Jika Kamu Adalah Perempuan, Tempat-Tempat Ini Adalah Yang Paling Buruk Untuk Hidupmu

Mulai dari minimnya akses pendidikan hingga kamu dipaksa menikah muda.

Enlarge text
Cover ImageCover image via SAYS Indonesia
Logo

Jika kamu adalah seorang perempuan dan kamu sedang membaca tulisan ini, bersyukurlah… Karena kamu bisa membaca, punya akses pendidikan, bahkan internet.

Di berbagai tempat, banyak perempuan tak seberuntung kamu

Menurut UNICEF, [lebih dari 700 juta perempuan] (https://data.unicef.org/wp-content/uploads/2016/10/Harnessing-the-Power-of-Data-for-Girls-Brochure-2016-1-1.pdf) di dunia menikah sebelum berusia 18 tahun. Sepertiga di antaranya bahkan menikah sebelum berusia 15 tahun.

Walau alasannya beragam, sebagian besar di antaranya berkaitan dengan kemiskinan. Anak perempuan yang berasal dari keluarga miskin sering dinikahkan pada usia muda agar "**meringankan beban keluarga**."

Helen (16 tahun) bersama anaknya (8 bulan) dan suaminya (50 tahun)

Image via Human Right Watch

Perkenalkan Tamrea (kiri), perempuan asal Ethiopia berusia 17 tahun bersama anaknya, Indris, yang berusia 5 tahun

**Tamrea dinikahkan, melahirkan, dan ditinggalkan oleh suaminya**. Dan semua itu terjadi **saat dirinya berusia 12 tahun**.

"Aku diberikan kepada suami saat berusia 12 tahun. **Aku tidak ingin menikah namun ayahku mengatakan tidak ada yang bisa merawatku** karena ibu tidak ada."

"Keluarga suamiku datang untuk menikahiku. **Tubuh suamiku besar. Aku tidak tahu berapa usianya**."

"Saat aku hamil, **suamiku meninggalkanku**. Aku tidak melahirkan di rumah sakit, aku melahirkan di rumah."

"**Aku pernah ke rumah sakit, namun** tidak bisa kembali lagi. [Karena] **aku harus bekerja 6 hari**."

Tamrea hanyalah satu dari 2,5 juta perempuan di seluruh dunia yang menurut [UNICEF] (https://data.unicef.org/wp-content/uploads/2016/10/Harnessing-the-Power-of-Data-for-Girls-Brochure-2016-1-1.pdf) sudah melahirkan di bawah usia 16 tahun

Lebih parah lagi, 2,5 juta perempuan ini berisiko meninggal karena melahirkan. Menurut [WHO] (http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs364/en/) **kematian saat mengandung dan melahirkan menjadi penyumbang angka kematian terbesar kedua** untuk perempuan usia 15-19 tahun. Urutan pertama adalah bunuh diri.

Perempuan 14 tahun menggendong anaknya di desa Kanuku, Malawi. Dia tinggal di rumah saudaranya setelah diusir suaminya sendiri.

Image via Human Right Watch

Di dalam pernikahan pun, ibu muda ini berisiko mengalami kekerasan bahkan pemerkosaan dalam rumah tangga

Tidak, kamu tidak salah dengar. **Pemerkosaan dalam rumah tangga memang ada**. Perbedaannya, yang menjadi korban adalah istrinya sendiri (pada beberapa kasus, dapat terjadi pada suami juga).

Di berbagai tempat, istri diperlakukan sebagai "properti" sang suami. Artinya **suami dapat menyetubuhi istri kapan pun, entah istrinya siap atau tidak, bersedia atau tidak**. Pada saat sang istri menolak, kekerasan dalam rumah tangga dapat terjadi sehingga sang istri terpaksa menurut.

Berdasarkan data [UNWomen] (http://www.unwomen.org/en/digital-library/multimedia/2015/11/infographic-violence-against-women), **2,6 milyar perempuan tinggal di negara di mana pemerkosaan dalam rumah tangga** seperti ini **tidak dianggap tindakan kriminal**.

Mary, perempuan ini dipukuli suaminya hingga tangan kanannya lumpuh karena terlihat berbicara dengan laki-laki lain

Image via Human Right Watch

Jika begitu, kenapa tidak tinggalkan saja suaminya?

**Karena mereka tidak memiliki pilihan.**

Menurut data [World Bank] (http://www.worldbank.org/en/programs/adolescent-girls-initiative) **lebih dari sepertiga remaja perempuan di negara berkembang tidak sekolah dan tidak memiliki pekerjaan formal**.

Seperti Tamea, banyak perempuan bahkan dinikahkan karena keluarganya sendiri tidak mampu membiayainya. Artinya mereka tidak dapat kembali ke keluarganya.

Di India, perempuan usia belasan tahun dapat dinikahkan dengan laki-laki yang usianya jauh lebih tua

Image via National Geography

Jika mereka ditinggalkan oleh suaminya, para ibu muda ini sangat rentan untuk menjadi korban perbudakan modern atau ditipu menjadi pekerja seks komersial

Salah satu perempuan asal Nigeria yang menjadi korban perbudakan seksual di luar negeri

Image via newslanc.com

Menurut data [International Labour Organization] (http://www.ilo.org/global/topics/forced-labour/policy-areas/statistics/lang–en/index.htm) (Organisasi Buruh Internasional), 21 juta orang menjadi korban perbudakan modern di seluruh dunia. Dan 4,5 juta di antaranya dijadikan pekerja seks.

Warna merah menunjukkan korban perbudakan modern yang dijadikan pekerja seks

Image via ILO

Dari seluruh korban yang dijadikan pekerja seks, 21%-nya adalah anak-anak/remaja

Image via ILO

Dan hampir semuanya (98%) adalah remaja perempuan

Image via ILO

Lalu, di mana saja kemalangan terhadap perempuan ini terjadi?

Di seluruh dunia, mulai dari negara ekonomi terbesar seperti Amerika, hingga negara konflik seperti Somalia. Yang membedakan adalah skalanya.

Meski begitu, keadaan di beberapa negara jauh lebih buruk di banding kebanyakan negara lain.

5 negara berikut ini adalah yang paling buruk untuk tumbuh jika kamu adalah seorang perempuan menurut [World Economic Forum] (http://edition.cnn.com/2016/10/11/health/gender-inequality-worst-countries/index.html).

5. Iran

Image via CNN

Walaupun untuk pendidikan Iran sebenarnya tidaklah buruk (83% perempuan Iran mampu baca tulis), tapi mereka tidak memiliki hak yang sama dengan laki-laki. **Diskriminasi hak ini sangat terasa terutama untuk hak politik dan ekonomi**.

Berbagai keputusan menyangkut kehidupan perempuan masih seringkali diambil oleh orang tua atau suami. [Niloufar Ardalan] (https://www.theguardian.com/world/2015/sep/16/husband-bars-iranian-footballer-from-asian-championships), seorang **atlet sepak bola Iran bahkan tidak dapat mengikuti pertandingan** internasional di Malaysia tahun 2015 lalu **karena tidak diizinkan suaminya**.

4. Chad

Seorang anak perempuan menggembala kerbau di Desa Guite, sebelah utara ibukota Chad, NDjamena

Image via CNN

Perbedaan tingkat kemampuan baca tulis antara laki-laki dan perempuan di Chad adalah yang [paling buruk di seluruh dunia] (http://edition.cnn.com/2016/10/11/health/gender-inequality-worst-countries/index.html), yakni sebesar 16%. Selain itu juga terdapat perbedaan mencolok antara jumlah anak laki-laki dan perempuan yang belajar di sekolah dasar. Perbedaan ini mencapai angka 21%.

**[Poligami merupakan tindakan legal] (http://www.wikigender.org/wiki/africa-for-womens-rights-chad/) di Chad**. **Jika istri pertama meminta cerai** saat suami menikahi istri kedua, maka **istri pertama harus mengembalikan mas kawin** dan berbagai biaya pernikahan lainnya.

3. Syria

Aya, sehari sebelum dan sehari sesudah tempat tinggalnya menjadi tempat penyerangan

Image via Talbiseh Media Centre

Dengan berbagai konflik dan perang, **sebenarnya Syria adalah tempat yang sulit untuk hidup, tidak peduli itu laki-laki maupun perempuan**.

Namun memang untuk urusan kesempatan kerja, [perbedaan] (http://edition.cnn.com/2016/10/11/health/gender-inequality-worst-countries/index.html) antara laki-laki dan perempuan sangat jauh. Sementara 76% laki-laki di Syria bekerja, **perempuan yang mampu mendapat pekerjaan hanya 14%**.

2. Pakistan

Image via CNN

**Malala Yousafzai** yang pada tahun 2012 masih berusia 14 tahun sempat menentang Taliban dan menuntut agar anak-anak perempuan diberikan kesempatan untuk sekolah. Akibat tindakannya itu, dirinya **terkena tembakan di bagian kepala dan leher oleh Taliban**.

Dirinya berhasil diselamatkan dan diobati di Inggris. Setelah sembuh, Malala tetap berjuang sebagai aktivis pendidikan hingga akhirnya dinobatkan sebagai pemenang Penghargaan Nobel.

Meski begitu, **Pakistan masih menjadi salah satu negara terburuk untuk perempuan**. Jumlah penduduk yang mampu baca tulis di negara ini adalah 70% untuk laki-laki dan hanya 46% untuk perempuan. Walaupun 86% laki-laki di Pakistan bekerja, **hanya 26% perempuan yang mampu mendapat pekerjaan**.

1. Yemen

Image via CNN

Sama seperti Syria, **Yemen adalah negara konflik dengan perang berkepanjangan**. **Yemen** juga sudah dinobatkan sebagai **negara dengan kesetaraan gender paling buruk sejak 2006** lalu.

Hanya 55% perempuan yang mampu baca tulis di Yemen sementara untuk laki-laki adalah 85%. 51% laki-laki bersekolah hingga sekolah menengah, namun hanya 31% untuk perempuan.

**Untuk urusan hukum, seorang perempuan di Yemen [dianggap 'setengah'] (https://en.wikipedia.org/wiki/Women_in_Yemen)**. Artinya dibutuhkan kesaksian 2 orang perempuan untuk suatu kasus agar setara dengan kesaksian seorang laki-laki. Selain itu, **perempuan juga [dilarang memberi kesaksian] (https://en.wikipedia.org/wiki/Women_in_Yemen) untuk kasus perzinaan, fitnah, pencurian, atau sodomi**.

Jadi, apakah kamu bersyukur terlahir di Indonesia? Beritahu kami di kolom komentar ya.

Dan jangan lupa like [Facebook] (http://bit.ly/saysidfb), follow [Twitter] (http://bit.ly/saysidtwitter), dan [Subscribe] (http://bit.ly/saysidsubscribe) SAYS Indonesia untuk berita lainnya

Sementara itu, tahukah kamu bahwa negara kita termasuk negara dengan perbudakan modern tertinggi?

Baca juga berita lainnya

Read more trending stories on SAYS

You may be interested in: