Kisah Inspiratif 6 Bapak Sopir Taksi Ini Membuatmu Sejenak Lupa Dengan Demo Ricuh Saat Itu
Dari yang mengajarkan tentang mahalnya sebuah kejujuran hingga beliau yang membuktikan bahwa tidak ada kata terlambat untuk belajar dan berkembang.
Cover image via SAYS IndonesiaBerikut hasil yang muncul di situs pencarian Google dengan kata kunci 'Sopir Taksi'…
Image via Google
Betapa membekasnya demo sopir taksi yang berujung anarkis beberapa waktu lalu padahal sebelumnya banyak berita yang teramat positif mengangkat sosok sopir taksi inspiratif
Berikut adalah 6 diantaranya yang pernah menghiasi pemberitaan media dengan kisah inspiratif masing-masing
1. Sofyan Efendi dengan keberaniannya berhasil menggagalkan aksi perampokan dalam satu bantingan setir
[Peristiwa] (http://wartakota.tribunnews.com/2016/02/21/dengan-leher-terjerat-sopir-taksi-ini-tabrak-tiang-listrik-gagalkan-perampokan) terjadi pada hari Sabtu dinihari di Jalan Raya Bogor, Sukmajaya, Depok. Dua penumpang yang dibawanya saat itu ternyata adalah sepasang pelaku aksi perampokan. Salah satu pelaku yang duduk di belakang sudah menjeratkan leher Sofyan dengan tali plastik dan satu pelaku lainnya sudah siap untuk mengambil alih kemudi.
Sofyan dengan sigap menabrakan taksinya ke tiang listrik di sisi jalan dengan cukup keras. Pelaku pun terpelanting hingga ke *dashboard* mobil dan Sofyan berhasil terlepas dari jeratan tali di lehernya. Sofyan pun bergegas turun dari mobil dan berteriak meminta tolong.
Image via Viva.co.id
Keberanian Sofyan mengundang decak kagum khususnya bagi *citizen* yang mengetahui kejadian ini. Menabrakan mobil bukan sebuah keputusan yang mudah karena bisa saja hal tersebut juga berakibat buruk baginya.
2. Abu Yanis dengan kesantunannya menjelaskan petugas Polisi tentang perbedaan antara 'parkir' dan 'berhenti' saat hendak ditilang
Selasa, 22 Desember 2015 lalu sekitar pukul 17:00 WIB di Jalan Hayam Wuruk, persis di depan Harco Glodok, Abu Yanis 'berhenti' di pinggir jalan dan memeriksa kompresor dari dalam taksi yang dikendarainya. Selang lima menit, dua petugas polisi datang dan menyatakan bahwa Abu Yanis telah melakukan pelanggaran yakni 'memarkirkan' mobil di area yang terlarang.
**Perdebatan pun dimulai dengan pembelaan Abu Yanis yang mengaku dirinya tidak parkir melainkan hanya memeriksa kompresor mobilnya, dengan berhenti tanpa mematikan mesin dan meninggalkan mobilnya. Namun petugas polisi tersebut tetap berpendapat bahwa hal tersebut sama saja dan tetap termasuk ke dalam salah satu bentuk pelanggaran.**
Ketika pada kenyataannya, menurut UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, BAB 1 Pasal 1 No. 15 & 16:
**Parkir**: keadaan Kendaraan berhenti atau tidak bergerak untuk beberapa saat dan **ditinggalkan pengemudinya**.
**Berhenti**: keadaan Kendaraan tidak bergerak untuk sementara dan **tidak ditinggalkan pengemudinya**.
Image via sooperboy.com
Kepala Subdirektorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya [AKBP Budiyanto] (http://www.beritasatu.com/megapolitan/344373-ini-kata-polisi-terkait-sopir-taksi-debat-dengan-anggota-soal-parkir.html) angkat bicara dan mengatakan bahwa setiap anggota Polri memiliki hak untuk melakukan tindakan yang menurut penilaian sendiri dilakukan untuk kepentingan umum. Hal ini mengundang komentar dari masyarakat yang pro-Abu Yanis dengan tajuk kurang lebih seperti 'Polisi selalu benar'.
Hal yang menjadi sorotan bukan siapa yang salah siapa yang benar karena pada dasarnya petugas hanya berusaha menjalankan fungsinya untuk mengedepankan kepentingan umum namun keberanian Abu Yanis yang berani angkat bicara dan menyampaikan apa yang menurutnya, setelah kemudian terbukti menurut UU juga, benar.
3. Peter Yan dengan pengetahuannya yang luas sebagai lulusan S2 Jerman yang juga beberapa kali dipanggil menjadi dosen tamu di universitas ternama Jakarta
Image via Facebook/AjiPrasetyo
Peter Yan yang merupakan penerima beasiswa sehingga tidak mengeluarkan sepeser pun untuk studinya tersebut tinggal di Jerman selama 10 tahun dan harus kembali ke Indonesia setelah lulus kuliah. Bersama rekan-rekannya, beliau juga beberapa kali mendesain jalan layang di Jakarta serta mendesain rumah paska Tsunami, Aceh.
Hingga sampai pada satu titik bisnis yang ia jalani mengalami kebangkrutan dan membuatnya beralih profesi menjadi sopir taksi. Beliau tidak merasa kecil diri dengan profesinya tersebut dan tetap semangat mencari celah untuk membagikan wawasan cemerlang yang ia miliki. Salah satunya adalah dengan beberapa kali menjadi dosen tamu di salah satu universitas swasta ternama di Ibukota.
Nama Peter Yan mulai muncul dan menjadi sorotan media sosial di Indonesia setelah seorang *netizen* bernama Aji Prasetyo menceritakan pengalaman saat menjadi penumpangnya. Saat itu Aji Prasetyo yang sedang berada dalam taksi kaget saat Peter Yan menjawab telepon dengan bahasa Jerman. Dari situ beliau pun kemudian diketahui bahwa Peter Yan adalah seorang lulusan S2 dalam studi air dan transportasi di *Technische Hocshuke Darmstadt*, Jerman.
Image via lamoera.com
4. Suharto dengan kejujurannya mengembalikan uang 100 juta milik penumpang yang tertinggal di taksinya
Suharto tidak menyangka dalam taksi yang dikendarainya tertinggal sebuah tas hitam yang berisi uang sejumlah Rp100 juta dan beberapa barang berharga lainnya. Tanpa pikir panjang, beliau langsung mengembalikan tas tersebut beserta isinya utuh ke kantor taksi (Express) terdekat.
Selasa, 26 Mei 2015 dinihari, dua penumpang berkebangsaan asing menaiki taksinya menuju apartemen Sudirman Park. Keduanya terlibat dalam sebuah percakapan hingga lupa bahwa mereka meletakkan tas hitam dalam dalami taksi tersebut, tepat di belakang posisi duduk sopir.
Leonard, salah satu dari dua penumpang tersebut yang kemudian menyadari uangnya tertinggal menelpon pihak taksi dan tidak lama kemudian dihubungi kembali serta diinfokan bahwa uang dan barang-barang lainnya sudah disimpan dengan baik dan dikembalikan oleh Suharto.
Kejujuran Suharto tidak hanya membuat Leonard dan rekannya kagum, melainkan juga masyarakat luas yang pada akhirnya mengetahui hal ini terjadi melalui berbagai pemberitaan.
Image via merdeka.com
5. Tarmedi dengan semangat juang di usia senjanya untuk bisa mahir berbahasa Inggris
Pesan tersebut berisi permintaannya bagi penumpangnya yang bisa berbahasa Inggris untuk mengajaknya berinteraksi dengan bahasa yang ia ingin kuasai tersebut. Sebuah video yang memuat percakapannya dengan salah satu penumpang pun menjadi viral dan menginspirasi banyak orang.
*"My name is Tarmedi, I live in Bekasi. My occupation… taxi driver. I want to be smarter."* demikian potongan dari perkataan Tarmedi saat memperkenalkan dirinya kepada penumpang yang mengunggah video percakapan mereka ke *Internet.*
Image via otosia.com
Di penghujung tahun 2013 lalu, sosok inspiratif Tarmedi muncul di berbagai pemberitaan media. Tepat di bagian belakang kursi yang menghadap penumpang; tempat dia mengemudikan taksinya, terpampang sebuah pesan yang beliau pasang sendiri.
Image via kaskus.co.id
Kegigihannya untuk belajar bahasa Inggris menarik perhatian masyarakat hingga beberapa kali Tarmedi diundang ke beberapa stasiun TV untuk menceritakan kisah hidupnya. Pria berusia senja ini menjadi satu lagi bukti bahwa tidak pernah ada kata terlambat untuk belajar.
*"I have a commitment whoever pick my taxi, I will greeting them in English"*, tambah Tarmedi menutup percakapan yang terekam dalam video tersebut.
6. Alex Ridwan dengan kegigihannya mewujudkan mimpi membelikan kado dan merayakan ulang tahun anaknya
Satu lagi kicauan *netizen* berhasil membawa dampak positif bagi hidup seseorang. Kali ini adalah akun *Path* atas nama Ankatama. Dalam status yang ia tulis, dikenalkanlah kita kepada sosok bernama Alex Ridwan, sopir dari taksi yang ia tumpangi yang memajang foto anak terakhirnya yang kemudian diketahui bernama Rangga.
*"Biar semangat cari uangnya. Minggu depan dia ulangtahun saya mau ajak dia makan di KFC. Sama beliin tas sekolah."*, jawab Alex Ridwan saat ditanya alasan memajang foto anaknya tersebut.
Image via Blogspot/yaelahsob
Image via wowkeren
Jawaban ini menggetarkan hati Ankatama dan membuatnya semakin yakin harus membagikan pengalamannya tersebut ke lingkarannya di jejaring sosial tersebut. Berita ini pun cepat menyebar dan sampai ke telinga banyak orang yang akhirnya ikut tersentuh dengan kegigihan dan kasih sayang bapak Alex Ridwan kepada anaknya. Rabu, 6 Mei 2015, Alex Ridwan pun berhasil mewujudkan mimpinya untuk menyelenggarakan ulang tahun anaknya di KFC. Tanpa mengetahui bahwa kicauan penumpangnya menjadi viral, Alex dihubungi oleh pihak KFC yang menyatakan bersedia untuk mensponsori ulang tahun anaknya di KFC seperti yang dia inginkan. Dalam pemberitaan media, nampak raut bahagia Alex Ridwan yang mengaku ini kali pertama dia berkesempatan untuk merayakan ulang tahun anaknya.
Ikuti [Facebook] (https://www.facebook.com/SAYSIndonesia/) dan [Twitter] (https://twitter.com/SAYS_ID) kami untuk lebih banyak lagi berita tentang sosok inspiratif seperti ini
Image via wordpress/clarissaochoa

