Inilah 4 Alasan Kemenangan Tontowi Liliyana Berbeda Dengan Kemenangan Indonesia Selama Ini
Terutama nomor 4 yang agak diluar dugaan.
Cover image via SAYS IndonesiaPada tanggal 17 Agustus 2016 kemarin, pasangan Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir berhasil membawa medali emas untuk pertandingan bulu tangkis di Olimpiade Rio 2016
Untuk kategori ganda campuran sendiri, medali emas yang diraih Tontowi/Liliyana ini merupakan kali pertama untuk Indonesia. Prestasi terbaik untuk kategori ini sebelumya adalah dua medali perak yang diraih pasangan Tri Kusharjanto/Minarti Timur di Olimpiade Sidney tahun 2000 dan pasangan Liliyana/Nova Widianto di Olimpiade Beijing tahun 2008.
Tapi jika kamu amati, ada setidaknya 4 hal yang membedakan kemenangan kali ini dengan kemenangan Indonesia lainnya. Berikut daftar lengkapnya.
1. Kemenangan ini diraih tepat tanggal 17 Agustus yang merupakan hari kemerdekaan Indonesia
Membawa pulang medali emas dari olimpiade adalah satu hal, tapi **membawa pulang medali emas sebagai hadiah ulang tahun kepada bangsa Indonesia tentu menjadi hal yang membanggakan** bagi tim bulu tangkis Indonesia.
Kepada [Badmintionindonesia.org] (https://m.tempo.co/read/news/2016/08/18/100796770/tontowi-liliyana-juara-pelatih-mereka-memang-sangat-siap), pelatih Tontowi/Liliyana, Richard Mainaky mengatakan, ""Puji Tuhan, kami sangat bersyukur dengan emas yang dipersembahkan oleh Tontowi/Liliyana. Saya ucapkan terima kasih kepada Tontowi/Liliyana. Di dua olimpiade, tim ganda campuran dapat perak. Kali ini Tontowi/Liliyana bisa menyumbangkan medali emas." **Selain kemenangan yang diraih tanggal 17 Agustus, [durasi pertandingan ini adalah 45 menit] (http://olahraga.kompas.com/read/2016/08/18/06020071/Fakta.Menarik.dari.Kemenangan.Tontowi.Ahmad.Liliyana.Natsir.) yang melambangkan hari kemerdekaan Indonesia**.
2. Selama Olimpiade Rio ini, pasangan Tontowi/Liliyana tidak pernah kalah sekalipun! Se-ka-li-pun!
Baik pada saat melawan pasangan Robin Middleton/Leanne Choo dari Australia, Bodin Issara/Savitree Amitrapai dari Thailand, Chang PS/Goh Liu Ying dari Malaysia (dua kali pertandingan), Praveen Jordan/Debby Susanto (dari Indonesia juga), dan Zhang Nan/Zhao Yunlei dari Cina, **mereka menang dua babak langsung, dan tidak pernah kalah satu babakpun**.
Image via badmintonindonesia.org
3. Disaat pasangan Tontowi/Liliyana dihujani ucapan selamat di Indonesia, pasangan Chang Peng Soon/Goh Liu Ying malah mendapat hujatan dari bangsanya sendiri
Image via Kosmo Malaysia
Di salah satu media Malaysia, pasangan Peng Soon dan Liu Ying disebut-sebut 'menghampakan' rakyat Malaysia saat mereka dikalahkan pasangan Indonesia.
Image via Berita Harian Malaysia
Di media lain di Malaysia, pasangan Peng Soon dan Liu Ying malah disebut 'sekadar' raih perak.
4. Hal ini berbeda dengan masyarakat Indonesia yang justru menaruh simpati pada mereka, terutama untuk Liu Ying
Agak menarik dan diluar dugaan memang, tapi pendukung bulu tangkis di Indonesia tidak hanya memberikan ucapan selamat kepada pasangan Tontowi/Liliyana tapi juga menunjukkan kekaguman kepada pasangan dari Malaysia, terutama untuk Liu Ying. Walaupun begitu, kekaguman yang diberikan bukan karena kemampuan bermain mereka, namun karena Liu Ying yang menurut netizen Indonesia 'imut'.
Image via twitter/Ghina_shawol
Image via Twitter/fajarnawawi
Image via twitter/rejardian
Image via twitter/bongarMetro2

