“Basi! Madingnya Udah Siap Terbit!” Sebentar, Mana?
D: Someone di IPS B; U: Someone di IPA E; DU: Hi, Cantik.
Cover image via Wordpress / ratnana84Familiar dengan istilah Mading, kan? Bukan! Bukan yang isinya informasi lomba dan pengumuman dari sekolah. Itu lain lagi… itu 'Papan Pengumuman'.
Mading adalah salah satu bagian penting dalam kisah cinta fenomenal Indonesia di film *Ada Apa Dengan Cinta*. Penasaran untuk mencari tahu tentang Rangga yang mengalahkannya dalam lomba puisi sekolah, Cinta memberanikan diri untuk mewawancarai Rangga untuk materi Mading yang Cinta dan teman-teman redaksinya jalankan saat itu. Selebihnya, kamu ingat *dong* sampai bagian dimana *punch line* yang sampai saat ini masih akrab di telinga banyak dari kita.
***"Basi, madingnya udah siap terbit!"***
Salah satu efek demam AADC kala itu adalah semangat menggebu-gebu untuk menjadi anggota redaksi Mading di sekolah masing-masing. Benar? Tidak perlu diutarakan disini, akui saja dalam hati…
Image via Buzzfeed
Dulu Mading masih punya magnet tersendiri yang menarik banyak siswa untuk 'betah' berdiri selama beberapa saat di depannya dan membaca atau bahkan hanya sekadar melihat-lihat hasil karya yang dipajang. Masih bisa kah pemandangan seperti ini kita lihat di sekolah-sekolah? Mungkin. Seharusnya, masih.
SAYS mencoba menghubungi salah satu kenalan yang masih duduk di bangku SMA di sebuah sekolah di Jakarta. Siswi yang kami hubungi mengaku bahwa di sekolahnya **masih** memiliki Mading dan bersedia membagikan jepretan terkini kondisi 'Mading' yang ia sebutkan. Inilah foto yang ia kirimkan…
Image via SAYS
………
Image via thegloss.com
'Majalah Dinding' berbeda dengan 'Papan Pengumuman'
Dari DUDU yang mengumpulkan cinta, benci dan rindu dalam satu dinding hingga pameran seni visual kecil-kecilan
Image via Blogspot.com / Rabiana Awalia
Kamu yang pernah mengirimkan DUDU ke seseorang, ingat *dong* perasaan ketika mading keluar kamu 'ngintip' di balik pilar sekolah untuk memeriksa apakah orang yang kamu tujukan sedang membacanya atau tidak?
Kamu yang pernah merasa DUDU seseorang ditujukan padamu, ingat *dong* kalau setelah sampai rumah kamu berubah ragu dan berpikir dua kali apakah DUDU itu memang untukmu atau tidak?
Image via Giphy.com
Mading yang 'sesungguhnya' menyuguhkan lebih banyak pilihan untuk dinikmati, seperti majalah pada umumnya. Informasi tetap ada, namun sekali lagi itu bukan satu-satunya materi yang ditampilkan.
DUDU adalah salah satu andalan setiap Mading. Biasanya, banyak dari kita enggan untuk menyebutkan nama (pengirim) karena apa yang kita utarakan di DUDU kebanyakan terkait perasaan kita pada seseorang.
Karya seni juga tidak kalah penting bagi keberadaan mading. Apakah kamu mengalami masa-masa ketika kamu semaksimal mungkin menggambar sesuatu dirumah, menulis puisi terindahmu, atau menulis cerita pendek dengan harapan tim redaksi Mading sekolahmu akan menampilkan karyamu di Mading?
Image via blogspot.com / Ilma
Alasan kita ingin karya kita ditampilkan di Mading saat itu mungkin bisa dibilang beragam. Passion, keinginan untuk melihat reaksi orang lain terhadap karya kita, atau mungkin seperti yang satu ini…
Pengenalan awal dunia jurnalisme, proses karya non-instan, semangat bekerja sama, dan masih banyak lagi
Kamu yang juga pernah terlibat dalam redaksi Mading boleh mengangguk ketika membaca ini. Sejak proses *brainstorming* dengan tim untuk membahas tema apa yang akan diangkat, pengumpulan materi untuk ditampilkan hingga Mading diterbitkan, disitu lah kita mengenal dunia jurnalisme termasuk keredaksian.
Tidak kalah berharga yaitu pengalaman ketika kita mengolah materi yang didapat untuk bisa secara tampilan enak untuk dinikmati; momen seperti saat kita meruncingkan bibir kita saat fokus menggunting kertas karton dan kawan-kawannya, hingga saat kita kesal jari-jari tangan kita terkena lem kertas.
Siapapun yang masih menjalankan Mading di sekolah mereka, bisa dibilang beruntung karena semakin banyak celah bagi mereka untuk memaksimalkan keindahan Mading yang dibuat. Selain kreatifitas manusia yang memang berkembang setiap harinya, *Google* dan *Youtube* memberikan banyak referensi untuk memandu mereka membuat mading ke level selanjutnya.
Image via WordPress / ekliptikaps5
Image via Blogspot / Singgahlumajang
Jadi, mading mana yang siap terbit?
Image via SAYS
Image via SAYS
*Yup!* Kabar baiknya, masih ada beberapa mading yang 'siap terbit' di Indonesia. Selain dari beberapa pelajar yang mengabarkan kabar baik tersebut di atas, masih banyak berbagai petunjuk yang menunjukkan bahwa Mading belum sepenuhnya ditinggalkan. Salah satunya adalah dengan adanya lomba-lomba Mading di luar sana, terutama pada bulan Oktober yang merupakan Bulan Bahasa di Indonesia.

