Golkar Pertimbangkan Kembali Syarat Setor 1M Bagi Calon Ketua Umum Setelah Dilarang KPK
Lalu dikemanakan uang yang sudah disetor beberapa calon?
Cover image via SAYS IndonesiaIngat rencana Golkar minta kadernya setor 1 miliar untuk maju sebagai calon ketua umum?
Komite Etik Musyawarah Nasional Luar Biasa Golkar (Munaslub) mempertimbangkan kembali syarat iuran 1 miliar oleh anggota yang ingin mencalonkan diri menjadi ketua umum Golkar pada Munaslub pertengahan Mei mendatang
Iuran ini ditentukan sebelumnya pada rapat pleno pengurus Dewan Pimpinan Pusat Golkar minggu lalu. Selain menetapkan iuran wajib bagi calon ketua umum, rapat pleno ini juga menetapkan adanya sumbangan sukarela dari seluruh kader untuk mendanai penyelenggaraan Munaslub.
Aburizal Bakrie, Ketua Umum Partai Golkar yang menyampaikan adanya iuran 1 miliar untuk calon ketua umum Golkar
Image via lintasnasional
Keputusan untuk mempertimbangkan kembali iuran ini diambil setelah panitia Munaslub meminta pendapat KPK
Wakil Ketua Komite Etik Munaslub Golkar, Lawrence Siburian, mendatangi kantor KPK untuk berkonsultasi terhadap syarat iuran 1 miliar oleh calon ketua umum ini. Di kantor KPK, Lawrence disambut dan berkonsultasi dengan empat pimpinan KPK, Agus Rahardjo, Basaria Panjaitan, Laode M Syarif, Alexander Marwata, dan sejumlah Deputi dan pejabat KPK lain.
KPK menganggap iuran ini dapat menjadi salah satu bentuk gratifikasi
Kepada [Tempo.co] (https://m.tempo.co/read/news/2016/05/04/078768535/kpk-larang-calon-ketum-golkar-iuran-rp-1-miliar), Lawrence mengungkapkan bahwa alasan KPK melarang iuran ini adalah karena syarat ini dapat dianggap salah satu bentuk gratifikasi.
"KPK melarang permintaan uang Rp1 miliar, **Itu bisa masuk dalam ketentuan gratifikasi, karena calon yang dipilih merupakan penyelenggara negara**," ujar Lawrence di kantor KPK pada hari Rabu, 4 Mei 2016.
Walaupun begitu, beberapa anggota yang berniat menjadi calon ketua umum sudah menyetor iuran 1 miliar ini
**Setya Novanto yang beberapa bulan lalu terlibat kasus 'papa minta saham' sudah membayar iuran sebesar 1 miliar yang dipersyaratkan sebelumnya**. Menurut Setya, dirinya hanya mengikuti aturan yang sudah ditentukan panitia Munaslub.
Salah satu calon ketua umum lain, Mahyudin, juga sudah membayar uang sejumlah 1 miliar yang dipersyaratkan. Kepada [CNNIndonesia] (http://www.cnnindonesia.com/politik/20160504114557-32-128595/daftar-caketum-golkar-mahyudin-serahkan-uang-rp-1-miliar/), Mahyudin mengatakan bahwa uang ini merupakan kontribusinya kepada Golkar. "**Rp1 m itu dana pribadi, tabungan istri saya. Saya juga clear. Saya anggota dpr. Istri anggota dpr. Ga ada minta pengusaha**,"ujarnya.
Sementara beberapa calon ketua umum lain memang sudah dari awal menolak syarat iuran 1 miliar ini
**Indra Bambang Utoyo**, salah satu kader partai Golkar menyatakan **menolak membayar iuran 1 miliar ini dan bahkan rela didiskualifikasi**. Menurutnya, jika dirinya didiskualifikasi, akan tercipta contoh yang buruk karena praktik semacam ini menunjukkan kader yang tidak memiliki dana tidak dapat menjadi ketua umum Golkar.
Hal senada juga disampaikan Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo. **Keduanya telah menyampaikan berkas pendaftaran sebagai calon ketua umum kepada panitia, namun tidak menyertakan uang 1 miliar yang dipersyaratkan**.
Sedikit berbeda dengan dua calon sebelumnya, Ade Komarudin, yang juga berencana maju menjadi ketua umum golkar menyatakan tidak akan membayar iuran 1 miliar setelah KPK menyatakan iuran ini dianggap sebagai gratifikasi. "**Kalau kata KPK tidak benar, ya tidak benar. Saya akan patuhi KPK**," ujarnya kepada [JakartaGlobe] (http://jakartaglobe.beritasatu.com/news/golkar-reconsiders-rp-1-billion-registration-fee-kpk-criticism/).
Setelah mendapat larangan dari KPK, panitia Munaslub akan mengembalikan uang yang sudah disetor para calon secara utuh
Kepada [Tempo.co] (https://m.tempo.co/read/news/2016/05/04/078768535/kpk-larang-calon-ketum-golkar-iuran-rp-1-miliar), Wakil Ketua Komite Etik Munaslub Golkar, Lawrence Siburian, juga menegaskan bahwa **uang yang sudah disetor para calon ketua umum akan dikembalikan**. "Kami semangatnya ingin memperbaiki partai dan ingin membasmi korupsi," ujarnya.
Tuliskan komentar Anda di kolom komentar dan ikuti [Facebook] (https://www.facebook.com/SAYSIndonesia/) dan [Twitter] (https://twitter.com/SAYS_ID) SAYS Indonesia untuk berita terbaru lainnya
Image via thoughtcatalog

