Lagi, Ribuan Penumpang Lion Air Terlantar Karena ‘Delay’

Alasannya adalah ratusan pilot mogok kerja karena telat dibayar?

Enlarge text
Cover ImageCover image via detik.com
Logo

Selasa, 11 Mei 2016, ribuan penumpang terlantar setelah berbagai penerbangan maskapai Lion Air mengalami keterlambatan (delay)

Perusahaan pengelola bandara Angkapas Pura I melaporkan bahwa keterlambatan penerbangan maskapai Lion Air terjadi di bandara Sam Ratulangi Airport di Manado, Sulawesi Utara, Bandara Sultan Hasanuddin di Makassar, Sulawesi Selatan, Bandara Internasional Lombok di Nusa Tenggara Barat, Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali, dan Bandara Adisutjipto di Yogyakarta.

**Keterlambatan kali ini adalah yang terbesar kedua setelah pada bulan Februari tahun lalu Lion Air juga mengalami keterlambatan hingga 24 jam** di berbagai bandara di Indonesia dan mengakibatkan ribuan penumpang terlantar.

Penumpang Lion Air yang terlantar karena keterlambatan penerbangan

Image via tribunnews

Alasan keterlambatan kali ini adalah ratusan pilot yang mogok kerja karena keterlambatan pembayaran tunjangan pilot oleh Lion Air

**Masalah keterlambatan pembayaran tunjangan ini adalah masalah internal Lion Air** dan menurut Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub Hemi Pamuraharjo **tidak seharusnya sampai merugikan penumpang**.

"Masalah internal tidak boleh mengganggu pelayanan kepada publik. Apapun masalah yang mereka alami, kepentingan publik haruslah nomor satu," ujar Hemi kepada [detiknews] (https://news.detik.com/berita/3207440/lion-air-delay-kemenhub-seharusnya-penumpang-dialihkan-ke-maskapai-lain)

Penerbangan Lion Air mengalami keterlambatan di berbagai rute

Image via beritasatu

Menanggapi keterlambatan ini, Kementerian Perhubungan dan Transportasi jatuhkan sanksi kepada Lion Air

**Sanksi yang akan dijatuhkan kepada Lion Air adalah larangan penambahan rute baru sampai enam bulan kedepan**. Kepada [beritasatu] (http://www.beritasatu.com/industri-perdagangan/364209-pilot-mogok-lion-air-kena-sanksi.html), Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Suprasetyo mengungkapkan, "Dampak delay dari Lion Air, kami tegur. Kami akan menegur, suratnya sedang disiapkan hari ini (Selasa). **Kami tidak akan memberikan rute baru selama enam bulan ke depan untuk Lion Air**," pada hari Selasa, 10 Mei 2016.

Suprasetyo (kanan) saat jumpa pers 10 Mei 2016

Image via JakartaPost

Walaupun berulangkali mengalami keterlambatan penerbangan, Lion Air sebenarnya miliki ISO Delay Management

Direktur Umum Lion Air Edward Sirait melalui [okezone.com] (http://economy.okezone.com/read/2016/01/06/320/1281755/sering-telat-lion-air-kantongi-iso-delay-management) pada bulan Januari 2016 lalu sempat mengungkapkan bahwa **Lion Air sebenarnya sudah mengantongi sertifikat ISO 9001:2015 mengenai *delay management* sejak 30 Desember 2015**. Sertifikasi ini dikeluarkan oleh sebuah lembaga terakreditasi yang berpusat di Swiss, PT SQS Indonesia.

"Sertifikasi tersebut kami peroleh tentunya membuktikan bahwa kami terus berupaya untuk memperbaiki dan mempertahankan kualitas dalam pelayanan atau *customer satisfaction* khususnya dalam pelayanan pada keterlambatan penerbangan," jelas Edward melalui keterangan tertulisnya yang dikutip oleh [okezone.com] (http://economy.okezone.com/read/2016/01/06/320/1281755/sering-telat-lion-air-kantongi-iso-delay-management) Januari 2016 lalu.

Direktur Umum Lion Air, Edward Sirait

Image via tempo.co

Lalu, pendapat Anda?

Selain dengan survey di atas, Anda juga bisa tulis komentar Anda di kolom komentar.

Dan jangan lupa ikuti [Facebook] (https://www.facebook.com/SAYSIndonesia/) dan [Twitter] (https://twitter.com/SAYS_ID) SAYS Indonesia untuk berita lainnya

Sementara itu, Gojek dan Bluebird siapkan kerjasama. Seperti apa kira-kira?

Dan berita lainnya

Read more trending stories on SAYS

You may be interested in: