Lazada Dibeli Alibaba, Berita Buruk Untuk Kamu Para Online Shopper?
Lazada baru-baru ini diakuisisi oleh Alibaba, sebuah perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok. Haruskah kamu khawatir?
Cover image via SAYS IndonesiaBaru-baru ini perusahaan e-commerce dari negeri Tiongkok, Alibaba, mengakuisisi Lazada yang merupakan salah satu perusahaan e-commerce terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Lalu, maksudnya apa?
Menurut [KBBI] (http://kbbi.web.id/akuisisi), akuisisi artinya pemindahtanganan kepemilikan saham suatu perusahaan dengan jumlah setidaknya 50% dari keseluruhan saham perusahaan tersebut. Ini artinya **hampir semua saham milik Lazada sekarang dimiliki oleh Alibaba, sebuah perusahaan e-commerce terbesar dari negeri Tongkok**.
Hmm… Berarti sekarang Lazada jadi milik perusahaan Tiongkok tersebut?
**Iya, dengan bahasa sederhana kira-kira seperti itu**.
Tentu saja yang sebenarnya terjadi tidak sesederhana itu. Selama ini, saham Lazada dimiliki oleh investor dari Jerman yakni Rocket Internet dan operator terbesar di Inggris, Tesco, serta perusahaan investor dari Swedia, Kinnevik. Setelah proses akuisisi ini, hampir seluruh saham Lazada dimiliki oleh Alibaba kecuali 8,8% yang masih menjadi milik Rocket Internet, 3,6% yang masih dimiliki Kinnevik, dan 8,3% milik Tesco. Namun demikian, Alibaba memiliki pilihan untuk membeli sisa saham yang masih dimiliki investor lain ini pada 12 atau 18 bulan ke depan.
Salah satu analis RHB Research Institute Sdn di Hong Kong, Li Yujie, mengatakan bahwa **akuisisi ini merupakan langkah yang tepat bagi Alibaba untuk melakukan penetrasi ke pasar Asia Tenggara tanpa harus mulai dari nol**. Melalui Bloomberg yang dikutip [CNNIndonesia] (http://www.cnnindonesia.com/teknologi/20160412151635-185-123379/alasan-alibaba-akuisisi-lazada/), Yujie mengatakan, "Apa yang Alibaba bisa lakukan adalah mengintegrasi bisnis dan memperkenalkan para penjual yang sudah ada ke Lazada untuk mengekspor produk dagangan ke luar negeri."
Image via cnbc
Jadi… sebenarnya ini menguntungkan saya sebagai online shopper atau tidak?
Pada tahap ini, sebenarnya sangat sulit mengatakan mengatakan apakah kamu akan diuntungkan atau dirugikan. **Secara umum, semakin besar kompetisi situs belanja *online*, semakin besar keuntungan yang didapatkan konsumen**. Berbagai penawaran seperti diskon, barang yang lebih berkualitas, dan keuntungan lain akan berdatangan dari situs belanja ini untuk menarik kamu dari situs belanja lain. Tapi kamu juga harus menyadari bahwa datangnya situs belanja milik asing juga dapat mematikan situs belanja milik anak bangsa.
Image via stylecaster
Oh jadi ada untung rugi-nya juga ya, mungkin bisa jelaskan keuntungannya dulu?
1. Lebih banyak pilihan barang yang bisa kamu beli
Yang harus kamu tahu, cara kerja Alibaba sebenarnya mirip dengan situs belanja *online* di Indonesia dimana kamu dapat menemukan banyak penjual untuk memenuhi kebutuhanmu. Dengan akuisisi Lazada ini, artinya **kamu bisa mengakses berbagai barang dan penjual dari negeri Tiongkok atau penjual dari manapun yang sudah berafiliasi dengan Alibaba**.
Pengamat ekonomi Mochammad James melalui [JakartaGlobe] (http://jakartaglobe.beritasatu.com/business/alibabas-acquisition-lazada-good-bad-indonesia/) mengatakan, "Lazada dapat memfasilitasi aliran masuknya barang-barang impor murah dari Tiongkok, negara dengan produksi yang besar dimana Alibaba berada." Dengan barang-barang dari Tiongkok yang lebih murah, kamu tentu bisa mendapatkan kesempatan berbelanja yang lebih menguntungkan.
Image via tumblr
2. Berbagai teknologi Alibaba yang mungkin dibawa ke Indonesia dapat memberikan kamu kemudahan dalam berbelanja
Selain mengakuisisi Lazada seharga 1 miliar USD (Rp. 13 triliun), Alibaba juga memberikan suntikan dana baru kepada Lazada sebesar 500 juta USD (Rp. 6,5 triliun). **Dana segar ini dapat digunakan untuk berbagai pengembangan Lazada**, misalnya perekrutan pegawai baru agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada kamu para *online-shopper*.
Dana ini juga sangat memungkinkan jika digunakan untuk membawa teknologi Alibaba ke Lazada Group. Salah satu yang paling menarik adalah "**Smile to Pay**" yang merupakan metode pembayaran dengan **selfie** yang menurut [computerworld] (http://www.computerworld.com/article/2897117/alibaba-uses-facial-recognition-tech-for-online-payments.html) sudah diterapkan Alibaba sejak 2015 silam. Dengan menggunakan teknologi ini, kamu tidak perlu menggunakan *password* untuk mengotorisasi pembelanjaanmu, melainkan hanya dengan melakukan deteksi wajah (*face recognition*).
Lalu kerugiannya apa? Benarkah akuisisi ini bisa mematikan situs belanja online lainnya?
Ada yang pernah belanja di situs belanja *online* Rakuten? **Tahukan kamu kalau sejak Maret 2016 lalu situs belanja online asal negeri sakura ini resmi tutup lapak** di Indonesia, Malaysia, dan Singapura?
Walaupun harus ditegaskan sekali lagi bahwa sangat sulit memprediksi apa yang akan terjadi pada industri *online shopping* di Indonesia, tapi kemungkinan yang sama dapat terjadi pada situs belanja manapun yang gagal bersaing. Ketua Presidium Asosiasi Industri Telematika Indonesia, Djoenaidi Handojo melalui [JakartaGlobe] (http://jakartaglobe.beritasatu.com/business/alibabas-acquisition-lazada-good-bad-indonesia/) mengatakan bahwa masuknya Alibaba memang dapat menjadi ancaman bagi *start-up* dan usaha kecil menengah di Indonesia. "Dengan pengalaman mereka di Tiongkok, jelas di masa depan mereka tidak hanya membawa kesempatan, tapi juga ancaman bagi usaha kecil menengah kita," kata Djoenaidi.
Memangnya situs belanja online milik Indonesia yang mungkin terancam apa saja?
**Tokopedia** yang menempati urutan ke-14 situs di Indonesia dengan *traffic* terbesar berdasarkan [alexa.com] (http://www.alexa.com/topsites/countries/ID) adalah situs belanja *online* yang didirikan dua pemuda Indonesia, Leontinus Alpha Edison dan William Tanuwijaya. Selain Tokopedia, **MatahariMall.com** yang merupakan bagian dari Lippo Group, **Bhineka** yang didukung oleh investor lokal Ideosource, dan **Blibli** yang merupakan bagian dari Djarum Group adalah situs belanja *online* dalam negeri.
**Situs-situs ini nantinya akan bersaing dengan Lazada yang sudah diakuisisi oleh Alibaba**.
Image via SAYS Indonesia
Oke oke, sekarang saya mengerti keuntungan dan kerugian yang saya bisa dapatkan dengan dibelinya Lazada oleh Alibaba. Dimana saya bisa menyuarakan pendapat saya tentang ini?
Kamu bisa menuangkan pendapat kamu tentang dibelinya Lazada oleh Alibaba di survey berikut atau di kolom komentar di bawah.
Tulisan ini adalah opini pribadi penulis. Kamu juga bisa mengirimkan tulisan kamu sebagai pembaca SAYS melalui email ke [email protected]
Ikuti [Facebook] (https://www.facebook.com/SAYSIndonesia/) dan [Twitter] (https://twitter.com/SAYS_ID) SAYS Indonesia untuk berita terbaru lainnya
Image via tumblr/miranda-rph

