Gadis 19 Tahun Asal Manado Diperkosa Belasan Pria Setelah Sebelumnya Dicekoki Narkoba

MenSos: penanganan kasus berjalan lelet!

Enlarge text
Cover ImageCover image via suara.com
Logo

#V, gadis belia asal Manado menjadi korban pemerkosaan belasan laki-laki setelah sebelumnya dibuat tidak sadarkan diri dengan narkoba jenis sabu-sabu

Namun seperti apa yang dialami [#YY] (http://www.says.com/id/news/masih-ada-waktu-untuk-bersama-sama-nyalauntukyuyun), kasus ini baru muncul ke permukaan perhatian publik setelah terjadi berbulan-bulan lalu yakni sejak Januari 2016. Rina, orangtua korban memperoleh kesempatan untuk mengisahkan berita tragis ini dalam konferensi pers di SwissBell Hotel, Manado, Sabtu 7 Mei 2016 didampingi oleh Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sulu.

Menurut keluarga orangtua korban, #V mengalami trauma berat sampai sempat tidak mengenali orangtua dan keluarganya sendiri. Menurut laporan [terakhir] (http://makassar.tribunnews.com/2016/05/08/kronologi-gadis-manado-diperkosa-15-pria), korban saat ini sedang menjalani pemulihan kejiwaan di Ternate.

Rina, orangtua korban menceritakan detail peristiwa kepada KPPPA RI, Ikadin, dan sejumlah wartawan

Image via manadoline

Berawal dari perangkap teman perempuan berinisial Y dan M yang mengajak korban bepergian ke Bolmut

Mengutip [Tribun Timur] (http://makassar.tribunnews.com/2016/05/08/kronologi-gadis-manado-diperkosa-15-pria), orangtua korban mengatakan, 24 Januari 2016 dijemput oleh kedua temannya berinisial Y dan M menuju Bolangitang, kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Sulawesi Utara. Korban mengaku setibanya di Bolmut, Y dan M memaksa korban untuk mencicipi narkoba berjenis sabu-sabu hingga ia tidak sadarkan diri. Korban kemudian digiring ke sebuah penginapan di wilayah Solangitan dan disitulah menurut pengakuannya dia diperkosa belasan pria secara bergiliran.

Melanjutkan keterangan sumber yang sama, dilaporkan bahwa usai dari diperdayai di Bolangitan, korban kemudian dibawah ke provinsi Gorontalo dan kembali memperoleh tindak pemerkosaan diikuti penganiayaan, kali ini, **diduga 2 anggota kepolisian terlibat sebagai pelaku**. Setelah disekap selama 4 hari di hotel, pada tanggal 29 Januari, korban dipulangkan ke rumah dalam kondisi memar dan luka.

Reaksi atas dugaan adanya keterlibatan dua oknum polisi

Kabid humas Polda Sulut AKBP Wilson Damanik

Image via Tribun Manado/Ferdinand

Tuturnya, sejauh ini berdasarkan keterangan yang berhasil dikumpulkan oleh para saksi dan korban, belum ada petunjuk yang mengarah ke keterlibatan oknum polisi sebagai pelaku.

Kapolda Sulawesi Utara juga turut angkat bicara. Mengutip [sindonews] (http://daerah.sindonews.com/read/1107113/193/ini-penjelasan-kapolda-sulut-tentang-gadis-manado-diperkosa-19-pria-1462780371), Brigjen Pol Wilmar Marpaung membenarkan adanya laporan dari Polresta Manado yang kemudian melimpahkan kasus ini ke Polda Sulut. Pihaknya saat ini juga sudah mengundang penyidik jadi Gorontalo yang juga menjadi lokasi peristiwa, untuk melakukan gelar perkara.

**Tidak ada unsur kesengajaan berlama-lama melalaikan kasus ini, tambahnya, menanggapi keluhan lambatnya penanganan kasus yang sudah terjadi sejak Januari 2016 ini.**

Keterangan pers yang diberikan Kapolda Sulut atas kasus gadis Manado 19 tahun yang diperkosa belasan pria

Image via SINDO/Valentino

MenSos: penuntasan kasus terhadap #V 'lelet'

Kasus gadis Manado ini sudah dilaporkan polisi sejak 31 Januari 2016 namun hingga saat keluarga korban belum mendapatkan penuntasan yang sesuai harapan. **Diketahui, dua perempuan berinisial Y dan M tersebut hanya sempat memperoleh hukuman kurungan selama satu hari.**

Menurut Khofifah, penuntasan kasus berjalan lelet dan **respon aparat hukum masih kurang mendukung meskipun kasus ini sudah menjadi sorotan pemberitaan.**

Kira-kira respon seperti apa yang dikatakan masih kurang mendukung? Seperti ini?

Kutipan respon pihak Kapolda Sulut dalam wawancara via telepon reporter NET News yang terdapat di video pemberitaan NET NEWS yang diunggah ke Facebook.

*"Sebenarnya sangat disesalkan. Sebaiknya dia (Ibu korban) menanyakan langsung ke Polda sampai sejauh mana penanganan kasus itu. Itu idealnya kan."*

*"Karena ini hari libur, mohon maaf tidak dapat memberikan jawaban yang memuaskan."*, tambahnya saat ditanya apakah Polda sendiri sudah menjalankan kasus ini atau belum.

Ikuti [Facebook] (https://www.facebook.com/SAYSIndonesia/) dan [Twitter] (https://twitter.com/SAYS_ID) kami untuk update berita terbaru!

Image via giphy

Lainnya di SAYS Indonesia:

Read more trending stories on SAYS

You may be interested in: