Musisi Amerika ‘Kina Grannis’ Akhirnya Kisahkan Pengalamannya Terjebak 100 Hari Di Jakarta

Setelah tersandung masalah visa yang seharusnya menjadi tanggung jawab pihak promotor yang datangkan mereka ke Jakarta.

Enlarge text
Cover ImageCover image via kinagrannis.com
Logo

Musisi asal Amerika Kina Grannis bersama anggota grup musiknya terjebak selama 99 hari di Jakarta akibat tersandung masalah visa yang mereka tidak ketahui sebelumnya

*Youtube sensation* Kina Grannis sebelumnya di jadwalkan untuk tur keliling 6 kota di Asia meliputi Jakarta, Taipei, Hong Kong, Singapore, Kuala Lumpur dan Manila. Jakarta merupakan kota pertama yang mereka kunjungi pada September 2015 lalu dan berujung menjadi kota terakhir setelah tur 5 kota setelahnya harus dibatalkan terkait adanya masalah yang menimpa mereka di Ibukota Indonesia tersebut.

Image via kinagrannis.com

Setelah sekian lama bungkam, Kina Grannis sendiri lah yang akhir pekan lalu bagikan kronologi kisah yang menimpanya akhir tahun lalu lewat halaman [blog online] (http://kinagrannis.com/) pribadinya

Kepanikan bermula saat pihak imigrasi menghampiri Kina dan band usai tampil di Jakarta. Petugas meminta Kina dan band menunjukkan paspor mereka kemudian meminta mereka untuk kembali ke hotel. Tanpa tahu apa yang terjadi, mereka kembali ke hotel dan menunggu kabar dari pihak promotor yang bertanggung jawab atas mereka.

Setelah berhari-hari menunggu tanpa kabar, mereka kemudian diminta hadir ke kantor imigrasi dan dari situ mereka mengetahui apa yang sebenarnya terjadi: **pihak promotor gagal mengurus *work visa* untuk mereka**. Dengan kata lain, *tanpa mereka ketahui sebelumnya*, mereka sudah melakukan pelanggaran yang senilai dengan denda US$ 35ribu dan kurungan penjara 5 tahun.

Image via kinagrannis.com

Perjuangan untuk meluruskan kesalahpahaman ini mengorbankan waktu, sejumlah dana yang tidak sedikit, serta kesempatan mereka berbagi musik kepada penggemar karena batalnya tur di 5 kota setelahnya

Dalam tulisan di blog pribadinya itu, Kina curahkan bagaimana perjuangan mereka menyelesaikan masalah tersebut. Mereka sudah sampaikan bahwa pihak promotor sebelumnya tidak infokan masalah apa pun terkait visa mereka, dan dalam kontrak pun tertulis bahwa dokumen yang diperlukan sepenuhnya merupakan tanggung jawab promotor. Namun meskipun demikian, pihak imigrasi tetap memutuskan hal tersebut tidak membuat mereka terlepas dari masalah ini.

Upaya lain yang mereka lakukan antara lain menghubungi pihak kedutaan Amerika di Jakarta serta menggunakan jasa pengacara. Tidak ada satu pun dari hal tersebut berhasil menyelesaikan dan memulangkan mereka. **Hingga sekitar seminggu sebelum Natal, mereka diundang untuk menghadiri pengadilan**. Hal tersebut sedikit memberikan mereka nafas lega sekaligus beban karena disitu lah penentu mereka pulang atau sebaliknya.

Mereka dinyatakan bersalah, dikenakan denda dan 8 bulan masa percobaan yang dapat mereka lewati usai pulang ke negara asal

**Dengan kata lain, mereka diperbolehkan pulang.** Setelah tepat 100 hari di Jakarta, berada jauh dari rumah dengan kasus yang tidak pernah ada maksud untuk mereka lakukan, mereka pada akhirnya bisa bernafas lega dan kembali pulang ke Amerika pada 23 Desember 2015 dini hari.

Ketika Kina dan tim pada akhirnya memperoleh kembali passpor mereka masing-masing dan diperbolehkan pulang

Image via kinagrannis.com

Dalam tulisan di blog pribadinya itu, tersirat bagaimana dirinya dan tim berlapang dada menerima kasus yang sebenarnya berada di luar kehendak mereka tersebut

Bahkan Kina tidak menulis nama promotor yang sebenarnya bertanggung jawab terhadap kasus ini. Tulisan tersebut juga cerminkan bagaimana mereka menghormati sistem hukum Indonesia berjalan dengan mematuhi setiap panggilan dan proses yang perlu mereka lewati.

Terlebih lagi, di pengujung kisahnya Kina tuliskan 25 hal ia dapatkan dari 100 terjebak di Jakarta dan tidak ada satu pun diantaranya yang menyudutkan pihak lain. Satu diantaranya adalah bagaimana ia menikmati bermain dengan burung-burung di *Bird Park* di komplek Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di tengah masa sulitnya saat itu.

Kina juga hasilkan [dua karya lagu] (https://itunes.apple.com/my/album/jakarta-single/id1113083240?app=itunes&ign-mpt=uo%3D4) yang ia tulis saat berada di Jakarta

Satu dari dua lagu yang bisa dibeli di [iTunes] (https://itunes.apple.com/my/album/jakarta-single/id1113083240?app=itunes&ign-mpt=uo%3D4) tersebut sudah diunggah ke akun Youtube pribadinya. Lagu bertajuk California tersebut mengisahkan tentang kerinduan akan rumah dan orang-orang di dalamnya yang ia tulis di tengah masa sulitnya selama di jakarta.

Ikuti [Facebook] (https://www.facebook.com/SAYSIndonesia/) dan [Twitter] (https://twitter.com/SAYS_ID) kami untuk update berita terbaru!

Image via Youtube

Bicara soal Youtube, kesempatan mendengar karya emas seperti milik Kina Grannis menjadi salah satu hal yang membuat Youtube kini menjadi 'pilihan' banyak orang. Setuju?

Lainnya dari SAYS Indonesia:

Read more trending stories on SAYS

You may be interested in: