Tuntutan #BubarkanKPK Berdatangan Bahkan Sampai ‘Trending’. Tapi Kenapa?

Haruskah KPK dibubarkan atau ini hanya konspirasi para koruptor?

Enlarge text
Cover ImageCover image via SAYS Indonesia
Logo

Saat ini para netizen di Indonesia sedang sibuk meneriakkan tuntutan untuk membubarkan KPK

Pada saat berita ini ditulis, tagar #BubarkanKPK pun telah menjadi kicauan paling trending selama lebih dari 6 jam di Twitter

Image via SAYS Indonesia

Image via SAYS Indonesia

Image via SAYS Indonesia

Beberapa netizen bahkan mengganti Komisi Pemberantasan Korupsi menjadi singkatan lain mulai dari…

Image via SAYS Indonesia

Hingga yang berbau rasis seperti…

Image via SAYS Indonesia

Image via SAYS Indonesia

Karenanya, pada saat berita ini ditulis tagar #BubarkanKPK menjadi trending hingga lebih dari 6 jam

Image via SAYS Indonesia

Tapi… kenapa? Apa salah KPK sampai netizen menuntut harus dibubarkan?

Alasan munculnya tuntutan #BubarkanKPK adalah pernyataan KPK bahwa hasil audit BPK tentang pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras tidak cukup untuk dijadikan bukti adanya korupsi

Anggota komisioner KPK, Saut Situmorang, melalui [Metrotv] (http://news.metrotvnews.com/metro/nbwd4BBk-kpk-audit-bpk-tak-cukup-jadi-alat-bukti-kasus-sumber-waras) pada hari Rabu, 27 April 2016 mengatakan bahwa hasil audit dari BPK sudah diterima KPK namun belum cukup untuk menjadi bukti adanya korupsi dalam kasus pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras.

"**Dari audit BPK memang ada kerugian, tapi apakah itu mengarah pada korupsi? Kami belum dapat menyimpulkan**. Penyelidikan masih berjalan. Jika tidak, ya itu masuk ranah BPK," ungkapnya.

Menurutnya, **tidak tertutup kemungkinan nanti bukti-bukti baru akan muncul dan dapat diinvestigasi lebih lanjut**. Namun sejauh ini KPK masih belum menemukan cukup bukti untuk menyatakan adanya korupsi dalam kasus ini.

Saut Situmorang, anggota komisioner KPK

Image via liputan6

Sebelumnya, KPK sempat memanggil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, sebagai saksi untuk memberikan keterangan tentang pembelian lahan rumah sakit sumber waras oleh Pemprov DKI

Pemanggilan Ahok oleh KPK dilakukan setelah hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menunjukkan **pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras seharga 800 Miliar Rupiah terlalu mahal dan mengakibatkan kerugian negara mencapai 191 Miliar Rupiah**.

Ahok menyatakan bahwa pembelian lahan tersebut tidak menyebabkan kerugian apapun kepada negara. Melalui [BBC Indonesia] (http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/04/160412_indonesia_ahok_sumber_waras) pada 12 April lalu, Ahok mengatakan, "KPK dan BPK sudah pernah minta audit investigasi. **Sekarang saya justru ingin tahu KPK mau nanya apa? Orang jelas BPK-nya ngaco begitu kok**."

Selain menghujat KPK, berbagai reaksi lain dari netizen pun bermunculan dengan adanya #BubarkanKPK

Mulai dari yang kebingungan…

Image via SAYS Indonesia

Atau yang menganggap #BubarkanKPK hanya buatan haters-nya Ahok

Image via SAYS Indonesia

Image via SAYS Indonesia

Dan yang menganggap #BubarkanKPK salah sasaran…

Image via SAYS Indonesia

Bahkan yang menganggap #BubarkanKPK justru adalah pedukung koruptor

Image via SAYS Indonesia

Image via SAYS Indonesia

Image via SAYS Indonesia

Lalu, apa pendapat Anda? Tuliskan di kolom komentar?

Dan jangan lupa ikuti [Facebook] (https://www.facebook.com/SAYSIndonesia/) dan [Twitter] (https://twitter.com/SAYS_ID) SAYS Indonesia untuk berita trending lainnya

Image via creativebloq

Untuk berita selengkapnya, Anda dapat membacanya disini

Read more trending stories on SAYS

You may be interested in: