Tiga Sekawan Ciptakan Teknologi ‘Mobil Gowes’ Masa Depan Untuk Bumi Dan Tubuh Yang Sehat

Di Jogjakarta pun sudah populer sejak lama lho!

Enlarge text
Cover ImageCover image via SAYS Indonesia
Logo

Tiga sekawan dari Italia kembangkan teknologi 'mobil gowes' sebagai bagian dari misi membebaskan bumi dari polusi kendaraan

**Cabriovelo**, demikian nama 'mobil gowes' ini, mengusung konsep teknologi kendaraan ramah lingkungan. Kerangka beroda tiga yang dibuat sedemikian rupa menyerupai mobil ini mengharuskan penggunanya untuk mengayuh layaknya sepeda agar bisa berjalan.

Cabriovelo

Image via indeogogo.com

Dalam situs penggalangan dana *online*, [Indiegogo] (https://www.indiegogo.com/projects/cabriovelo-versatile-convertible-e-bicycle-car-bicycle#/), para penemu muda ini menyampaikan harapan mereka untuk segera merealisasikan produksi 'mobil gowes' ini dalam skala yang lebih besar. Saat ini, satu unit *Cabriovelo* dibanderol dengan harga sedikitnya 4000 Euro atau sekitar 60 juta rupiah. Jika 'mobil gowes' ini dapat bergabung dengan industri yang lebih besar, ditargetkan harga yang diberikan ke pasaran pun akan jauh lebih terjangkau dan dapat segera menjadi pilihan berkendara lebih banyak lagi masyarakat luas.

Melalui video profil yang diunggah tiga penemu muda ini ke [Youtube] (https://www.indiegogo.com/projects/cabriovelo-versatile-convertible-e-bicycle-car-bicycle#/), ditampilkan berbagai keunggulan dari **Cabriovelo**, antara lain:

1. Kerangka praktis yang memudahkan saat ingin dikendarai

Image via Youtube

2. Bagasi yang memuat lebih banyak barang

Image via Youtube

3. Lampu sein serta klakson

Image via Youtube

3. Jarak pandang yang sama dengan mobil pada umumnya

Image via Youtube

4. Didukung tenaga listrik yang bisa digunakan untuk melewati medan yang lebih sulit seperti jalanan menanjak

Image via Youtube

5. Kemudahan berbelok dengan jarak sekitar 3 meter

Image via Youtube

6. Mudahnya mengontrol laju kecepatan

Image via Youtube

7. Atap kendaraan yang bisa disesuaikan dengan keadaan cuaca

Cabriovelo

Image via indiegogo.com

Pada tahun 1985 silam, teknologi serupa pernah berhasil dieksekusi oleh wirausahawan asal Inggris Sir Clive Sinclair melalui ciptaannya yang bernama Sinclair C5

Image via c5owners.com

Namun Sinclair C5 tidak bertahan lama di pasaran. Mengutip artikel yang dimuat [BBC] (http://www.bbc.com/future/story/20141209-sinclair-c5-30-years-too-soon) pada Desember 2014, teknologi ini dinilai lahir prematur dan tidak sesuai dengan kesiapan masyarakat pada masa itu. Selain itu, kendaraan roda tiga ini pada saat itu masih tergolong membahayakan karena belum dilengkapi sistem pengamanan yang memadai.

'Mobil gowes' juga sebenarnya sudah cukup populer di Indonesia meskipun bukan sebagai pilihan transportasi sehari-hari

Salah satu yang sempat ramai dalam pemberitaan nasional ialah pusat penyewaan mobil gowes di alun-alun selatan Jogjakarta. Mobil gowes beroda empat yang harus dikayuh oleh lebih dari satu orang ini mematok harga sekitar 30 hingga 50 ribu rupiah sekali putaran. Tampilannya yang unik menyerupai mobil asli dan dihiasi dengan lampu terang benderang serta alunan musik yang menyertai saat dikendarai menjadi daya tarik tersendiri dan membuatnya menjadi salah satu tujuan wisata di Jogjakarta.

Pusat sewa Mobil Gowes di alun-alun selatan Jogjakarta.

Image via viva.co.id

Pantau terus [Facebook] (http://bit.ly/saysidfb), [Twitter] (http://bit.ly/saysidtwitter) dan [Subscribe] (http://bit.ly/saysidsubscribe) SAYS Indonesia untuk berita terhangat lainnya

Lainnya dari SAYS Indonesia:

Read more trending stories on SAYS

You may be interested in: