7 Pesan Penting Jokowi Dalam Pidato Terkait Unjuk Rasa 4 November Yang Berujung Ricuh

"Proses hukum terhadap saudara Basuki Tjahaja Purnama akan dilakukan secara tegas, cepat dan transparan."

Enlarge text
Cover ImageCover image via Republika/SAYS Indonesia
Logo

Presiden Joko Widodo menggelar konferensi pers di Istana Merdeka pada Sabtu, 5 November 2016 dini hari

Ia didampingi Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Kepala BIN Jenderal Budi Gunawan, Menko Polhukam Wiranto, dan Menag Lukman Hakim. Konferensi pers ini menyusul rapat terbatas yang ia pimpin malam tadi sejak pukul 22.30.

Berikut hal penting yang ia sampaikan dalam pidatonya.

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

Berikut isi lengkap pidato Presiden Jokowi:

*Bismillahirahmanirahim,
Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Sebagai negara demokrasi, kita menghargai proses penyampaian aspirasi melaui unjuk rasa yang dilakukan pada hari ini. Dengan cara-cara yang tertib dan damai.

Terima kasih, kami sampaikan kepada para ulama, para kiyai, para habaib, para uztad yang telah memimpin umatnya yang menyejukkan sehingga sampai Magrib tadi berjalan dengan tertib dan damai.

Tapi kita menyesalkan kejadian ba'da isya, yang seharusnya sudah bubar, tetapi menjadi rusuh. Dan ini kita lihat telah ditunggangi oleh aktor-aktor politik yang memanfaatkan situasi.

Sebelumnya, saya telah memerintahkan Wakil Presiden untuk menerima perwakilan unjuk rasa yang didampingi Menkopolhukam, Sesneg, Menteri Agama, Kapolri, Panglima TNI, Kepala Staf Kepresidenan, dalam pertemuan itu telah disampaikan bawah proses hukum terhadap saudara Basuki Cahaya Purnama akan dilakukan secara tegas, cepat dan transparan.

Oleh sebab itu, saya minta, para pengunjuk rasa untuk kembali pulang ke rumah masing-masing, ke daerah masing-masing dengan tertib, biarkan aparat keamanan bekerja menyelesaikan proses penegakan hukum seadil-adilnya.

Terakhir, saya mengapresiasi kerja keras aparat keamanan yang melakukan pendekatan persuasif, dalam menjaga situasi sehingga tetap kondusif.

Saya harap masyarakat tetap tenang dan menjaga lingkungan masing-masing sehingga situasi tetap aman dan damai.

Terima kasih..
Asssalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.*

Aksi unjuk rasa #411 awalnya berjalan tertib dan terkendali. Namun menuju petang, segelintir massa yang kemudian diduga termakan provokasi membuat situasi menjadi ricuh dan brutal.

Sejumlah kericuhan yang dilakukan:
1. Pelanggaran terhadap batasan waktu aksi unjuk rasa. Aparat telah memberikan kelonggaran waktu namun hingga jauh usai waktu Magrib, masih banyak pengunjuk rasa yang bertahan di lokasi.

2. Sekelompok massa yang mendorong barikade polisi. FPI beriringan dengan pihak kepolisian untuk menghadang sekelompok massa yang hingga saat ini masih dalam proses investigasi terkait asal usul mereka.

3. Sejumlah titik api ditemukan. Beberapa di antaranya berasal dari mobil kepolisian yang terbakar.

4. Bergeraknya sekelompok massa menuju kawasan kediaman Gubernur Ahok. Jajaran keamanan yang menjaga kawasan berhasil menghadang massa.

5. Aksi anarkis pun muncul setelahnya antara lain sejumlah kendaraan yang terkena dampak amukan massa terutama mereka yang berasal dari golongan etnis tertentu serta penjarahan mini market di kawasan Penjaringan. Keduanya terekam dan ramai dibagikan di media sosial yang memicu keresahan masyarakat.

Pantau terus [Facebook] (http://bit.ly/saysidfb), [Twitter] (http://bit.ly/saysidtwitter) dan [Subscribe] (http://bit.ly/saysidsubscribe) SAYS Indonesia untuk berita terhangat lainnya

Seputar #411 lainnya:

Read more trending stories on SAYS

You may be interested in: