Mengapa Tempat Voting Di Amerika Aneh-Aneh Seperti Di Garasi Dan Salon?
Kalau di Indonesia kan TPS selalu di tempat umum seperti sekolah dan lapangan.
Cover image via SAYS IndonesiaJika kamu selama ini selalu nyoblos di tempat umum seperti sekolah atau lapangan di RT-mu…
Image via pusakaindonesia.org
Kamu mungkin akan terkejut melihat tempat voting di Amerika yang tidak biasa, seperti di salon
Image via theguardian.com
Supermarket
Image via theguardian.com
Hingga tempat bermain bilyard
Image via theguardian.com
Pertanyaannya, mengapa?
Penjelasannya sederhana, tujuannya adalah untuk meningkatkan jumlah orang yang menggunakan hak pilihnya
Menurut [Washington Post] (https://www.washingtonpost.com/news/post-politics/wp/2014/11/10/voter-turnout-in-2014-was-the-lowest-since-wwii/), **jumlah orang yang menggunakan hak pilihnya di Amerika sangat rendah**.
Pada **tahun 2012** saat Presiden Obama terpilih kedua kalinya, hanya **58% penduduk Amerika menggunakan hak pilih**.
Untuk **pemilu non-presiden** di Amerika (pemilu legislatif misalnya), jumlahnya **bahkan lebih rendah lagi**. Tahun 2014 lalu, jumlah penduduk yang menggunakan hak pilih hanya 36,4%.
**Sebagai perbandingan, pada pemilu presiden Indonesia** tahun 2014 saat Jokowi terpilih **[69,58% penduduk menggunakan hak pilihnya] (https://en.wikipedia.org/wiki/Indonesian_presidential_election,_2014)**.
Untuk pemilu legislatif Indonesia bahkan jauh lebih baik. Pada tahun 2014, [75,11% penduduk menggunakan hak pilihnya] (https://en.wikipedia.org/wiki/Indonesian_legislative_election,_2014).
Data penduduk yang menggunakan hak pilih di Amerika. Biru untuk pemilu presiden, Oranye untuk pemilu legislatif.
Image via pbs.ord
Selain itu, tempat voting yang lebih tersebar juga memudahkan penduduk untuk memilih
Berdasarkan tradisi, **pemilu presiden di Amerika selalu [dilakukan pada hari Selasa] (http://www.abc.net.au/news/2016-11-08/why-do-americans-vote-on-a-tuesday/7997998)**. Karenanya membuat tempat voting di daerah perumahan tidak terlalu berdampak besar karena **sebagian besar pemilih sedang bekerja**.
Untuk itu, tempat voting dibuat di berbagai tempat yang dekat dengan warga saat itu, misalnya perkantoran.
**Selain itu, lokasi erat kaitannya dengan biaya**. [Penelitian] (http://www.journals.uchicago.edu/doi/10.1111/j.1468-2508.2005.00329.x) juga menunjukkan bahwa sedikit perubahan jarak tempat voting saja memberi pengaruh besar terhadap jumlah pemilih.
Dan karena tempat voting lebih banyak, warga tidak perlu menghabiskan waktu mengantri
Pada tahun 2012, warga harus [berdiri hingga 6 jam] (https://www.facingsouth.org/2012/11/why-long-lines-are-a-voting-rights-issue.html) untuk pemilu di Miami, Florida.
Pada tahun 2008 di Negara Bagian Georgia, warga bahkan mengantri [hingga 12 jam] (https://www.facingsouth.org/2008/10/voting-rights-watch-long-lines-a-voting-rights-issue.html) untuk memilih.
Karena itulah tempat voting di Amerika lebih tersebar dan berada di tempat tidak biasa, bahkan di kafe
Image via AP/Buzzfeed
Tempat mesin cuci
Image via AP/Buzzfeed
Bahkan di dalam rumah orang, salah satu tujuannya agar pemilih yang menyandang disabilitas tetap bisa memilih
Image via Reuters/Buzzfeed
Seorang astronot NASA bahkan memilih dari luar angkasa
Image via Tumblr/NASA
Menurut [NASA] (http://nasa.tumblr.com/post/152733055774/vote-while-you-float-an-astronaut-voting-story), David Wolf adalah astronot pertama yang melakukan voting di luar angkasa pada tahun 1997.
Tahun ini, astronot Shane Kimbrough melakukan hal yang sama.

