Inilah 5 Tragedi Atlet Olimpiade Yang Paling Mengerikan Sepanjang Sejarah
Tapi percayalah, tidak ada yang lebih mengerikan dari nomor 5.
Cover image via SAYS IndonesiaJika kamu berpikir kehidupan atlet itu selalu senang, tidak juga
Walaupun pekerjaan sebagai atlet memungkinkan mereka mendapat berbagai hal yang tidak dinikmati masyarakat umumnya seperti perawatan yang mewah dan bonus yang besar, tapi banyak juga hal lain yang membuat kehidupan sebagai atlet tidak seindah yang kamu pikirkan. Diet ketat, latihan berat, dan berbagai larangan seperti tidak boleh asal mengkonsumsi obat adalah keseharian mereka. **Tapi, mimpi buruk sebenarnya dari seorang atlet adalah terjadinya cedera dan kecelakaan**. Cedera ringan mungkin membuat seorang atlet harus istirahat dari pertandingan selama beberapa saat, tapi **cedera yang parah dapat membuat seorang atlet tidak mampu lagi bertanding untuk selamanya**. Ini artinya, karir atlet tersebut berakhir. Lebih parah lagi, resiko kecelakaan yang terjadi saat latihan dan bertanding **dapat berujung hilangnya nyawa sang atlet**.
Untuk memberikan gambaran seperti apa cedera yang bisa terjadi kepada atlet, kami sudah kumpulkan 5 tragedi paling mengerikan sepanjang sejarah olimpiade. [Peringatan: Foto dan video dalam tulisan ini dapat mengandung gambar yang mengerikan, buka hanya jika anda siap]
1. Andranik Karapetyan, Angkat Berat, Armenia, Olimpiade Rio 2016
Image via Getty Images/Julian Finney
Andranik Karapetyan adalah atlet angkat berat berusia 20 tahun dari Armenia.
[Karapetyan mengalami cedera] (https://www.buzzfeed.com/krishrach/this-weightlifting-accident-is-the-god-damn-worst-thing-youl?utm_term=.qlBm3oKd#.xvk2QRvZ) mengerikan saat melakukan perlombaan
Image via Getty Images/AFP/Goh Chai Hin
Karapetyan mengalami dislokasi pada siku kirinya saat mencoba mengangkat beban seberat 195 kg
Image via Getty Images/AFP/Goh Chai Hin
Karena cederanya, Karapetyan harus dilarikan ke rumah sakit. Timnya sebenarnya memiliki harapan besar pada Karapetyan karena sebelumnya dia sempat meraih emas dalam Kejuaraan Angkat Beban Eropa.
2. Samir Ait Said, Atletik, Perancis, Olimpiade Rio 2016
Image via Thesource.com
Samir adalah atlet 26 tahun dari Perancis untuk cabang atletik yang bertanding di Olimpiade Rio 2016.
Pada saat tim kualifikasi, Samir melakukan dua kali salto belakang dan mendarat dengan tidak sempurna
Yang mengakibatkan kaki kirinya patah
[New York Times] (http://www.nytimes.com/aponline/2016/08/06/sports/olympics/ap-oly-gym-painful-injuries.html?_r=0) bahkan melaporkan bahwa suara kaki Samir yang patah terdengar di seluruh arena atletik.
Image via Reuters/AP
Setelah dilakukan operasi, saat ini [Samir mampu berdiri] (http://www.dailymail.co.uk/sport/olympics-2016-sports/article-3729590/French-gymnast-Samir-Ait-Said-feet-horror-double-leg-break-Rio-Olympics.html) dan berjalan menggunakan alat bantu
Image via MaxxPPP/SportsPhoto, Ltd
Samir juga mengatakan [dirinya berencana kembali bertanding di Olimpiade Tokyo 2020 nanti] (https://www.facebook.com/1054800067912035/videos/1111332788925429/).
3. Nodar David Kumaritashvili, Luge, Georgia, Olimpiade Whistler di Kanada 2010
Image via dailymail.uk
Nodar adalah seorang atlet (21 tahun saat itu) yang mewakili Georgia dalam Olimpiade di Whistler, Kanada pada tahun 2010. Luge adalah sebuah cabang dalam olimpiade dimana atlet mengendarai selancar khusus. Kecepatan sebuah luge yang dikendarai atlet ini bisa mencapai 140 km/jam. Seorang atlet luge dari Australia, [Manuel Pfiser] (https://en.wikipedia.org/wiki/Manuel_Pfister), bahkan pernah mencapai kecepatan 154 km/jam.
Nodar mengalami kecelakaan saat berlatih pada hari yang sama dengan pembukaan olimpiade di Whistler tahun 2010
Image via dailymail.co.uk
Luge yang dikendarainya melaju dengan kecepatan hampir [140 km/jam] (http://www.dailymail.co.uk/news/article-1251087/Vancouver-Winter-Olympics-Nodar-Kumaritashvilis-body-sent-home-Georgia.html) sebelum dirinya terlempar keluar lintasan dan menghantam bagian pembatas.
Berikut adalah rekaman saat kecelakaan terjadi
Walaupun sempat dilarikan ke rumah sakit, [Nodar akhirnya menghembuskan nafas terakhir beberapa jam sebelum pembukaan olimpiade] (http://www.espn.com/olympics/winter/2010/luge/news/story?id=4909034).
4. Annemiek van Vleuten, Sepeda, Belanda, Olimpiade Rio 2016
Image via GettyImages/AFP/Bryn Lennon
Annemiek van Vleuten adalah atlet cabang sepeda yang mewakili Belanda dalam olimpiade di Rio.
Dirinya mengalami kecelakaan saat berada di tikungan dan sepedanya mengenai pembatas jalan
Annemiek segera dirawat dan saat ini kondisinya sudah membaik
Image via twitter/AvVleuten
Melalui [akun Twitter pribadinya] (https://twitter.com/AvVleuten/status/762992458288488448/photo/1?ref_src=twsrc%5Etfw), dia menyampaikan bahwa dirinya sedikit kecewa karena tidak dapat melanjutkan pertandingan namun bangga karena teman setimnya, Anna van der Breggen, menang.
5. 11 atlet dari Israel, Olimpiade Munich, Jerman Barat tahun 1972
Image via jewishvirtuallibrary.org
Dari kiri ke kanan: Moshe Weinberg (Pelatih gulat); Yossef Romano (Angkat berat); Yossef Gutfreund (Wasit gulat); David Berger (Angkat berat); Yacov Springer (Juri angkat berat); Ze'ev Friedman (Angkat berat); Amitzur Shapira (Pelatih atletik lari); Eliezer Halfin (Gulat); Mark Slavin (Gulat); Andre Spitzer (Pelatih anggar); Kehat Shorr (Pelatih menembak)
Ke-11 atlet dan pelatih ini merupakan korban [terorisme yang terjadi pada olimpiade di Munich] (http://history1900s.about.com/od/famouscrimesscandals/p/munichmassacre.htm) dan merupakan salah satu sejarah terkelam dunia olahraga
Pada pukul 4.30 pagi tanggal 5 Sepember 1972 sekelompok teroris dari Palestina yang menamai diri mereka [Black September] (https://en.wikipedia.org/wiki/Black_September_Organization) memanjat pagar dan mendatangi para atlet dari Israel di kamar mereka. Wasit gulat Yossef Gutfreund menyadari serangan ini pertama kali dan memperingatkan para atlet untuk melarikan diri. Saat kekacauan ini terjadi pelatih Tuvia Sokolovsky dan atlet jalan cepat Dr. Shaul Ladany berhasil melarikan diri sementara empat atlet, dua dokter tim dan kepala delegasi Israel Shmuel Lalkin berhasil menyembunyikan diri.
Para atlet sebenarnya sempat melakukan perlawanan, walaupun gagal dan membuat dua orang dari mereka terbunuh
Saat grup teroris ini menggiring para atlet untuk dijadikan sandera, pelatih gulat Moshe Weinberg berusaha menyerang teroris sehingga salah seorang atlet gulat, Gad Tsobari, berhasil melarikan diri. **Weinberg berhasil menyerang salah satu teroris hingga tak sadarkan diri** dan menusuk seorang lainnya dengan pisau, **namun akhirnya dirinya terbunuh dengan cara ditembak**. Atlet Yossef Romano juga menyerang dan berhasil melukai salah seorang teroris sebelum akhirnya juga terbunuh. Dengan terbunuhnya mereka, **ke-9 atlet lain sekarang terkepung dan menjadi sandera**.
Tindakan terorisme ini terjadi karena para teroris menginginkan 234 tahanan Palestina di penjara Israel dibebaskan dan menggunakan para atlet sebagai sandera
Setelah dilakukan negosiasi, para teroris menyadari bahwa permintaan mereka tidak akan dipenuhi. Karenanya, mereka memindahkan para sandera ke bandara Fürstenfeldbruck menggunakan helikopter. **Pemerintah Jerman sempat merencanakan penyerbuan** ke tempat penyanderaan namun rencana ini gagal karena **ternyata rencana ini disiarkan lewat tv nasional, dan tentu saja para teroris dengan mudah memahami rencana tersebut**.
Semua sandera terbunuh dan tiga orang teroris tertangkap walaupun terpaksa dibebaskan lagi dalam kurang dari dua bulan setelahnya
Pada saat teroris dan sandera mendarat di bandara Fürstenfeldbruck, mereka menyadari akan ada serangan. Baku tembak pun terjadi dan mengakibatkan terbunuhnya seorang polisi dan dua orang teroris. Satu jam kemudian, mobil bersenjata bantuan tiba untuk menyerang para teroris. **Teroris yang sudah mulai putus asa** akhirnya masuk ke salah satu helikopter dan **membunuh 4 orang sandera** lalu masuk ke helikopter yang lain **dan menembaki 5 sandera sisanya**.
Setelah para sandera terbunuh, baku tembak terjadi lagi dan polisi berhasil membunuh 3 orang teroris sementara **3 anggota teroris lain berhasil ditangkap**. Namun… kurang dari dua bulan setelahnya, anggota teroris Black September berhasil membajak sebuah pesawat dan mengancam akan meledakannya jika ketiga teroris yang sudah tertangkap sebelumnya tidak dibebaskan. **Akhirnya, ketiga teroris itupun terpaksa dibebaskan**.

