“Siapa Politisi Indonesia Yang Terlibat?” Dan 5 Pertanyaan Lainnya Terkait Panama Papers

Apa itu Panama Papers, siapa saja yang terlibat, dan pertanyaan terkait lainnya bisa kamu temukan jawabannya disini.

Enlarge text
Cover ImageCover image via socialistworld.net
Logo

1. Apa sih Panama Paper itu?

Panama Paper adalah dokumen milik firma hukum Mossack Fonseca yang berisi data finansial dari 214.000 perusahaan *offshore* yang merupakan klien mereka. Dokumen ini menunjukkan data-data mulai dari pemilik perusahaan hingga berbagai transaksi finansial perusahaan tersebut. Karena dokumen ini merupakan *database* Mossack Fonseca sejak tahun 1977, jumlahnya-pun sangat banyak hingga mencapai 11,5 juta dokumen.

Dilaporkan oleh [Guardian] (http://www.theguardian.com/news/2016/apr/03/what-you-need-to-know-about-the-panama-papers), dokumen yang seharusnya rahasia ini kemudian menyebar setelah sumber dari media Jerman Süddeutsche Zeitung membagikan data ini ke jaringan yang lebih besar yakni Aliansi Jurnalis Investigatif Internasional (ICIJ) sebelum akhirnya dapat diakses publik.

Image via funnyordie

2. Oh oke… Lalu masalahnya dimana?

Membangun perusahaan *offshore* merupakan metode yang biasa dilakukan oleh para politisi dan pebisnis di seluruh dunia dalam menyimpan uang di luar negeri tanpa membayar pajak atau untuk melakukan pencucian uang. Dengan mengetahui data pemilik perusahaan serta transaksinya, investigasi dapat dilakukan untuk menentukan apakah perusahaan tersebut beroperasi secara legal atau justru merupakan bagian dari pencucian uang atau penghindaran pajak oleh para pebisnis dan politisi.

Artinya, dengan 11,5 juta dokumen yang saat ini tersebar, **ada banyak kasus korupsi, penggelapan dan pencucian uang di seluruh dunia yang dapat diungkap**.

3. Berarti, semua nama yang ada di Panama Paper adalah pelaku kriminal?

**Tidak juga**.

Seperti sudah dijelaskan di pertanyaan kedua, investigasi terhadap transaksi perusahaan *offshore* tersebut masih perlu dilakukan untuk menentukan apakah perusahaan tersebut memang benar melakukan tindakan ilegal.

Mendirikan perusahaan *offshore* atau memiliki aset di luar negeri pada dasarnya bukan tindakan ilegal. Pebisnis Rusia dan Ukraina sering kali memiliki aset *offshore* untuk menghindari pelaku kriminal melakukan tindak kejahatan terhadap kekayaan mereka. Memiliki aset di negara yang mengharuskan penggunaan mata uang lokal dalam transaksi , misalnya di Indonesia, juga merupakan tindakan yang legal karena bertujuan untuk memudahkan transaksi.

Artinya, **tidak semua nama yang ada di Panama Paper merupakan pelaku kriminal**.

4. Lalu, ada nama orang Indonesia kah di Panama Paper?

**Ada**.

Nama **Riza Chalid**, konglomerat yang beberapa bulan lalu terlibat dalam kasus *Papa Minta Saham* terdapat dalam daftar nama pebisinis di Panama Paper. **Djoko Soegiarto Tjandra** yang merupakan buron kasus Bank Bali juga disebutkan dalam Panama Paper.

Namun yang paling mengejutkan adalah adanya nama **Sandiaga Uno**, pebisnis yang baru-baru ini dikabarkan akan mencalonkan diri menjadi Gubernur DKI Jakarta, juga disebutkan dalam Panama Paper. Sandiaga mengatakan kepada [tempo] (http://en.tempo.co/read/news/2016/04/05/055759814/Sandiaga-Uno-Riza-Chalid-Named-in-Panama-Papers) bahwa dia memang sudah berencana akan memaparkan seluruh (kekayaannya) karena berencana mencalonkan diri menjadi gubernur.

Masih menurut [tempo] (http://en.tempo.co/read/news/2016/04/05/055759814/Sandiaga-Uno-Riza-Chalid-Named-in-Panama-Papers), hingga saat ini belum ada bukti yang menyatakan Sandiaga menggunakan perusahaannya untuk tujuan ilegal.

Sandiaga Uno pada wawancara dengan Tempo

Image via tempo

5. Cuma Indonesia kah yang mengalami ini? Bagaimana dengan negara lain?

**Tidak**.

Indonesia hanya satu dari 200 negara yang pebisnis dan politisi-nya terdapat dalam dokumen Panama Paper.

Mulai dari nama selebritis India seperti Aishwarya Rai dan Amitabh Bachchan, aktor laga Tiongkok Jackie Chan, President Rusia, Vladimir Putin, hingga pesepak bola Lionel Messi disebutkan dalam Panama Paper.

Selebriti, politisi, bahkan pesepakbola terlibat dalam Panama Paper

Image via SAYSID

Namun yang paling fenomenal adalah diturunkannya Perdana Menteri Islandia, Sigmundur David Gunnlaugsson, setelah sebelumnya menolak mengundurkan diri. [Huffingtonpost] (http://www.huffingtonpost.com/entry/iceland-protests-panama-papers_us_5702a58ee4b0a06d58064555?section=india) melaporkan bahwa masyarakat Islandia melakukan protes menuntut diturunkannya Perdana Menteri Sigmundur Gunnlaugsson setelah Panama Paper menunjukkan pada tahun 2007 perdana menteri dan istrinya pernah membeli sebuah perusahaan *offshore* yang memiliki saham di tiga bank di Islandia dan akhirnya dinyatakan bank gagal satu tahun setelahnya dikarenakan krisis finansial.

Penduduk Islandia melakukan protes menuntut diturunkannya Perdana Menteri Sigmundur David Gunnlaugsson

Image via Huffingtonpost

Perdana Menteri Islandia, Sigmundur David Gunnlaugsson

Image via Huffingtonpost

6. Lalu, apa yang akan dilakukan Pemerintah Indonesia?

Seperti dikutip [JakartaGlobe] (http://jakartaglobe.beritasatu.com/news/finance-minister-asks-tax-directorate-general-study-panama-papers/), Menteri Keuangan Republik Indonesia, Bambang Brodjonegoro, telah menginstruksikan kepada Dirjen Pajak untuk mempelajari dokumen Panama Paper. Lebih jauh Bambang menjelaskan bahwa di satu negara *tax haven* (tempat perusahaan *offshore* biasa dibangun) saja, ada 6.000 rekening Indonesia. Namun, pemerintah tidak hanya akan menggunakan dokumen Panama Paper tapi juga berbagai dokumen lain sehingga dapat mempelajari kasus ini dari berbagai perspektif.

Bambang Brodjonegoro, Menteri Keuangan Republik Indonesia

Image via finansial.bisnis.com

Pendapat anda?

Ikuti [Facebook] (https://www.facebook.com/SAYSIndonesia/) dan [Twitter] (https://twitter.com/SAYS_ID) kami untuk update berita terbaru!

Image via tumblr

Pertanyaan-pertanyaan anda sudah terjawab? Jawaban untuk pertanyaan seputar kecelakaan Batik Air juga bisa anda temukan disini.

Lainnya di SAYS Indonesia

Read more trending stories on SAYS

You may be interested in: