Pelaku Penembakan Klub Gay Di Orlando Yang Tewaskan 50 Orang Diduga Bergerak Untuk ISIS

Meskipun keluarga ragukan hal itu.

Enlarge text
Cover ImageCover image via CNN/Reuters
Logo

Menurut Mantan Teman Sekelas, Pelaku Tragedi Klub Gay Orlando Juga Penyuka Sesama Jenis

Seorang mantan teman sekelas Mateen, pelaku tragedi berdarah Orlando, saat masih menempuh pendidikan di akademi polisi menyampaikan bahwa Mateen adalah seorang penyuka sesama jenis. Menurut pengakuannya yang dilansir di [Palmbeachpost] (http://www.palmbeachpost.com/news/news/orlando-shooter-omar-mateen-was-gay-former-classma/nrfwW/?ecmp=pbp_social_twitter_2015_sfp), Mateen dulu pernah mengajaknya kencan.

Menurut pengakuannya, Mateen memang dikenal sebagai pribadi yang kikuk. Dirinya selalu berusaha untuk bisa menyesuaikan diri tapi tetap tidak ada banyak yang bisa benar-benar menyukainya, ujar teman sekelas yang dulu juga sering mengunjungi klub Gay bersama Mateen dan beberapa teman lainnya.

Beberapa pengunjung Pulse juga mengaku pernah beberapa kali melihat Mateen mengunjungi klub Gay tempat tragedi berlangsung itu. Salah satunya adalah pria bernama [Kevin West] (http://www.palmbeachpost.com/news/news/orlando-shooter-omar-mateen-was-gay-former-classma/nrfwW/?ecmp=pbp_social_twitter_2015_sfp) yang mengatakan pernah berinteraksi dengan Mateen lewat *Jack'D*, sebuah aplikasi kencan daring untuk penyuka sesama jenis.

Aksi penembakan masal mematikan yang bertempat di Pulse, sebuah klub malam gay di Orlando, Amerika Serikat, terjadi sekitar pukul 2 dini hari dan menewaskan 50 korban jiwa

Seperti dilansir laporan [CNN] (http://edition.cnn.com/2016/06/12/us/orlando-nightclub-shooting/), aksi ini dinilai sebagai tragedi penembakkan masal paling mematikan serta teror terburuk negara setelah tragedi 911.

Pemuda asal New York kelahiran 1986 Omar Mir Seddique Mateen atau Mateen menjadi pelaku tunggal tragedi yang sedikitnya menelan 100 korban baik yang tewas maupun yang luka ini. Polisi berhasil memperolah data ini setelah menembak mati Mateen saat masih di lokasi kejadian.

Omar Mir Seddique Mateen atau Mateen.

Image via abcnews.go.com

Mateen diketahui menggunakan senjata serbu laras panjang, pistol dan beberapa senjata lain saat melancarkan aksinya. Menurut keterangan pimpinan polisi Orlando John Mina yang dikutip dari laporan [Kompas.com] (http://internasional.kompas.com/read/2016/06/12/18594071/polisi.20.tewas.dan.42.luka.dalam.penembakan.di.orlando), sebelumnya sempat terjadi baku tembak antara petugas kepolisian dengan Mateen. Dia yang mulai terpojok kemudian kembali ke dalam klub dan menyandera beberapa orang. Tim SWAT kepolisian kemudian dapat menyelamatkan sandera dan menembak mati Mateen yang mencoba melawan petugas dengan senjatanya.

Pulse, klub malam Gay di Orlando, Amerika Serikat.

Image via CNN

Pihak keluarga menyangsikan aksi yang dilakukan Mateen dilatarbelakangi keterlibatannya dengan kelompok ISIS

Menurut laporan [CNN] (http://edition.cnn.com/2016/06/12/us/orlando-nightclub-shooting/), pagi di hari kejadian Mateen sempat menghubungi pihak kepolisian menggunakan layanan 911 dan mengucap ikrar setianya pada ISIS. Tetapi, pihak keluarga meragukan kebenaran akan hal itu. Menurut pengakuan mereka, anak dari seorang imigran asal Afghanistan itu memang pernah marah besar melihat ada dua pria berciuman di Miami. Namun lepas dari hal itu, menurut mereka Mateen tetap bukan terhitung orang yang religius dan cukup jauh dari pengaruh ISIS.

Melalui wawancara eksklusif dengan [CNN] (http://edition.cnn.com/2016/06/12/us/orlando-nightclub-shooting/) Sitora Yusufiy, mantan istri Mateen yang berdarah Pakistan di Boulder, Colorado, menganggap Mateen memiliki kepribadian ganda. Di awal pernikahan, semua tampak baik-baik saja hingga beberapa saat kemudian, Mateen mulai melakukan kekerasan domestik kepada istrinya yang pada akhirnya meninggalkannya setelah kurang lebih 4 bulan umur pernikahan.

SItora Yusufiy

Image via abscnews.comh=

Sebelumnya, gerak-gerik Mateen sudah beberapa kali menjadi perhatian tim penyidik FBI

1. Pada tahun 2013 dan 2014, saat dirinya berkomentar pada rekan kerjanya di kantor bahwa dia mendukung grup militan. Kedua interview di selang tahun tersebut tidak berujung ke bukti tindak kriminal apapun yang melibatkannya.

2. Pada 2014 juga, Mateen juga pernah diwawancara FBI terkait keterikatannya dengan Moner Mohammad Abu-Salha, warga AS yang juga tinggal di Florida dan juga tewas dalam aksi bom bunuh diri di Syria pada waktu yang sama.

Berikut video amatir unggahan netizen di Snapchat yang berada di sekitar lokasi saat tragedi

Lainnya dari SAYS Indonesia:

Read more trending stories on SAYS

You may be interested in: