KPI Beri Penjelasan Tentang Atlet PON Yang Diblur, Tapi Menurut Masyarakat KPI Ngeles

Netizen: 'bisa aja ngeles, kalau gak di blur pasti kamu tegur/kena sangsi'

Enlarge text
Cover ImageCover image via SAYS Indonesia
Logo

Baru-baru ini masyarakat dihebohkan dengan foto salah satu atlet renang Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XIX yang diblur oleh CNN Indonesia

Image via CNN Indonesia

Setelah diblur, atlet yang sebenarnya menggunakan pakaian renang ini malah terlihat seperti tidak mengenakan apa-apa

Setidaknya begitulah menurut pengguna Twitter [Iwan Pranoto] (https://twitter.com/iwanpranoto/status/777313080145424386) yang mengatakan adegan yang sebenarnya biasa saja ini malah terlihat seperti adegan film porno setelah diblur

Lalu, apa kata KPI terkait blur yang dianggap masyarakat berlebihan ini?

Melalui [laman resminya] (http://kpi.go.id/index.php/lihat-terkini/38-dalam-negeri/33542-kpi-tidak-perintahkan-penyamaran-gambar-blur), **KPI menjelaskan bahwa mereka tidak perintahkan penyamaran gambar (blur) tersebut**. Anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, koordinator bidang Pengawasan Isi Siaran Hardly Stefano Pariela menjelaskan bahwa pembluran ini dilakukan oleh lembaga penyiaran (CNN Indonesia) itu sendiri, dan bukan karena perintah KPI.

Menurut Hardly, jika konteks pengambilan gambar adalah wawancara di kolam renang hotel, maka blur dianggap kurang etis karena bisa "meminta subyek memakai handuk" terlebih dahulu.

Hardly Stefano Pariela, anggota KPI Pusat Koordinator bidang Pengawasan Isi Siaran

Image via KPI.go.id

Meski begitu, penjelasan dari KPI ini dianggap tidak konsisten

Seperti dikutip [Liputan6] (http://m.liputan6.com/bola/read/2604817/kpi-media-tv-diharapkan-lebih-pahami-uu-penyiaran), sebelumnya Ketua KPI, Yuliandre Darwis, meminta media-media telivisi agar lebih memahami Undang Undang Penyiaran No 32 Tahun 2002. "Dalam Standar Program Siaran pasal 18 ayat disebut bahwa stasiun televisi dilarang 'mengeksploitasi dan/atau **menampilkan bagian-bagian tubuh tertentu, seperti: paha, bokong, payudara, secara close up dan/atau medium shot**'," ujar Yuli. "Atlet bukan eksploitasi."

Hal ini terasa tidak konsisten karena KPI meminta lembaga penyiaran menaati Undang-Undang Penyiaran ini namun saat CNN Indonesia melakukan pembluran, KPI mengklaim ini tindakan dari lembaga penyiaran itu sendiri, bukan karena perintah KPI.

Ketua KPI, Yuliandre Darwis

Image via moneter.co.id

Sebagai perbandingan, Metro TV juga melakukan liputan yang serupa tapi tanpa blur

Walaupun belum dapat dikonfirmasi, ketidakkonsistenan dari KPI ini adalah kemungkinan alasan mengapa sebagian media tidak melakukan blur sementara yang lain memilih bermain aman dengan melakukan blur. Harapannya adalah menghindari peringatan dan sanksi dari KPI.

Tapi, apapun kata KPI, tentu masyarakat punya pendapatnya sendiri. Mulai dari yang menganggap KPI ngeles…

Image via Twitter/666VARO

Lempar tanggung jawab…

Dan tidak memuaskan

Image via Twitter/ulil

Tentu saja banyak masyarakat yang memberi 'saran' kepada KPI

Image via twitter/ImamWM

Bagaimana dengan kamu? Apakah menurutmu KPI ngeles juga? Beritahu kami di kolom komentar ya.

Dan jangan lupa like [Facebook] (http://bit.ly/saysidfb), follow [Twitter] (http://bit.ly/saysidtwitter), dan [Subscribe] (http://bit.ly/saysidsubscribe) SAYS Indonesia untuk berita terbaru lainnya setiap hari

Sementara perenang PON diblur, ada yang malah dipaksa buka burkininya

Baca juga berita lainnya

Read more trending stories on SAYS

You may be interested in: