Anak Indonesia Usia 12 Tahun Jadi Mahasiswa Termuda Dalam Sejarah Universitas Di Kanada

Dengan program beasiswa!

Enlarge text
Logo

Lulus SMA di usia 12 tahun dan langsung berkesempatan menempuh pendidikan di Universitas Waterloo, Kanada, dengan program beasiswa

Adalah Cendekiawan Suryaatmaja, anak Indonesia yang kini namanya kembali menjadi sorotan publik karena pencapaian emasnya. Dia yang akrab disapa Diki itu sukses menjadi *freshman* atau mahasiswa baru termuda sepanjang sejarah Universitas Waterloo, Kanada. Diki mulai memasuki masa perkuliahan pada awal September 2016 lalu di jurusan Fisika.

Image via therecord.com

Karena usianya yang masih tergolong sangat muda, Diki diterima di Universitas Waterloo sebagai murid kehormatan. Selain Fisika, dia juga akan mengambil kelas matematika, kimia, dan ekonomi.

Menurut [penelusuran] (http://news.okezone.com/read/2016/09/03/18/1480501/wow-anak-indonesia-usia-12-tahun-ini-sukses-jadi-mahasiswa-kanada), pihak kampus awalnya tidak mengetahui dan memperhatikan umur Diki saat dirinya mendaftar. Namun ketika pada akhirnya DIki diterima dan melanjutkan proses pendaftaran, semua kaget dan tidak menyangka Diki sedemikian muda, meskipun kebijakan kampus sendiri memang sejak awal tidak membatasi usia untuk melamar sebagai murid.

Selain memperoleh beasiswa untuk pendidikan yang tempuh disana, pihak kampus juga berkomitmen memberikan perhatian lebih kepada Diki terutama dari segi kehidupan sosialnya. Menurut mereka, meskipun dari segi akademis tidak ada yang perlu dikhawatirkan darinya, Diki tetap harus dikawal agar kehidupan sosialnya dengan teman-temannya di kampus yang umumnya berusia jauh di atasnya tetap dapat terjalin dengan baik.

Namun begitu, DIki kini tinggal bersama ayahnya tidak jauh dari lokasi kampus. Hal ini dikarenakan membiarkannya tinggal di dalam asrama kampus terlihat belum menjadi pilihan yang bijak untuk masa tumbuh kembangnya.

Peringkat ke-152 top university di dunia (2015).

Image via University of Waterloo

Sebelum ini, Diki juga beberapa kali menghiasi tajuk pemberitaan lokal dengan pencapaiannya di dunia akademis khusunya tentang jenjang pendidikannya yang tergolong sangat cepat

Pada kuarter awal 2015 silam, nama Diki juga muncul dalam pemberitaan lokal atas jenjang pendidikannya yang berjalan dengan sangat cepat. Saat itu DIki masih genap berusia 10 tahun namun sudah berkesempatan untuk langsung duduk di bangku SMA. Bocah yang diketahui memiliki IQ 189 kala itu juga kerap memenangkan lomba akademis hingga tingkat internasional. Sebagai contoh, saat ia masih duduk di bangku kelas 3 SD, DIki sudah berhasil merebut medali perunggu pada lomba matematika internasional di Beijing dengan kompetitor yang semuanya sudah siswa setara SMP.

Diki saat masih berusia 10 tahun.

Image via Okezone.com

Beriringan dengan pemberitaan Diki, Jeremy Schuler yang juga anak berusia 12 tahun berhasil menjadi mahasiswa termuda di Universitas Cornell di New York, Amerika Serikat

Sama seperti Diki yang awal mula kecerdasan emasnya terlihat dari kemampuan linguistiknya yang pandai berbahasa Inggris secara otodidak sejak kecil, Jeremy juga memiliki situasi yang sama dengan kemampuannya berbahasa Inggris dan Korea sejak usia dini.

Jeremy Schuler

Image via TIME

Pantau terus [Facebook] (http://bit.ly/saysidfb), [Twitter] (http://bit.ly/saysidtwitter) dan [Subscribe] (http://bit.ly/saysidsubscribe) SAYS Indonesia untuk berita terhangat lainnya!

Inspirasi #MerahPutih lainnya di SAYS Indonesia:

Read more trending stories on SAYS

You may be interested in: