Kartini Masa Kini Dengan Prestasi Mendunia Di Berbagai Bidang
Bahkan setelah lebih dari 100 tahun perjuangannya, semangat Kartini masih terasa pada wanita-wanita Indonesia berprestasi mendunia ini. Siapa saja mereka?
Cover image via SAYS IndonesiaSelamat Hari Kartini! Hari yang menandai perjuangan wanita Indonesia dalam bidang pendidikan.
Image via radarindo
Raden Ajeng Kartini yang dilahirkan pada 21 April 1879 adalah pahlawan nasional Indonesia yang memperjuangkan hak pendidikan serta hak kesetaraan lainnya yang pada masa itu tidak dimiliki oleh perempuan. **Karena dedikasinya ini, tanggal kelahirannya dikenang sebagai Hari Kartini di Indonesia**.
Namun bahkan setelah lebih dari satu abad perjuangannya, Kartini tetap menginspirasi wanita Indonesia lainnya untuk terus berkarya, tidak hanya di bidang pendidikan, tapi di berbagai bidang lainnya
Image via thesun
1. Di bidang ekonomi
Di bidang ekonomi, Sri Mulyani merupakan Kartini masa kini dengan prestasi yang tidak hanya diakui secara nasional, tapi bahkan internasional. Wanita Indonesia kelahiran 26 Agustus 1962 ini terpilih menjadi Menteri Keuangan Indonesia mulai dari tahun 2005 hingga 2010 sebelum akhirnya **menjadi salah satu dari tiga Managing Director untuk World Bank Group dan bertugas mengawasi 74 negara** meliputi Amerika Latin, Karibia, Asia Timur dan Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika Selatan.
Prestasinya selama menjabat sebagai menteri keuangan pun tidak kalah cemerlang. Pada saat seluruh dunia terkena dampak krisis finansial dan mengalami resesi pada tahun 2007-1008, **Sri Mulyani mampu membawa perekonomian Indonesia tetap bertumbuh dan menghindari keterpurukan ekonomi karena krisis**. Prestasinya ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu dari 3 negara berkembang di dunia yang mampu tumbuh diatas 4% pada tahun 2009.
Dengan berbagai prestasi ini, Sri Mulyani disebut sebagai Menteri Keuangan Terbaik Asia (*Asia's Finance Minister of The Year*) oleh Emerging Market dua tahun berturut-turut pada tahun 2007 dan 2008. Forbes magazine bahkan menyebutkan **Sri Mulyani sebagai wanita berprestasi ke 38 di seluruh dunia pada tahun 2014**.
2. Di bidang politik
Megawati Soekarnoputri
Diah Permata Megawati Setiawati Sukarnoputri, atau biasa dikenal sebagai Megawati Sukarnoputri merupakan presiden wanita pertama Indonesia. Wanita kelahiran 23 Januari 1947 ini merupakan anak dari presiden pertama Indonesia, Presiden Soekarno.
Megawati merupakan merupakan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan menjadi presiden Indonesia pada tahun 2001 – 2004 setelah menggantikan presiden sebelumnya, Abdurrahman Wahid.
Susi Pudjiastuti
Susi Pudjiastuti adalah seorang wirausaha wanita di Indonesia yang terpilih menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo. **Pada awal terpilih sebagai menteri, wanita kelahiran 15 Januari 1965 ini mendapatkan banyak cercaan dari masyarakat**, mulai dari karena Susi hanya lulusan SMP sampai tato dan kebiasan merokoknya. Semua cercaan ini akhirnya bisa Susi patahkan setelah berkali-kali menunjukkan prestasinya sebagai menteri, mulai dari menangkap dan menenggelamkan kapal nelayan asing yang mengambil ikan dari perairan Indonesia, hingga keberhasilannya meningkatkan ekspor dari sektor perikanan.
Tri Rismaharini
Tri Rismaharini atau biasa dikenal sebagai Risma adalah Walikota Surabaya saat ini. Sepanjang sejarah kota Surabaya, Risma merupakan wanita pertama yang menjabat sekaligus dipilih langsung sebagai walikota kota ini.
**Selain berhasil menutup tempat lokalisasi Dolly yang menimbulkan kontroversi pada saat itu, Risma juga mengukirkan berbagai prestasi lainnya yang telah diakui secara internasional**. Pada masa jabatannya, Surabaya memenangkan berbagai penghargaan, diantaranya ASEAN Environmentally Sustainable City Award 2012 dan piala Adipura Kencana, yang merupakan anugerah lingkungan tertinggi di Indonesia. Forbes Indonesia juga menyebutkan Risma sebagai salah satu dari sepuluh wanita paling menginspirasi di Indonesia. Risma bahkan disebut sebagai salah satu dari 50 pemimpin terbaik dunia oleh Fortune magazine.
3. Di bidang musik
Agnes Monica
Agnes Monica Muljoto atau dikenal dengan nama panggung Agnez Mo adalah penyanyi, dan penulis lagu Indonesia dengan berbagai prestasi. Setelah berhasil mendapatkan keberhasilan dalam negeri, Agnez Mo **akhirnya berhasil *go international* dengan mendapatkan kontrak rekaman dan merilis *international single*, diantaranya Boy Magnet dan Coke Bottle** yang menampilkan penyanyi dan produser Amerika, Timbaland.
Selain berhasil *go international*, Agnez Mo juga merupakan penyanyi dengan jumlah penghargaan terbanyak di Indonesia, diantaranya 17 Anugerah Musik Indonesia, 8 Panasonic Awards, 5 Nickelodeon Indonesia Kids' Choice Awards, dan 4 MTV Indonesia Awards. Dengan prestasinya ini, **Agnez Mo dipercaya menjadi duta anti narkoba di Asia dan duta MTV EXIT dalam memerangi perdangangan manusia**. Hingga kini, Agnez Mo menjadi panutan penyanyi-penyanyi baru yang bermimpi untuk juga *go international*.
Anggun Cipta Sasmi
Anggun Cipta Sasmi yang dilahirkan pada 29 April 1974 adalah penyanyi dan penulis lagu dengan kesuksesan tidak hanya di Indonesia tapi juga di berbagai negara, khususnya Eropa. Di awal masa karirnya, Anggun merupakan penyanyi dengan aliran musik rock. Salah satu lagunya, Mimpi, yang dirilis pada tahun 1989 disebut sebagai salah satu dari 150 lagu Indonesia terbaik sepanjang masa oleh Rolling Stone.
Pada tahun 1994, Anggun mengejar karir internasionalnya dan dua tahun setelahnya berhasil mendapat kontrak rekaman dengan Sony Music Entertainment. **Album internasionalnya, Snow on the Sahara dirilis di 33 negara dan menjadi album penyanyi Asia dengan penjualan terbaik di luar Asia. Lagu Snow on the Sahara bahkan menempati urutan satu di beberapa negara**.
Selain karir musiknya, penyanyi yang selalu berusaha menggunakan bahasa Indonesia di berbagai kesempatan ini juga pernah dipercaya oleh duta global PBB sebanyak dua kali yakni untuk International Year of Microcredit pada tahun 2005 dan untuk Food and Agriculture Organization (FAO) pada tahun 2009.
4. Di bidang perfilman
Mira Lesmana
Mira Lesmana yang dilahirkan pada 8 Agustus 1964 adalah sutradara dan produser film di Indonesia. Mira mulai memiliki ketertarikan dengan film ketika berada di Australia bersama keluarganya dan akhirnya membuat film pertamanya setelah lulus dari Jakarta Art Institute.
Karya-karyanya sangat dihargai dan beberapa diantaranya merupakan film terbaik dalam sejarah perfilman di Indonesia. **Petualangan Sherina (2000), Ada Apa Dengan Cinta (2002), Gie (2005), dan Laskar Pelangi (2008) adalah beberapa diantara semua hasil kerjanya**.
5. Di bidang olahraga
Susi Susanti
Di bidang olahraga, Susanti merupakan Kartini Indonesia masa kini lainnya yang dimiliki Indonesia. Perempuan kelahiran 11 Februari 1971 ini adalah pebulu tangkis wanita Indonesia yang memenangkan medali emas pada Olympic Games 1992 di Barcelona dan medali perunggu pada Olympic Games di Atlanta, USA, tahun 1996.
Selama setengah dekade pada tahun 1990-an, Susi menjadi pebulu tangkis paling dominan dengan meraih kemenangan di All-England pada tahun 1990, 1991, 1993, dan 1994, dan World Badminton Grand Prix selama lima tahun berturut-turut dari tahun 1990 hingga 1994 dan 1996, serta IBF World Championships pada tahun 1993. **Susi adalah satu-satunya pebulutangkis wanita yang mampu memegang gelar pemenang Olympic, World Championship, dan All-England sekaligus**.
