Menurut Pengamat, Pertarungan Pilgub Sebenarnya Adalah Antara Anies Dan Agus
Karena penduduk Jakarta adalah pendukung Ahok dan Non-Ahok.
Cover image via SAYS IndonesiaPengamat politik mengatakan bahwa pertarungan sebenarnya di Pilgub DKI nanti adalah antara Anies Baswedan dan Agus Yudhoyono karena target pemilih kedua cagub tersebut serupa
Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia (Lima), [Ray Rangkuti] (http://www.thejakartapost.com/news/2016/09/25/real-battle-in-jakarta-election-between-anies-and-agus-analyst-says.html), berpendapat bahwa pasangan Anies-Sandiaga dan Agus-Sylviana memiliki target pemilih serupa, yakni penduduk muslim dan penduduk berpenghasilan menengah ke bawah di Jakarta.
Hal ini sedikit berbeda dengan Ahok yang target pemilihnya juga mencapai masyarakat non-muslim dan keturunan Tionghoa di Jakarta
Seperti dikutip [JakartaPost] (http://www.thejakartapost.com/news/2016/09/25/real-battle-in-jakarta-election-between-anies-and-agus-analyst-says.html), Ray mengatakan bahwa "hampir di semua survey, dukungan untuk Gubernur DKI Jakarta Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama adalah sekitar 40 persen… dan dia hanya perlu 11 persen saja untuk memenangkan pilgub"
Menurut pengamat, baik Anies maupun Agus memerlukan program yang realistis agar dapat mengalahkan Ahok
Seperti dikutip [JakartaPost] (http://www.thejakartapost.com/news/2016/09/26/new-candidates-need-realistic-programs-to-beat-ahok-says-observer.html), pengamat politik dari Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Sebastian Salang, mengatakan bahwa **Cagub *non-incumbent* akan mengalami kesulitan untuk mengalahkan Ahok di Pilgub DKI 2017**. Menurut Sebastian, hal ini karena masyarakat melihat Jakarta mengalami perbaikan di masa jabatan Ahok, termasuk transparansi anggaran dan pelayanan kepada masyarakat yang lebih baik.
Sebastian Salang, pengamat politik dari Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi)
Image via elshinta.com
Cagub *non-incumbent* yang dimaksud oleh Sebastian adalah pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang diusung partai Gerindra dan PKS (**total 24 kursi di DPR**) serta pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni yang diusung Partai Demokrat, PPP, PKB, dan PAN (**total juga 24 kursi di DPR**). Di sisi lain, pasangan *incumbent* Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat diusung oleh partai Golkar, Nasdem, Hanura, dan PDI-P (**total 52 kursi di DPR**).

