7 Kekayaan Kuliner Malaysia Ini Bakal Mengingatkan Kamu Dengan Kuliner Indonesia

Bukti kalau kita memang serumpun. 😀

Enlarge text
Cover ImageCover image via Chasing Places

Tradisi kuliner Tanah Air sebegitu kayanya. Dari Sabang sampai Merauke, kita memiliki berbagai varian makanan dan minuman yang punya khas dan cita rasa tersendiri.

Kenikmatan kuliner yang bisa kita rasakan di Indonesia ternyata bisa kamu temui juga di Negeri Jiran, Malaysia.

Eits, ini bukan berarti mereka mencontek *style* kuliner kita, lho. *Calm down*.

Mobil penjual Nasi Lemak di Kuala Lumpur.

Image via Street Food in Malaysia

Sebagai produk budaya, kuliner Indonesia dan Malaysia punya banyak kemiripan

Mengapa bisa begitu? Kamu mungkin bertanya.

Jawabannya sederhana, kok. Tradisi kuliner Indonesia, khususnya Barat Indonesia, banyak terpengaruh oleh gaya kuliner Arab, India, dan China. Begitu pun masakan, makanan, dan minuman Malaysia.

Ketiga negeri tersebut memberi pengaruhnya melalui gelombang pendatang terjadi duluuu~ banget, sampai membentuk peradaban kuliner yang besar di Nusantara.

Selain Arab, India, dan China, kedua negara juga 'berbagi' pengaruh kuliner dari Inggris, Portugis, dan Belanda. Jadi kebayang 'kan seberapa 'campur aduknya' cita rasa kuliner Indonesia dan Malaysia? 😀

Suasana sehari-hari di sebuah restoran mamak (tempat makan India-Muslim)

Image via The Mole

Seperti produk budaya pada umumnya, kini kuliner Indonesia dan Malaysia begitu berkembang

Walau begitu, nggak bisa dipungkiri, kemiripan jenis kuliner kedua negara bertetangga ini masih terlihat jelas, kok. Beberapa makanan dan minuman di Malaysia akan langsung mengingatkan kamu dengan nikmatnya kuliner Tanah Air.

Apa saja contohnya?

(Siap-siap lapar setelah baca ini) #nggaktanggung

Nasi Lemak

Nasi Lemak.

Image via 12Fly

Nasi Lemak merupakan identitas kuliner Malaysia terdepan. Selain rasanya yang nikmat, penyajiannya pun bikin perut berbunyi tiba-tiba. Bayangkan saja hangatnya nasi yang dimasak dengan santan kelapa disajikan dengan ayam goreng (atau bakar), dan ikan teri, plus telur.

Kok kayaknya familiar ya? Kamu nggak salah kok. Nasi Lemak memang mengingatkan kita dengan **Nasi Uduk khas Betawi**. Penyajiannya mirip, cara memasak nasinya pun begitu. Yang membedakan adalah rasa sambal dan bumbu untuk memasak ayam. Nasi Uduk juga disajikan bersama kerupuk dan varian sayuran lain seperti kacang panjang dan kentang.

Nasi Uduk Betawi

Image via Kacang Polong

Teh Tarik

Teh Tarik

Image via Wikipedia/Flickr/Jonathan Lin

Diperkenalkan pertama kali oleh pendatang dari India, seperti Nasi Lemak, Teh Tarik juga akhirnya jadi bagian kekayaan kuliner Malaysia.

Penyajian teh ini sangat sederhana, menggabungkan teh hitam dengan susu. Lebih *yummy* jika diminum dalam keadaan hangat, tentunya.

Nggak jauh dari Malaysia, Medan juga punya minuman sejenis, namanya **Teh Susu Telur.** Orang Medan biasa menyebutnya "TST." Seperti namanya, minuman ini juga memakai teh dan susu, hanya saja ditambah telur ayam kampung. Tepat diminum untuk meningkatkan stamina.

Tak jauh dari Medan, Padang dan kota-kota lainnya juga ada minuman yang mirip dengan Teh Tarik dan TST, namanya **Teh Talua** (Teh Telur).

Teh Susu Telur

Image via Kedai Lokalti

Bubur Century

Bubur Century

Image via Nettik

Sebenarnya, Bubur Century 'diwariskan' dari China. Di negeri asalnya, bubur ini disebut ***Congee***. Yang bikin bubur ini unik adalah isian telur yang berwarna hitam. Nggak perlu panik, rasanya enak banget kok!

Pembuatan telur untuk Bubur Century butuh waktu yang lumayan lama. Telur ayam/bebek tersebut direndam dalam soda kue, sekam padi, abu, dan garam, selama tiga bulan! Karena waktunya yang lama, itulah mengapa namanya jadi *lebay*, "Century". 😀

Sementara di Indonesia, kita mengenal Bubur Ayam yang sehari-hari menjadi makanan paling ideal buat sarapan. Bubur Ayam di Tanah Air punya isian kerupuk, telur, sate usus, kacang, sambal, dan tentunya irisan ayam.

