Bangun Dari Koma, Remaja Ini Lupa Bahasanya Dan Malah Bicara Bahasa Spanyol

Dan itu terjadi selama beberapa minggu.

Enlarge text
Cover ImageCover image via SAYS Indonesia
Logo

Rueben Nsemoh, remaja 16 tahun dari Negara Bagian Georgia, Amerika Serikat menjadi headline di media setelah dirinya terbangun dari koma dan kehilangan kemampuan bahasa Inggrisnya

Anehnya, Rueben malah berbicara bahasa Spanyol dengan lancar padahal sebelum koma dirinya tidak dapat berbicara dalam bahasa tersebut

"[Bahasanya] keluar begitu saja," ujarnya kepada [TIME] (http://time.com/4542967/teen-coma-fluent-spanish-georgia/?xid=time_socialflow_facebook) pada hari Senin 24 Oktober waktu setempat.

"Saya merasa itu seperti alami. Saya tidak [bisa] bicara bahasa Inggris dengan benar, dan setiap kali saya coba bicara bahasa Inggris, saya merasa seperti tertahan."

Rueben Nsemoh saat bangun dari koma

Image via Facebook/veja.abril.com

Rueben juga mengatakan bahwa sebelum dirinya mengalami koma, **sebenarnya dia hanya tahu beberapa kata sederhana dalam bahasa Spanyol**. Itupun hanya didengarnya sesekali saat kakaknya yang pernah belajar di Spanyol berbicara atau dari teman di tim sepakbola Rueben yang kadang berbicara bahasa Spanyol.

Orang tua Rueben merasa terkejut karena mereka sekeluarga adalah penutur bahasa Inggris, bukan Spanyol

Setelah berhari-hari dirawat di ruang ICU, Rueben akhirnya sadar dan langsung mengucapkan, "**Tengo hambre**," atau "**Saya lapar**" dalam bahasa Spanyol.

Dorah Nsemoh, ibu Rueben, kemudian memanggil suster untuk memeriksa Rueben. "Susternya bertanya bahasa apa yang biasa digunakan Rueben. Saya jawab, '**Saya pengguna bahasa Inggris. Dia [juga] pengguna bahasa Inggris**. Kami bukan pengguna bahasa Spanyol,'" Nsemoh menjelaskan.

Rueben mengalami koma setelah salah satu pemain tanpa sengaja menendang kepalanya saat mereka bermain sepak bola

Image via Facebook/Rueben Nsemoh

Setelah beberapa minggu bangun dari koma, kemampuan bahasa Inggris Rueben mulai pulih dan sekarang dia mampu bicara kedua bahasa tersebut dengan lancar

Meski begitu, perlahan-lahan kemampuan bahasa Spanyol tersebut mulai hilang, kata Rueben.

Sebenarnya peristiwa ini bukan yang pertama kali terjadi

Pada bulan Juni lalu, [seorang wanita dari Texas] (http://edition.cnn.com/2016/06/23/health/surgery-new-accent-trnd/), Amerika Serikat juga pernah berbicara dengan aksen berbeda setelah pembedahan.

Lisa Alamia yang lahir dan besar di Amerika tiba-tiba berbicara dengan bahasa Inggris aksen *British* (Inggris) padahal biasanya dia menggunakan bahasa Inggris aksen Amerika.

Peristiwa ini disebut dengan [Foreign Accent Syndrome] (https://www.utdallas.edu/research/FAS/) (Sindrom Aksen Asing) dan merupakan kasus yang langka

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit), [Traumatic Brain Injury] (http://www.cdc.gov/traumaticbraininjury/outcomes.html) (cedera/gegar otak) yang parah dapat mengakibatkan perubahan fungsi bahasa pada otak seperti yang dialami Rueben dan Lisa.

Jadi untuk yang mau pintar bahasa asing, mungkin bisa coba digegarin dikit otaknya ya 😛

Jangan lupa like [Facebook] (http://bit.ly/saysidfb), follow [Twitter] (http://bit.ly/saysidtwitter), dan [Subscribe] (http://bit.ly/saysidsubscribe) SAYS Indonesia untuk berita terbaru lainnya

Tapi daripada gegarin otak, bisa belajar cara biasa aja ya. Bahasa asing gak susah-susah amat kok, cuma emang sih suka lupa kata-kata ini terjemahannya apa.

Baca juga tulisan SAYS Indonesia lainnya ya

Read more trending stories on SAYS

You may be interested in: