Hillary Dapat Lebih Banyak Vote Tapi Trump Yang Menang, Kenapa?

Sistem demokrasi di Amerika ternyata berbeda dengan Indonesia.

Enlarge text
Cover ImageCover image via SAYS Indonesia
Logo

Pernahkah kamu memperhatikan hasil voting di Amerika tahun ini dan merasa ada yang janggal?

Image via nydailynews.com

Jika kamu perhatikan, jumlah suara yang diperoleh Hillary lebih banyak dari Trump.

Pertanyaannya, kok bisa Donald Trump yang menang?

Image via SAYS Indonesia

Karena di Amerika warga tidak memilih langsung presidennya, tapi memilih elector untuk mewakili mereka memilih presiden

Sistem ini disebut *electoral college*. Jadi jika kamu berpikir pemilu di Amerika sama dengan pemilu di Indonesia, kamu salah.

Yup Captain Jack, kamu salah

Image via memecrunch.com

Jadi gak milih langsung? Nggak enak banget. Trus cara kerja sistem ini gimana?

Jadi, **setiap negara bagian di Amerika mengirimkan sejumlah** ***elector*** **untuk memilih presiden mewakili rakyatnya**.

Begini, anggaplah negara bagian itu kita setarakan dengan provinsi agar lebih mudah dipahami. Jawa Barat mengirimkan 7 *elector*, Jakarta mengirimkan 20 *elector*, dan Maluku mengirimkan 3 *elector*.

Kenapa jumlahnya berbeda? Ini dihitung berdasarkan populasi. **Semakin banyak penduduk di suatu negara bagian, semakin banyak mereka mendapat jatah** ***elector***.

Pada dasarnya, warga hanya menentukan mereka ingin *elector* memilih siapa, Hillary atau Trump.

Negara bagian dengan populasi besar seperti California mendapat lebih banyak elector dibanding negara bagian dengan populasi kecil

Image via Youtube/CGP Grey

Lah trus bedanya apa? Kalo banyak yang minta electornya pilih Hillary, kan harusnya tetap Hillary yang menang?

Nah disinilah perbedaan paling mencolok antara demokrasi Indonesia dan Amerika.

Untuk Indonesia, jika di Jawa Barat Hillary mendapat 40% suara dan Trump mendapat 60%, maka perhitungan akhirnya ya 40% suara diberikan ke Hillary dan 60% ke Trump (sederhana kan?).

Tapi **di Amerika diterapkan sistem** ***Winner Takes It All***. Artinya jika Trump mendapat 60% suara, semua suara di negara bagian tersebut diberikan ke Trump (yup, termasuk 40%nya Hillary). Jadi 7 orang *elector* Jawa Barat sekarang dimenangkan oleh Trump.

Dan **ini berlaku untuk berapapun selisih persentasenya** entah itu 70% dan 30%, atau 90% dan 10%. Bahkan jika hasilnya 50,5% dan 49,5%, kandidat yang mendapat 50,5% berhak mendapat semua *elector*. Ya… kasihan memang, tapi sistemnya mengatur demikian.

Image via SAYS Indonesia

Ngeri juga ya… 1 pertanyaan lagi, itu kan secara persentase Hillary lebih tinggi, harusnya nggak masalah dong?

**Secara nasional iya, tapi secara negara bagian belum tentu**.

Oke, anggaplah pemilu Amerika diikuti oleh 5 provinsi, Jawa Barat (50 penduduk), Jakarta (100 penduduk), Sumatera Selatan (40 penduduk), Bali (30 penduduk), dan Maluku (20 penduduk).

Anggaplah peraturannya, setiap 10 penduduk boleh diwakili oleh 1 *elector*. Jadi Jawa Barat 5 *elector*, Jakarta *10 elector*, Sumatera Selatan 4 *elector*, Bali 3 *elector*, dan Maluku 2 *elector*.

Bayangkan jika hasilnya seperti ini

Image via SAYS Indonesia

Dari simulasi ini terlihat bahwa **walaupun jumlah suara Hillary lebih banyak (133) dibanding Trump (107), tapi jumlah** ***elector*** **yang diperoleh Trump lebih banyak (13) dibanding Hillary (11)**.

Jadi di Amerika, **kuncinya** bukan di memenangkan banyak vote, tapi **memenangkan vote di negara bagian yang jumlah** ***elector*****nya banyak**, misalnya California (55 *elector*), Texas (38), Florida (29 *elector*) dan New York (29 *elector*).

Bagaimana menurutmu? Lebih suka demokrasi di Amerika atau di Indonesia? Beitahu kami di kolom komentar ya.

Dan jangan lupa like [Facebook] (http://bit.ly/saysidfb), follow [Twitter] (http://bit.ly/saysidtwitter), dan [Subscribe] (http://bit.ly/saysidsubscribe) SAYS Indonesia untuk berita komprehensif lainnya

Jangankan sistem demokrasinya, tempat nyoblosnya saja aneh-aneh

Dan ini alasannya

Baca juga berita lainnya

Read more trending stories on SAYS

You may be interested in: