Trump Jadi Presiden, Ini Dampaknya Untuk Indonesia Di Bidang Diplomatik Dan Ekonomi

Apakah ini saatnya kita khawatir?

Enlarge text
Cover ImageCover image via SAYS Indonesia
Logo

Walaupun baru kemarin Donald Trump terpilih menjadi Presiden Amerika ke 45 setelah mengalahkan Hillary Clinton…

Dampaknya sudah terasa di berbagai penjuru dunia

Mulai dari [melemahnya harga saham di pasar Asia] (http://economy.okezone.com/read/2016/11/09/278/1536822/quick-count-pilpres-as-bursa-asia-terbakar-dan-nikkei-terjun-bebas-5-5), turunnya berbagai mata uang [termasuk Rupiah] (http://www.beritasatu.com/ekonomi/398132-trump-ungguli-clinton-rupiah-tersungkur.html), hingga [protes dari ratusan warga di Amerika] (http://www.thejakartapost.com/news/2016/11/10/anger-over-trump-explodes-protesters-set-fires-smash-glass.html) yang tidak ingin mengakui Trump sebagai presiden mereka.

Tapi apa sebenarnya dampak terpilihnya Trump untuk Indonesia, khususnya di bidang diplomasi dan ekonomi? Benarkah seburuk itu?

Diplomasi: Baik Amerika maupun Indonesia berjanji akan melanjutkan hubungan diplomasi kedua negara

Seperti laporan [JakartaPost] (http://www.thejakartapost.com/news/2016/11/09/jokowi-congratulates-trump.html), Presiden Jokowi mengatakan **Indonesia akan tetap menjalin hubungan yang baik dengan Amerika**.

Begitupun dengan Amerika yang melalui kantor kedutaannya di Indonesia mengatakan [akan menjaga hubungan dengan Indonesia] (http://www.thejakartapost.com/news/2016/11/09/us-pledges-to-maintain-relations-with-indonesia.html).

Tapi benarkah sesederhana itu?

Yang perlu diperhatikan, Trump adalah presiden Amerika yang paling tidak biasa.

Tidak ada presiden Amerika sebelumnya yang berencana membangun dinding untuk membatasi negara lain. **Tidak ada presiden Amerika yang pernah mengatakan akan membatasi masuknya muslim ke Amerika. Hanya Trump**.

**Pertanyaannya, apakah Trump akan benar-benar melakukannya?** Tidak ada yang tahu.

Untuk saat ini, kita bisa beranggapan hubungan Amerika dan Indonesia akan dilanjutkan seperti biasa. Tapi jika kebijakan Trump seperti larangan muslim masuk ke Amerika benar-benar dilaksanakan dapat menjadi cerita lain bagi Indonesia yang merupakan negara mayoritas muslim terbesar.

Trump berencana membangun dinding pemisah dengan Meksiko saat kampanye

Image via Youtube/TomoNews US

Perdagangan: Amerika diperkirakan akan lebih protektif terhadap kebijakan ekonominya, dan ini dapat menyulitkan Indonesia

Kepada [Tempo] (https://bisnis.tempo.co/read/news/2016/11/10/090819150/trump-terpilih-perdagangan-as-akan-lebih-proteksionis), Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Mohammad Faisal mengatakan Amerika Serikat di bawah **kepemimpinan Donlad Trump akan lebih protektif dalam menjalankan kebijakan perdagangannya**.

Seperti dilaporkan [CNN] (http://money.cnn.com/2016/09/15/news/economy/trump-tariff-ford-mexico/), **untuk barang yang diproduksi perusahaan Amerika di luar negeri namun dijual di Amerika Trump berencana menetapkan pajak 35% untuk barang tersebut**. Tujuannya agar mengurangi persaingan dengan barang yang diproduksi di dalam Amerika.

Pertanyaannya, **bagaimana dengan barang yang diproduksi perusahaan non-Amerika** di luar Amerika, **seperti Indonesia misalnya?** Jika hal ini benar-benar dilakukan Trump, barang ekspor Indonesia akan mengalami kesulitan menembus pasar Amerika.

Tekstil adalah ekspor terbesar Indonesia ke Amerika dengan angka mencapai 17 milyar dolar AS

Image via Tempo

Ekonomi: Dalam jangka pendek, rupiah diperkirakan akan naik turun , begitupun harga saham perusahaan Indonesia

Setelah [kemarin sempat anjlok] (http://www.beritasatu.com/ekonomi/398132-trump-ungguli-clinton-rupiah-tersungkur.html), hari ini rupiah menguat.

Menurut [Liputan6] (http://bisnis.liputan6.com/read/2648228/rupiah-bakal-bergejolak-imbas-donald-trump-jadi-presiden-as?utm_source=dlvr.it&utm_medium=twitter) kemarin rupiah berada di angka 13.188 per dolar AS namun hari ini naik menjadi 13.099 per dolar AS.

**Gejolak seperti ini akan terus terjadi dalam waktu pendek** menurut Analis Pasar Uang Bank Mandiri, Reny Eka Putri.

**Hal ini dipengaruhi** ***shock*** **atas reaksi terpilihnya Trump** sebagai presiden Amerika. Namun menurut Analis Pasar Uang, Rully Arya Wisnubroto ***shock*** **ini bersifat sementara**.

"Shock hanya bersifat sementara dan sudah terjadi kemarin. Jadi untuk hari ini, saya rasa rupiah akan berada pada kisaran Rp 13.050-13.125 per dolar AS," kata dia

Begitupun dengan saham-saham perusahaan di Asia yang kemarin [sempat anjlok] (http://economy.okezone.com/read/2016/11/09/278/1536822/quick-count-pilpres-as-bursa-asia-terbakar-dan-nikkei-terjun-bebas-5-5), hari ini [mulai mengalami penguatan] (http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/845903-pasca-pilpres-as-saham-saham-di-asia-lanjutkan-penguatan-nbsp).

Ilustrasi naik turunnya rupiah

Image via Markbiz.co.id

Bagaimana pendapatmu? Seburuk apa dampak terpilihnya Trump terhadap Indonesia? Beritahu kami di kolom komentar ya.

Dan jangan lupa like [Facebook] (http://bit.ly/saysidfb), follow [Twitter] (http://bit.ly/saysidtwitter), dan [Subscribe] (http://bit.ly/saysidsubscribe) SAYS Indonesia untuk berita komprehensif lainnya setiap hari

Tahukah kamu bahwa berbagai dampak buruk ini sudah terjadi dari masa quick count?

Baca juga berita lainnya

Read more trending stories on SAYS

You may be interested in: