2 Tahun Memimpin, Ini Daftar Janji Yang Sudah Dan Belum Berhasil Jokowi Tepati
Di berbagai sektor.
Cover image via SAYS IndonesiaWalaupun pada tahun pertama prestasi Jokowi cukup mengecewakan, secara umum tahun kedua menunjukkan hasil yang lebih baik
Di bidang ekonomi, **Jokowi berhasil meningkatkan pertumbuhan** dari sebelumnya hanya 4,8% di tahun 2015 **menjadi [5,18% di triwulan kedua tahun 2016] (http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/08/160805_indonesia_ekonomi_q2)**.
Di bidang politik, **Jokowi berhasil [meyakinkan Golkar] (http://www.bloomberg.com/news/articles/2016-01-26/indonesia-s-jokowi-gets-boost-as-golkar-party-declares-support) untuk menjadi pendukungnya**. Hal ini membuat program Jokowi dapat dijalankan lebih cepat karena koalisinya menjadi mayoritas di DPR.
Selain itu, **Jokowi juga mengganti menteri-menteri yang tidak 'singkron'** melalui dua kali *reshuffle* kabinet. Salah satu keputusan terbaik adalah [membawa kembali Sri Mulyani] (http://en.tempo.co/read/news/2016/07/27/055790911/Jokowi-Brings-World-Banks-Sri-Mulyani-Back-as-Finance-Minister) yang bulan lalu menjadi pemain penting keberhasilan program *tax amnesty*.
Meski begitu, masih ada bidang lain yang belum berhasil dibenahi Jokowi
Salah satunya adalah di bidang energi. Meskipun menjanjikan penambahan energi listrik 35.000 MW pada tahun 2019, setelah dua tahun memimpin, **listrik yang berhasil ditambahkan masih [di bawah 2.500 MW] (http://databoks.katadata.co.id/datapublish/2016/10/14/5-tahun-realisasi-pembangunan-pembangit-listrik-jauh-dari-cukup)**.
Di bawah ini, kami akan hadirkan daftar kinerja Jokowi di berbagai bidang setelah dua tahun memimpin
1. Bidang infrastruktur
Pembangunan infrastruktur adalah salah satu janji yang paling digembar-gemborkan Jokowi pada saat kampanye. Lalu, bagaimana hasilnya setelah dua tahun?
Anggaran pembangunan infrastruktur meningkat drastis pada tahun 2015, dan dilanjutkan pada tahun-tahun setelahnya
Image via Kementerian PU/katadata.co.id
Tambahan dana infrastruktur ini diambil dari anggaran yang sebelumnya dialokasikan untuk subsidi BBM.
Dana ini digunakan untuk pembangunan jalan di berbagai daerah di Indonesia. Beberapa pembangunan di antaranya sudah mulai berjalan.
Untuk daerah perbatasan dengan negara lain, pembangunan jalan bahkan sudah mencapai total 3.187 km
Image via Kantor Staf Presiden/katadata.co.id
1.454 km dibangun di daerah perbatasan di Kalimantan, 844 km di Papua, dan 63 km di NTT. Meski begitu, masih diperlukan pembangunan sepanjang 446 km lagi di Kalimantan dan 300 km lagi di Papua dan NTT.
Begitupun untuk jalur laut. Berbagai pembangunan dan perbaikan di pelabuhan berhasil menurunkan waktu tunggu kapal dari 6 hari menjadi hanya 3 hari.
Image via Kantor Staf Presiden/katadata.co.id
2. Bidang ekonomi
Selain berhasil meningkatkan pertumbuhan [di atas 5%] (http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/08/160805_indonesia_ekonomi_q2) dan program [tax amnesty yang menjadi program tersukses di seluruh dunia] (http://jakartaglobe.beritasatu.com/economy/indonesias-tax-amnesty-program-breaks-world-record/), ada beberapa prestasi lain yang juga dicapai Jokowi.
Jokowi menarik kembali Sri Mulyani ke Indonesia untuk menyukseskan program tax amnesty
Image via repelita.com
Penurunan pengangguran dan angka kemiskinan
Image via Kemenakertrans/katadata.co.id
Walaupun angka pengangguran sempat meningkat menjadi 6,18% pada tahun pertama, Jokowi berhasil menurunkannya kembali pada tahun kedua menjadi 5,5%. Ini adalah angka pengangguran terendah sejak tahun 1999.
