Bagaimana Para Pemain Bola Muslim Menjalani Puasa Saat Euro 2016?

Apakah mereka juga puasa?

Enlarge text
Cover ImageCover image via SAYS Indonesia
Logo

Penasaran nggak sih bagaimana para pemain sepakbola muslim menjalani puasa mereka saat kejuaraan Euro 2016 digelar?

Sejumlah nama besar dunia sepak bola yang terlibat di kejuaraan Euro kali ini merupakan pemeluk agama Islam. Beberapa diantaranya adalah Paul Pogba, Emre Can, Sami Khedira dan Mesut Özil. Selain itu, beberapa pemain dari negara Turki, Albania, dan Swiss juga adalah muslim.

Xherdan Shaqiri, pemain dari tim Swis yang beragama Islam

Image via themuslimvibe

Lalu, apakah mereka berpuasa saat menjalani pertandingan?

Seperti dikutip [aboutislam.net] (http://aboutislam.net/muslim-issues/europe/euro-2016-ramadan-will-muslim-players-fast/), para pemain muslim di Belgia, termasuk Mousa Dembele dan Marouane Fellaini mengatakan mereka tidak akan berpuasa selama Euro. Selain Belgia, tim dari Turki dan Albania juga menghadapi dilema yang sama. Untuk tim Albania, sang pelatih yang berasal dari Itali, Gianni De Biasi, menyerahkan keputusan untuk berpuasa atau tidak kepada para pemainnya. Sementara untuk tim Turki, sang pelatih Fatih Term mengatakan bahwa pemain dari Turki tidak akan berpuasa selama Euro.

Bagaimana dengan para pemain dari Jerman, Mesut Özil misalnya?

Mesut Özil, salah satu pemain andalan dari tim Jerman yang beragama Islam menyatakan bahwa dirinya merupakan salah satu pemain dari Jerman yang tidak berpuasa selama Euro. Seperti dikutip laman resmi sepakbola di Jerman, [dbd.de] (http://www.dfb.de/news/detail/ramadan-profisportler-duerfen-fastenbrechen-147254/), Özil mengatakan, "Cuacanya di musim panas terlalu tinggi. Kami melakukan latihan dan pertandingan yang ketat, sehingga tidak memungkinkan saya untuk berpuasa."

Mesut Özil berdoa sebelum bertanding

Image via themuslimvibe

Lalu bagaimana pendapat para ahli tentang pemain yang tidak berpuasa?

Seperti dikutip [aboutislam.net] (http://aboutislam.net/muslim-issues/europe/euro-2016-ramadan-will-muslim-players-fast/), Asosiasi Sepakbola Jerman telah berkonsultasi dengan para ahli di Universitas Al-Azhar yang merupakan salah satu lembaga tertinggi untuk para muslim. Para ahli mengatakan pengecualian dapat diberikan kepada atlet profesional karena alasan kesehatan.

Salah satu mantan mantan pemain Liga Primer, Nathan Ellington juga berbagi pengalamannya. Kepada [bbc.co.uk] (http://www.bbc.co.uk/bbcthree/item/e25557ac-e76b-435f-9bfa-b069230fc68b) dirinya mengatakan bahwa saat menjalani pertandingan para pemain seringkali berada dalam perjalanan. Hal ini karena lokasi pertandingan yang berada di kota atau bahkan negara yang berbeda. Menurut aturan Islam, seseorang yang sedang dalam perjalanan atau sakit tidak diawajibkan berpuasa namun harus menggantinya dikemudian hari. Karenanya, menurut Nathan para pemain memiliki waktu sepanjang tahun untuk mengganti puasa yang hilang ini.

Meski begitu, Nathan juga menambahkan bahwa dirinya pernah berpuasa saat menjalani pertandingan tanpa diketahui pelatih dan pemain setimnya. Pernah suatu ketika dirinya bertanding di Yunani sambil menjalani puasa namun justru penampilannya sangat baik. Setelah mengetahui dirinya berpuasa, salah satu pemain satu timnya membuat lelucon bahwa dirinya harus berpuasa saja jika bisa tampil sebaik ini.

Universitas Al-Azhar di Kairo, Mesir

Image via wordpress/bahaifact

Nathan Ellington

Image via derbytelegraph

Kejuaraan Euro 2016 dilaksanakan di Perancis dan durasi puasa ramadan tahun ini adalah 18 setengah jam

Untuk berita terbaru lainnya, like [Facebook] (https://www.facebook.com/SAYSIndonesia/) dan follow [Twitter] (https://twitter.com/SAYS_ID) SAYS Indonesia

Image via thebiglead.com

Sementara itu, sudah tahukah kalau kamu jadi atlet kamu bisa mendapat hadiah 5 miliar dan dana pensiun?

Ngomong-ngomong, bagaimana puasamu tahun ini? Berbagai tips ini bisa membantu puasamu loh

Read more trending stories on SAYS

You may be interested in: