disampaikan juga bahwa nyanyian Nova memang sudah diperdengarkan dalam berbagai acara musik hingga ke Malang.
"Memangnya kenapa? Biar saja menyanyikan lagu. Ini terinspirasi kisah nyata," jelas Nurul dengan logat madura yang kental.
Image via Youtube
Lirik yang ada dalam lagu terinspirasi oleh pengalaman pribadi istri dari sang penulis
Ahmad Sawadi yang diketahui sebagai penulis lagu merupakan pemilik grup organ tunggal yang sudah cukup terkenal di sekitar Malang dan Probolinggo. Menurut pengakuannya, ide cerita yang tercermin dalam lirik berangkat dari kisah nyata istrinya sendiri di masa kecil. Nurul, demikian istri Ahmad Sawadi ini disapa, membenarkan bahwa lirik lagu itu menggambarkan masa kecilnya dan karena itu lah diperlukan anak-anak untuk menyanyikan lagu tersebut, tambahnya.
Image via Youtube
Pemerintah segera berupaya menghentikan peredaran klip video ini dari dunia maya
Melansir laporan terakhir dari [CNN Indonesia] (http://www.cnnindonesia.com/teknologi/20160630092142-185-142001/kominfo-surati-google-minta-video-lelaki-kardus-dihapus/), Kepala Pusat Informasi dah Humas Kementerian Kominfo Ismail Cawidu sudah menghubungi Ahmad Sawadi si pencipta lagu untuk menurun-tayangkan video ini di Youtube. Selain itu, pemerintah juga dikabarkan segera menulis surat kepada Youtube untuk bekerja sama dengan pemerintah memastikan peredaran video klip ini dapat diatasi.
Sementara itu, Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPA) meminta masyarakat untuk turut berperan dengan tidak menyebarkan video ini lagi ke jejaring media sosial mereka. Pihak LPA meminta masyarakat untuk sadar bahwa lagu ini tergolong sangat 'tidak ramah anak'.
Dosen Komunikasi Universitas Indonesia [Ade Armando] (http://www.sbs.com.au/news/article/2016/07/01/anti-polygamy-song-barred-indonesia) menyampaikan bahwa dia mengerti mengapa pemerintah segera mengambil langkah untuk memblokir video ini dari peredaran. Dirinya setuju bahwa isu perceraian, perselingkuhan, kekerasan pada wanita dan anak-anak tidak perlu diangkat secara sensasional seperti itu. Apa yang Ade khawatirkan justru bagaimana mudahnya pemerintah mengambil langkah sejenis itu tanpa meminta tanggapan publik terlebih dahulu. Dirinya mengungkit kembali contoh kasus berkeputusan satu pihak tentang larangan peredaran emoji bertemakan LGBT dan juga tentang masuknya netflix ke Indonesia.