6. Di bidang jurnalisme
Najwa Shihab
Najwa Shihab yang dilahirkan pada 16 September 1977 adalah salah satu pembawa berita terbaik di Indonesia. Salah satu momen jurnalisme yang mengangkat namanya adalah pada saat **Najwa terjun langsung ke Aceh tidak lama setelah bencana tsunami terjadi pada tahun 2004**. Karena Najwa melaporkan dan menyaksikan langsung jasad korban tsunami bergelimpangan, laporan-laporan yang dibuat olehnya cenderung emosional dan menggugah hati pemirsanya pada saat itu.
Dengan berbagai prestasinya ini, Najwa tidak hanya dikenal di dalam negeri, tapi juga di dunia internasional. Hal ini terbukti dengan nominasinya dalam Asian Television Awards untuk kategori Best Current Affairs/Talkshow presenter.
Rosiana Silalahi
Rosiana Silalahi yang dilahirkan pada 26 September 1972 merupakan Kartini lainnya di bidang jurnalisme. Walaupun Rosi mengawali karirnya di TVRI sebagai reporter, karirnya baru melejit pada saat dirinya bergabung dengan SCTV. **Rosi bahkan terpilih menjadi salah satu dari enam jurnalis TV di Asia yang diberikan kesempatan mewawancarai Presiden George W. Bush** di Amerika Serikat pada tahun 2003.
Pada pemilu 2004, Rosi memproduksi program Kotak Suara yang membahas tentang '*money politics*' dan menghantarkan dirinya sebagai penerima penghargaan 'Indonesia Journalist Board' pada tahun 2004. Saat ini, Rosi menggawangi *news room* Kompas TV sebagai Pemimpin Redaksi menggantikan wartawan senior Kompas, Taufik Mihardja (alm).
7. Kewirausahaan
Martha Tilaar
Martha Tilaar yang dilahirkan pada 4 September 1937 merupakan pebisnis wanita Indonesia yang merupakan pemilik perusahaan kosmetika dan jamu, Martina Berto. Produk-produknya dikenal dengan nama dagang Sariayu. Selain Martina Berto, Martha Tilaar juga memiliki usaha kerajinan di Yogyakarta bernama Prama Pratiwi Martha Gallery dan Kampung Jamu Organik di Cikarang, Bekasi.
Karena keberhasilannya dalam menjalankan perusahaan yang memenuhi Global Compact etika, dia dianugerahi sebuah penghargaan oleh Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki Moon pada UN Global Compact Leaders Summit di New York.
8. Di bidang sastra
Ayu Utami
Ayu Utami yang dilahirkan pada 21 November 1968 adalah Kartini lainnya yang dimiliki Indonesia di bidang sastra. Karya-karyanya meliputi novel, cerpen, dan artikel.
**Dengan mengangkat tema tentang *sex* dan politik, Ayu Utami membahas isu-isu yang dulunya merupakan hal tabu untuk perempuan Indonesia**.
**Novel pertamanya, Saman, yang diterbitkan hanya beberapa minggu setelah jatuhnya Presiden Soeharto** pada tahun 1998 menandai perubahan budaya dan politik di Indonesia. Novel ini mampu mengantarkannya menjadi penerima hadiah Jakarta Arts Council dan menimbulkan sensasi dan kontroversi diantara para seniman dan intelektual pada masa itu. Novel ini dianggap pembuka babak baru dalam dunia sastra Indonesia. Saman juga meraih penghargaan Prince Claus Award, sebuah penghargaan dari The Prince Claus Fund kepada individu dan organisasi yang mampu membuat perubahan yang progresif dan kontemporer terhadap budaya dan kemajuan.
Daftar ini hanya sebagian kecil dari Kartini-kartini berprestasi yang dimiliki negeri ini, termasuk kamu 🙂
Siapkah kamu jadi Kartini selanjutnya?
Image via wordpress/tshirtsandcupcakes
Ada yang terlewat? Bagikan sosok Kartini lainnya menurutmu di kolom komentar di bawah ini.
Jangan lupa ikuti [Facebook] (https://www.facebook.com/SAYSIndonesia/) dan [Twitter] (https://twitter.com/SAYS_ID) SAYS Indonesia untuk cerita inspiratif lainnya
Image via buzzfeed

