LSI: Popularitas Ahok Menurun Hampir Setengahnya Karena 4 Alasan Ini
Sementara itu, popularitas calon lain terus mengejar.
Cover image via SAYS IndonesiaLingkaran Survey Indonesia (LSI) baru-baru ini merilis [hasil survey] (http://www.thejakartapost.com/news/2016/10/05/ahok-in-striking-distance-survey-says.html) yang menunjukkan popularitas Ahok terjun bebas hingga hanya sekitar 30%
Pada bulan Maret 2016 lalu, [survey dari LSI] (https://www.merdeka.com/politik/survei-lsi-sebut-elektabilitas-popularitas-ahok-terus-turun.html) menunjukan bahwa elektabilitas Ahok berada di 59,3% namun **survey pada bulan Oktober menunjukkan penurunan drastis menjadi hanya 31,4%**.
Tidak hanya elektabilitas, daya tariknya pun menurun. Pada bulan Maret lalu, survey LSI menunjukkan 71,3% masyarakat menyukai Ahok. Namun, angka ini menurun menjadi 58,2% pada bulan Oktober.
[Adjie Alfaraby] (https://www.merdeka.com/politik/survei-lsi-sebut-elektabilitas-popularitas-ahok-terus-turun.html) dari LSI mengatakan setidaknya ada empat alasan yang menyebabkan popularitas Ahok menurun
Keempat alasan tersebut adalah:
1. Berbagai **kebijakan Ahok yang kontroversial**, diantaranya penggusuran di Jakarta dan kebijakan reklamasi teluk.
2. **Isu personal** seperti kebiasaan Ahok dalam menggunakan kata-kata kasar dan dianggap congkak.
3. **Isu primordial** seperti keinginan sebagian penduduk Jakarta yang tidak ingin dipimpin oleh gubernur non-muslim atau keturunan Tionghoa.
4. **Munculnya calon lain** membuat Ahok tidak lagi jadi satu-satunya yang dianggap 'pembawa perubahan'.
Ketiga alasan pertama sebenarnya sudah ada sejak lama, namun alasan keempat membuat penurunan popularitas Ahok menjadi signifikan
Tokoh-tokoh yang sebelumnya dianggap akan menjadi rival Ahok tidak cukup populer. Tokoh seperti **Ahmad Dhani, Yusril Ihza Mahendra, Haji Lulung, atau Rizal Ramli tidak pernah mendapat *rating* tinggi dari survey manapun**. Satu-satunya tokoh yang cukup populer adalah Risma, walaupun [dirinya berulang kali mengatakan tidak akan maju] (http://says.com/id/news/tri-rismaharini-tidak-calonkan-diri-jadi-gubernur-dki-tapi-dukungan-malah-berdatangan) sebagai cagub DKI.
**Hal ini berbeda ketika tokoh-tokoh lain yang populer seperti Anies Baswedan dan Sandiaga Uno juga mencalonkan diri**. Walaupun terhitung baru di dunia politik, popularitas Agus Yudhoyono juga naik dengan cepat karena pengaruh ayahnya.
Munculnya tokoh seperti Sandiaga dan Anies Baswedan membuat elektabilitas Ahok menurun
Image via merdeka.com
Meski begitu, kesimpulan apapun belum dapat diambil dari survey ini. Salah satunya karena lebih dari 28% masyarakat masih belum menentukan pilihan.
Image via JakartaPost
Baik survey LSI pada bulan Oktober maupun survey Poltracking pada bulan September secara konsisten menunjukkan bahwa **lebih dari 25% masyarakat masih belum menentukan pilihan**. Berbagai hal yang terjadi hingga pilgub pada bulan Februari 2017 nanti dapat mengubah keadaan.
Jika dianalisa berdasarkan agama pemilih pun, **elektabilitas Ahok masih paling tinggi diantara pemilih muslim**. Survey LSI menunjukkan bahwa **27,7% penduduk muslim Jakarta menyatakan mendukung Ahok**, disusul dengan Anies sebanyak 22.8 persen dan Agus dengan 20.6 persen. Untuk penduduk non-muslim, angka ini bahkan lebih tinggi lagi. **83.3 persen penduduk non-muslim Jakarta menyatakan mendukung Ahok**. Hanya 2.8 persen penduduk non-muslim Jakarta yang mendukung Anies dan 3,2 persen yang mendukung Agus.