Bubur Ayam

Image via Satu Jam

Hakka Mee

Hakka Mee

Image via Jordan Tan

Negeri Sembilan adalah dari mana mie ini berasal. Olahan, isian, sampai bagaimana menyajikannya cukup menggambarkan pengaruh kuliner China yang kuat.

Hakka Mee disajikan dengan saus ikan dan cuka. Rasa gurih dan asam ini diimbangi dengan daging; biasanya ayam atau sapi, namun banyak juga yang menyajikannya dengan *pork*.

Cara penyajiannya mengingatkan kami kepada Bakmi Ayam yang bisa kamu temui di Indonesia. Di sini, kuah bakmi dimasak dengan minyak sayur dan kecap asin. Sajiannya pun menggunakan potongan ayam, bakso, jamur, dan sawi.

Bakmi Ayam

Image via Wikipedia/Midori

Pasembor

Pasembor

Image via omaQ

Orang Malaysia menyebut makanan ini adalah *mamak rojak*, rujak yang dibuat dengan penyajian khas India-Muslim. Tergolong sebagai salad, Pasembor disajikan dengan timun mayang, tahu, toge, sotong goreng, ubi, dan udang. Kemudian disiram dengan kuah kacang manis dengan aroma rempah yang kuat.

Kami langsung teringat **Gado-gado**, dari Jakarta, atau **Lotek** dari Tanah Sunda. Karena keduanya juga sajian salad tradisional yang menggunakan kuah kacang, mirip dengan Pasembor. Di Indonesia, salah tradisional biasanya disajikan bersama lontong atau nasi.

Gado-gado khas Betawi.

Image via Resep Harian

Kek Lapis Sarawak

Kek Lapis Sarawak.

Image via Wikipedia/Flickr/bob P-&-S

Yang ini sih terlihat banget kalau kuliner Malaysia dan Indonesia memang bersaudara.

Kek Lapis Sarawak merupakan 'sepupu' Kue Lapis di Indonesia. Karena jika dilihat dari sejarahnya, pada tahun 1970-an, pendatang dari Jakarta yang ada di Serawak, Malaysia, membawa kue lapis sagu dan kue lapis susu. Orang Sarawak memodifikasinya dengan beberapa bahan dan *gimmick* seperti warna-warni yang terang pada tiap lapisan.

Seperti Kue Lapis kita, penyajian kue ini pun biasa dilakukan saat momen-momen istimewa seperti Idul Fitri dan Natal.

Kue Lapis Susu.

Image via Jakarta Street Food

Ais Kacang

Ais Kacang.

Image via Dunia Kecil

Minuman segar ini bisa dengan mudah kamu dapatkan di daerah mana saja di Malaysia.

Ais Kacang disajikan dengan kelapa, kacang merah, jagung, cendol, sirup, susu, dan kacang merah. Biasanya, orang Malaysia kasih nama khusus buat minuman ini: **ABC**, yang merupakan singkatan dari **Air Batu Campur**.

Minuman favorit ini punya saudara kembar di Indonesia: **Es Campur**, penyajiannya mirip. hanya saja kita menggunakan alpukat dan cincau sebagai pelengkap.

Es Campur

Image via Kopeku

Terbukti kan kalau kuliner Malaysia ternyata memang masih 'sepupuan' dengan makanan-minuman Indonesia.

Walau tampak mirip, makanan/minuman dari kedua negara ini tetap punya cita rasa tersendiri kok.

Untuk mencicipi cita rasa kuliner khas Malaysia, tentunya kamu bisa langsung kunjungi Sang Negeri Jiran, Malaysia. Khususnya **Kuala Lumpur**, yang di sana, kamu bisa menemukan makanan otentik Malaysia dari berbagai negara bagian mereka.

Rasakan langsung cita rasa kuliner Malaysia langsung di Kuala Lumpur dengan mengikuti promo [Coca Cola] (http://raisa1.sharethisstory.net/id-89110-6030?utm_source&utm_medium&utm_campaign) ini!

Kamu tinggal hanya beli 2 botol Coca Cola atau Sprite atau Fanta di Indomaret/Alfamart lalu masukkan kode unik kamu di [sini] (http://raisa1.sharethisstory.net/id-89110-6030?utm_source&utm_medium&utm_campaign).

Info lengkapnya bisa kamu akses di [link ini] (http://raisa1.sharethisstory.net/id-89110-6030?utm_source&utm_medium&utm_campaign) ya.

Image via

Semoga beruntung!