Aburizal Bakrie: Anggota Yang Maju Sebagai Calon Ketua Umum Golkar Wajib Setor 1 Miliar

Dan alasannya adalah untuk Gotong Royong?

Enlarge text
Cover ImageCover image via lintasnasional
Logo

Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie, menyatakan bahwa setiap calon ketua umum harus membayar 1 Miliar rupiah untuk pencalonannya dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub)

Kepada [Detiknews] (https://news.detik.com/berita/3198832/ical-caketum-golkar-wajib-bayar-rp-1-miliar) pada 28 April 2016, Ical (sapaan yang biasa digunakan untuk Aburizal Bakrie) mengatakan bahwa **uang tersebut adalah uang pendaftaran yang nantinya akan digunakan untuk tambahan dana penyelenggaraan Munaslub**. Munaslub itu sendiri akan diselenggarakan pada tanggal 23 Mei mendatang dan salah satu tujuannya adalah memilih ketua umum Golkar yang baru.

Aburizal Bakrie, Ketua Umum Partai Golkar

Image via lintasnasional

Ical juga menjelaskan bahwa ini adalah bentuk gotong royong para calon ketua umum dan anggota partai dalam penyelenggaraan Munaslub

Ical menjelaskan bahwa penyelenggaraan Munaslub ini akan dilakukan dengan prinsip gotong royong. Menurutnya, **tidak hanya calon ketua umum yang berkontribusi, semua anggota partai pun akan ikut menyumbang demi terselengaranya Munaslub**.

"Pembiayaan diselesaikan secara gotong-royong, semua ikut, DPP ikut, anggota ikut, calon calon ikut. Partai Golkar mengedepankan prinsip-prinsip gotong-royong," tambah Ical kepada [Detiknews] (https://news.detik.com/berita/3198832/ical-caketum-golkar-wajib-bayar-rp-1-miliar).

Panitia pelaksana Munaslub beranggapan setoran ini juga dapat mencegah terjadinya money politics selama Munaslub

Melalui [JakartaGlobe] (http://jakartaglobe.beritasatu.com/news/golkar-chairmanship-candidates-required-pay-rp-1b-party-officials/), salah satu panitia pelaksana Munaslub, Agun Gunanjar, berpendapat bahwa **lebih baik uang milik calon ketua umum dibayarkan sebagai biaya pendaftaran daripada digunakan untuk menyuap para anggota partai** agar memilih mereka.

Agun mengatakan bahwa para calon ketua umum "kadang membeli suara dengan memberikan transportasi, uang saku, akomodasi dan fasilitas lain yang lebih baik kepada pemilih." Menurutnya, metode seperti ini sering terjadi pada konvensi dan kongres partai sebelumnya.

Agun Gunanjar

Image via politik.rmol

Salah satu anggota partai Golkar yang akan mencalonkan diri menjadi ketua umum mengatakan 1 Miliar tidaklah berat

Idrus Marham, salah satu Calon Ketua Umum Partai Golkar, mengungkapkan bahwa 1 Miliar adalah angka yang wajar, apalagi jika dibandingkan dengan kepentingan partai. Menurutnya, ini bisa jadi momen untuk menentukan kematangan calon ketua umum secara finansial. Idrus bahkan menjelaskan bahwa **akan berbahaya jika Golkar dipimpin oleh pimpinan yang belum matang secara finansial**.

"Memang harusnya begitu, partai ini dibangun atas dasar gotong royong, wajar kalau calon ketua bayar segitu, sebab dia yang punya kekhususan. Kalau yang lain iurannya kan nggak ditentukan berapa," Idrus berujar kepada [Liputan6] (http://news.liputan6.com/read/2494865/idrus-marham-wajar-uang-pendaftaran-caketum-golkar-rp-1-miliar) di DPP Golkar, Jakarta pada hari Kamis 28 April 2016.

Idrus Marham, salah satu Calon Ketua Umum Partai Golkar

Image via rmol

Namun pengamat mengatakan ini bisa jadi metode untuk mendepak beberapa kandidat dari pencalonannya menjadi ketua umum

Pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada, Arie Sudjito, mengatakan kepada [Kompas.com] (http://nasional.kompas.com/read/2016/04/29/09271291/Syarat.Rp.1.Miliar.Dinilai.untuk.Depak.Sebagian.Bakal.Calon.Ketum.Golkar) pada hari Jumat, 29 April 2016 bahwa walaupun jumlah ini tidaklah besar untuk partai sekaliber Golkar, **tapi ini bisa juga menjadi upaya untuk menggugurkan calon ketua umum**.

"Bahwa pendekatan gotong royong itu bagus. Tapi kalau masing-masing kandidat dipatok Rp 1 miliar mungkin bisa saja itu sebuah cara untuk menyeleksi," ujarnya.

Arie juga menjelaskan bahwa **tidak ada jaminan sistem gotong royong seperti ini dapat mencegah *money politics*.** "Hal itu yang tidak ada yang bisa menjamin tidak ada politik uang saat Munaslub. Tidak ada jaminan DPD I dan II itu tidak minta, sangat mungkin saja. Tapi kita tidak bisa bicara menuduh," kata dia.

Arie Sudjito, Pengamat Politik

Image via metrotv.jateng

Lalu apa pendapat anda tentang syarat setoran 1 Miliar ini? Jangan lupa tuliskan juga komentar anda di kolom komentar.

Dan ikuti [Facebook] (https://www.facebook.com/SAYSIndonesia/) serta [Twitter] (https://twitter.com/SAYS_ID) SAYS Indonesia untuk berita terbaru lainnya

Image via popsugar

Sementara itu, bahkan Ahmad Dhani mundur dari pencalonan Gubernur DKI Jakarta karena masalah dana

Dan berita lainnya

Read more trending stories on SAYS

You may be interested in: