Memang Telat Namun Tetap Tidak Ada Alasan Untuk Tunda Sadari #YYadalahKita
Satu bulan sejak jasad YY ditemukan di jurang setelah diperkosa bergiliran oleh 14 pemuda.
Cover image via voanews.com4 April 2016, YY, siswi SMP 14 tahun asal Bengkulu, ditemukan tewas dalam dasar jurang sedalam lima meter setelah sebelumnya diperkosa bergiliran oleh 14 pemuda
Jenazah ditemukan tanpa busana tertutup daun pakis dalam posisi menelungkup dengan kedua kaki bertekuk ke dada dan seperti dikutip dari [Harian Rakyat Bengkulu] (http://harianrakyatbengkulu.com/ver3/2016/04/05/siswi-smp-dibunuh/), saat diselidiki pihak kepolisian setempat dan hasil visum tim medis, terdapat tanda kekerasan pada kemaluan korban, serta tanda lebam bekas pukulan di bagian muka.
Kabar terakhir yang diterima dari korban sebelum kejadian adalah Sabtu pagi, 2 April, saat ia pamit pergi ke sekolah
Masih menurut pemberitaan dari [Harian Rakyat Bengkulu] (http://harianrakyatbengkulu.com/ver3/2016/04/05/siswi-smp-dibunuh/), peristiwa terjadi saat korban dalam perjalanan pulang dari sekolah, masih dengan seragam SMP-nya. Salah satu dari pelaku menyekapnya dan mulai memperkosa korban secara bergiliran kemudian melempar jasadnya ke jurang sedalam lima meter di pinggiran Desa Kasie Kasubun, Kecamatan Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rajang Belong, Bengkulu.
12 pelaku sudah tertangkap dan 2 lainnya yang sudah tidak berada di Bengkulu masih dalam pengejaran polisi
7 dari 14 pelaku masih masuk kategori Anak menurut UU No.23 tentang Perlindungan Anak tahun 2002 maka terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun. IPTU Eka, juga dari pemberitaan VOA Indonesia, mengatakan meskipun demikian, mereka paling tidak akan dikenakan hukuman separuhnya. Tergantung keputusan hakim, tambahnya.
**Dikutip dari [MetroTV] (http://news.metrotvnews.com/daerah/8koR2pMb-pembunuh-abg-bengkulu-bertindak-dalam-keadaan-sadar), Kasat Reskrim Polres Rejang Lebong AKP Chusnul Qomar mengakui pelaku melakukan pemerkosaan di bawah pengaruh alkohol. Namun, dalam melakukan tindak pembunuhan tersebut, semua dalam keadaan sadar.**
Dua dari pelaku masih menjadi buronan polisi. Keduanya dikabarkan sudah berada di luar Bengkulu namun polisi sudah mendapatkan identitas mereka.
Mengapa baru sekarang berita ini menjadi perhatian masyarakat luas?
Sebelumnya, tidak banyak media melakukan pemberitaan tentang kejadian yang terjadi hampir sebulan lalu ini. Mengutip [BBC Indonesia] (http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/05/160502_trensosial_yuyun?ocid=socialflow_facebook) kata kunci dengan nama korban di Twitter mulai naik grafiknya pada akhir pekan lalu dengan jumlah kicauan lebih dari 1.800 kali. Hal itu pun awalnya dipicu oleh inisiatif sejumlah netizen dengan kicau di sosial media masing-masing dengan beragam tagar. Salah satunya adalah #NyalaUntukYuyun yang dimulai oleh vokalis Tika and The Dissident Kartika Jahja dalam akun twitter @kartikajahja.
Bersama dengan *tweet* tersebut, Kartika juga mengunggah video pendek representasi #NyalaUntukYuyun yang kemudian diikuti sejumlah netizen lainnya dan diunggah di laman Facebook Kolektif Betina berikut ini.
Banyak yang menyadari dan menyayangkan bahwa naiknya kasus ini menjadi sorotan sudah bisa dibilang terlambat. Ini salah satunya tidak lepas dari minimnya pemberitaan di luar media lokal yang mengangkat kasus ini. Seperti apa yang Kartika Jahja katakan pada [Rappler Indonesia] (http://www.rappler.com/indonesia/131402-nyala-untuk-yuyun-korban-pemerkosaan), "Aku cukup kaget, ternyata berita ini sudah lama tapi kurang dapat perhatian publik dan media. Sekarang yang terpenting adalah publik tahu dulu tentang berita ini," ujar Kartika.
Dalam kesempatan yang sama, Kartika mengatakan bahwa tagar #NyalaUntukYuyun yang ia gencarkan menandai peristiwa ini yang menurutnya gelap dan 'nyala' sebagai simbol harapan bagi Yuyun dan kasus-kasus lainnya untuk memperoleh titik terang.
[KOMNAS Perempuan] (http://www.voaindonesia.com/content/pemerkosaan-terhadap-yuyun-picu-kemarahan-publik/3312329.html) menilai kasus ini sebagai peringatan keras bagi pemerintah supaya segera mensahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual yang sudah masuk dalam Prolegnas 2016. KOMNAS Perempuan mencatat kasus kekerasan seksual tahun 2016 naik menjadi peringkat kedua dengan jumlah kasus perkosaan mencapai 2.399 kasus atau 72%, pencabulan mencapai 601 kasus atau 18%, sementara kasus pelecehan seksual mencapai 166 kasus atau 5%.
#YYadalahKita
Semangat Kartika dan masyarakat lain dalam menyalakan semangat solidaritas menyuarakan kasus YY sejauh ini berdampak sangat baik. Masyarakat luas kini tahu keberadaan kasus ini dan banyak media yang sudah mengangkat ini ke pemberitaan mereka.
Tindak lanjut berupa aksi turun lapangan pun sudah beberapa kali digaungkan. Salah satunya adalah aksi Save Our Sisters (SOS) yang pada Rabu, 4 Mei 2016 pukul 16.00 WIB akan turun ke jalan di depan Istana, Jakarta.
Mereka juga mengajak masyarakat di seluruh Indonesia untuk membunyikan klakson atau sirine sebanyak 3 kali pada pukul 17.30 sebagai tanda bahaya terhadap kasus-kasus kekerasan seksual yang menimpa para perempuan di Indonesia.
Berikut adalah video dokumentasi milik Kompas.com yang kurang lebihnya merangkum peristiwa dibalik #NyalaUntukYuyun
Ikuti [Facebook] (https://www.facebook.com/SAYSIndonesia/) dan [Twitter] (https://twitter.com/SAYS_ID) kami untuk update berita terbaru!
Image via bestanimations.com