Angka kemiskinan juga berkurang dari 11,13% pada triwulan ketiga tahun 2015 menjadi 10,86 pada tahun 2016, atau [sebesar 0,36%] (http://databoks.katadata.co.id/datapublish/2016/10/17/kemiskinan-indonesia-turun-036-persen).
Salah satu penyebabnya adalah karena inflasi yang lebih terkendali
Image via BPS/katadata.co.id
**Pernah berpikir mengapa uang 100 rupiah dulu cukup untuk membeli semangkuk bakso tapi sekarang untuk permen pun tidak cukup**? Alasannya adalah karena inflasi. Secara sederhana, inflasi menunjukkan peningkatan harga barang dan jasa. Semakin tinggi angka inflasi, semakin cepat harga barang dan jasa menjadi lebih mahal.
Pada tahun 2014, inflasi sempat melonjak ketika harga BBM dinaikkan. Meski begitu, **inflasi menjadi jauh lebih rendah pada tahun 2015 dan 2016**. Hal ini dikarenakan pembangunan infrastruktur yang membuat biaya distribusi lebih rendah serta kerjasama dengan pemerintah daerah melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).
3. Bidang perikanan
Salah satu bidang yang juga berhasil dikembangkan Jokowi adalah bidang perikanan. Menteri Susi Pudjiastuti adalah salah satu tokoh penting dalam kesuksesan ini.
Menteri Susi Pudjiastuti sering menangkap dan menenggelamkan kapal asing yang mengambil ikan di Indonesia
Image via detik.com
Dimulai dengan jumlah investasi di bidang perikanan dan maritim yang meningkat 37,5% pada tahun 2015 dari tahun sebelumnya
Karenanya, produksi bidang perikanan terus meningkat
Grafik oranye: Produksi rumput laut.
Grafik jingga: Produksi perikanan tangkap.
Grafik kuning: Produksi perikanan budidaya.
Dan ini tidak hanya meningkatkan pendapatan negara…
Tapi juga nelayan lokal
Grafik menunjukkan peningkatan produksi di pelabuhan-pelabuhan yang digunakan kapal-kapal nelayan lokal
Namun, gudang pendingin dibutuhkan untuk penyimpanan hasil perikanan tersebut. Sayangnya, dari 1.125 unit yang dibutuhkan…
Baru 201 unit yang berhasil disediakan
4. Bidang energi
Meskipun menjanjikan penambahan energi listrik sebesar 35.000 MW pada akhir masa jabatannya tahun 2019 nanti, jumlah penambahan listrik saat ini masih sangat sedikit.
Presiden Jokowi meresmikan pembangkit listrik tenaga surya tersbesar Indonesia di Kupang, NTT
Image via Iskandar Zulkarnaen
Dari target penambahan 7.000 MW per tahun, sejauh ini realisasinya hanya [1.717 MW per tahun] (http://databoks.katadata.co.id/datapublish/2016/10/14/5-tahun-realisasi-pembangunan-pembangit-listrik-jauh-dari-cukup)
Image via PLN/katadata.co.id
Prestasi terbaik hanya pernah diraih pada masa pemerintahan SBY tahun 2013. Itupun hanya 2.183 MW, masih jauh dari kebutuhan 7.000 MW per tahun.
Harga gas Indonesia juga masih lebih mahal dibanding negara tetangga sehingga sulit bersaing di pasar internasional
Image via Sekretariat Kabinet/katadata.co.id
Harga gas Indonesia adalah $9,5 per satu juta British thermal unit (mmBTU). Sementara harga gas Malaysia dan Singapura kurang dari setengahnya.
5. Bidang kesehatan
Saat ini sudah terdapat 25.000 unit penyedia layanan medis yang melayani pengguna jaminan kesehatan nasional (JKN)
20 ribu diantaranya adalah fasilitas layanan pertama seperti puskesmas dan klinik
Image via Kementerian Kesehatan/katadata.co.id
6. Bidang pendidikan
Selama 2 tahun, sebanyak 18 juta Kartu Indonesia Pintar (KIP) telah didistribusikan ke berbagai daerah
Program ini ditujukan untuk anak berusia 6-21 tahun yang telah terdaftar di sekolah maupun belum.

