Kronologi Aksi Cor Kaki Oleh Para ‘Kartini Kendeng’ Yang Menolak Pembangunan Pabrik Semen
Kamis, 14 April 2016, simpatisan mulai melepaskan para Kartini dari pasung semen setelah pihak Istana menjanjikan untuk mempertemukan mereka dengan Presiden Joko Widodo.
Cover image via BBC IndonesiaSembilan perempuan Kendeng menanam kaki mereka dalam olahan semen sebagai aksi penolakan pembangunan pabrik semen di wilayah pegunungan Kendeng Utara, Rembang, Jawa Tengah.
Sembilan perempuan yang kini lebih dikenal sebagai Kartini Kendeng ini tiba di depan Istana Negara, Jakarta, pada Selasa, 12 April 2016 lalu. Para Kartini ini terdiri dari para petani di sepanjang pegunungan Kendeng yaitu Rembang, Pati, dan Grobogan, Jawa Tengah.
Image via Kristian Erdianto
Aksi ini merupakan salah satu puncak dari rangkaian reaksi protes mereka yang sudah berlangsung selama kurang lebih dua tahun
Penolakan berangkat dari pembangunan pabrik semen oleh PT Semen Indonesia pada Juni 2014 silam. Dikeluhkan bahwa aktifitas pabrik semen telah menimbulkan pencemaran di kawasan di pegunungan karst Kendeng. Sejak saat itu pula, masyarakat sekitar sudah mendirikan tenda di pintu masuk pabrik sebagai bentuk protes.
Mereka adalah Sukinah, Supini, Murtini, Surani, Kiyem, Ngadinah, Karsupi, Deni dan Rimabarwati.
Image via BBC Indonesia
Seperti dikutip dari [BBC Indonesia] (http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/04/160413_indonesia_protes_semen_istana), Deni Yuliantini, salah seorang petani yang ikut dalam unjuk rasa tersebut mengungkap bagaimana aktifitas pabrik semen di wilayah pegunungan Kendeng itu sudah mengakibatkan kekeringan di berbagai daerah.
Selama aksi proses berlangsung, semua aktifitas termasuk tidur dan berganti pakaian mereka lakukan dalam keadaan tertanam semen.
Selama di Jakarta, para Kartini sempat singgah di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta.
Image via KOMPAS.com/LUTFY MAIRIZAL PUTRA
Mereka menyadari bahwa jenis aksi protes yang mereka lakukan kali ini tergolong berbahaya. Namun berhubung suara mereka melalui rangkaian aksi protes sebelumnya tidak mendapat respon yang mereka harapkan, mereka nekat melakukan hal ini salah satunya dengan harapan Presiden Joko Widodo dapat bertemu langsung dengan mereka dan membahas tuntas perkara yang mengancam keberlangsungan hidup mereka dan anak cucu mereka nantinya.
Rabu malam, 13 April 2016, para Kartini mengakhiri aksi mereka setelah dijanjikan untuk dapat berdialog bersama Presiden Joko Widodo
Kepala Staf Kepresidenan, Teten Masduki, menjanjikan sembilan perempuan sebagai wakil masyarakat untuk berdialog langsung dengan Presiden Joko Widodo, saat dirinya menyapa mereka di depan Istana Negara pada Rabu malam.
Tanggal spesifik pun belum dapat diberikan berhubung Presiden Jokowi sampai akhir bulan masih berada di luar negeri. Namun sementara waktu, Teten Masduki juga menambahkan bahwa dirinya akan terus berkomunikasi dengan perwakilan warga untuk mempelajari lebih lanjut permintaan serta alternatif-alternatif solusi lainnya.
Image via Sigid Kurniawan/ANTARA
Para simpatisan di lokasi aksi protes membantu melepas pasung semen di kaki para Kartini
Dikutip dari [Rappler Indonesia] (http://www.rappler.com/indonesia/129418-kartini-kendeng-akhiri-aksi-tanam-kaki-semen), koordinator aksi pemasungan kaki dengan menanam di semen, Gunretno, mengatakan mereka bersedia mengakhiri aksi tersebut karena masih percaya kepada pemerintah.
Ikuti [Facebook] (https://www.facebook.com/SAYSIndonesia/) dan [Twitter] (https://twitter.com/SAYS_ID) kami untuk update berita terbaru!
Image via vergecampus

