Intan Marbun, Salah Satu Balita Korban Bom Molotov Gereja Samarinda Meninggal Dunia
Intan mengalami luka bakar yang terbilang parah.
Cover image via Facebook/Freijae RakasiwiLedakan bom molotov yang diduga dilakukan lelaki bernama Jo, Minggu pagi (13/11) di Gereja Oikumene Samarinda merenggut korban jiwa
Karena sebagian tubuhnya mengalami luka bakar yang sangat serius setelah terkena ledakan bom molotov, **Intan Marbun** meninggal dunia pada Senin pagi (14/11) di Rumah Sakit AW Sjahranie, Samarinda.
Tepat setelah kejadian, dua korban langsung dibawa ke RS AW Sjahranie. Berdasarkan informasi yang dihimpun [Bangka Pos] (http://bangka.tribunnews.com/2016/11/14/kabar-duka-intan-olivia-bocah-dua-tahun-korban-bom-gereja-di-samarinda-meninggal) dari Humas RSUD AW Syahranie, dr Febian Satrio, "Semua korban yang dilarikan ke sini (RS AW Syahranie) mengalami luka bakar, satu korban meninggal (Intan) dan satu lagi masih menjalani perawatan."
Saat ini korban meninggal masih berada di ruang jenazah rumah sakit. Korban nantinya akan dibawa ke rumah duka, di Jalan Cipto Mangunkusumo.
Korban lainnya yang dirawat di rumah sakit yang sama, Triniti Hutahaya (4) masih menjalani perawatan intensif di ruang PICU. Dua korban yang dibawa ke RSUD IA Moise; Alvaro Aurelius (4) dan Anita Kristobel (2) masih menjalani perawatan.
Anak-anak yang menjadi korban pengeboman molotov di Gereja Oikumene, Samarinda, Minggu pagi (13/11).
Image via Bangka Pos/Tribun Kaltim
Gereja Oikumene, Samarinda, setelah kejadian pengeboman molotov, Minggu pagi (13/11).
Image via Viva/Istimewa
Ledakan seusai ibadah
Kejadian pengeboman dilakukan tepat setelah jemaat Gereja Oikumene melakukan ibadah. Bom molotov dengan sengaja dilempar dan diarahkan ke gereja sekitar pukul 10.10 WITA.
Dikutip dari [Okezone] (http://news.okezone.com/read/2016/11/13/340/1540411/bom-samarinda-terduga-pelaku-ledakan-adalah-mantan-narapidana), beberapa anak yang sedang berada di area parkir terkena ledakan, sementara beberapa motor rusak parah.
Suasana pasca-ledakan bom molotov di Gereja Oikumene, Samarinda, Minggu pagi (13/11).
Image via Okezone
Terduga pelaku ledakan sudah diamankan oleh polisi tak lama setelah kejadian.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Agus Rianto menerangkan bahwa pelaku ledakan gereja atas nama **Joh** alias **Jo** pernah menjalani hukuman pidana sejak tanggal 4 Mei 2011.
Dilaporkan oleh [Okezone] (http://news.okezone.com/read/2016/11/13/340/1540411/bom-samarinda-terduga-pelaku-ledakan-adalah-mantan-narapidana), Jo dihukum penjara selama 3 tahun 6 bulan berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Barat nomor: 2195/pidsus/2012/PNJKT.BAR tgl 29 Feb 2012.
"Dia (Jo) dinyatakan bebas bersyarat setelah mendapatkan remisi Idul Fitri tanggal 28 Juli 2014," terang Agus.
Jo adalah pelaku bom buku di Utan Kayu, Jakarta, tahun 2011, dikutip dari [Republika] (http://www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/16/11/13/ogkqej330-polri-pelaku-bom-samarinda-adalah-pelaku-bom-di-jakarta).

